Rebirth of Chen An – Novel

Author: Wan Mie Zhi Shang
Genre: Aksi, Komedi, Drama, Harem Psychological,
Romance, Supernatural, Yaoi.
Publisher: Lc Read

Sekilas info: Seorang mafia senjata yang terkenal jahat dan licik alias the old-fox kini telah dikurung oleh penerus yang ia didik sendiri.

Lalu ia menembakkan peluru ke pelipisnya didepan mata Lu Feng, untuk kemudian terlahir kembali sebagai pria obesitas, pengidap myopia, gigi tongos, miskin dan tidak berguna.

Tapi sekarang dia bukanlah si pecundang lagi, biarkan paman Chen Ann ini yang mengajarimu untuk menjadi pemenang sejati dalam hidup.

Daftar Tokoh

Prolog

Chapter 1

Chapter 2

Chapter 2- Keluar dari Rumah Sakit

Chen Yang adalah keponakan dari Chen An. Tahun lalu, ia mendaftar ke sebuah Universitas di Shanghai. Selama di Shanghai, Chen An selalu saja ada peluang bisnis jadi ia memiliki banyak simpanan uang untuk itulah ia tidak keberatan bila harus mengurus keponakannya. 

Ada alasan tertentu kenapa pria yang sudah berusia 30-an tapi masih belum menikah bahkan tidak memiliki pacar. Chen An adalah seorang homosexual.

Sebelumnya ia memiliki hubungan dengan pria yang masih muda. Namun, kekasihnya itu bersekongkol dengan orang lain untuk menipunya. Perusahaannya bangkrut dan vilanya pun disita. Karena merasa karirnya telah hancur dan dikhianati oleh cinta, ia pun menyayat nadinya untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja keponakannya memergokinya sebelum kondisinya kritis dan membawanya ke Rumah Sakit.

Tapi walapun nyawanya selamat, ia harus kehilangan ingatannya.

Chen Yang merasa itu bukanlah hal yang buruk. Dengan melupakan kenangan pahit dimasa lalu berarti ia bisa menjalani hidup lebih baik. Yang tidak disangka adalah, bahwa paman Chen An nya telah menjadi orang lain.

Chen An sangat tidak tahan dengan bau selang infus Di Rumah Sakit. Karena diriny telah sembuh, tidak ada alasan untuk tidak bisa keluar dari rumah sakit.

Dengan bantuan Chen Yang mengurus segala administrasinya, ia dan keponankannya pun meninggalkan Rumah Sakit tersebut. Tepat saat kakinya keluar dari area Rumah Sakit, terasa panasnya matahari menyengat kepalanya. Terasa nyaman hingga Chen An pun tersenyum.

Didalam hati ia meledek dirinya sendiri. Matahari dipulau itu lebih indah dari yang di Shanghai namun sebagai orang yang cinta kebebasan, meskipun ini tidak sebanding tetap saja ini lebih baik.

‘Paman Chen, untuk sementara waktu paman tinggal saja dulu ditempatku. Rumahku tidak begitu besar jadi paman harap maklum ya. Rumah Sakit yang di Shanghai juga cukup bagus jadi paman bisa berkonsultasi mengenai amnesia paman. Jika sudah membaik, aku akan antar paman pulang dimana paman bisa lebih banyak beristirahat.’

Chen Yang sangatlah tinggi. Jika diperkirakan mungkin mencapai 1,85 meter tingginya. Dengan kacamata yang menempel dihidungnya dan pakaiannya yang simple berupa kaos dan celana jeans. Sekali lihat saja orang sudah bisa menebak ia adalah seorang mahasiswa.

Walaupun rambutnya kurang stylish, tapi menurut penglihatan Chen An, anak ini cukup tampan. Jadi bagaimana bisa, dirinya yang memiliki hubungan darah dengan Chen Yang malah berpenampilan seperti ini?

Chen An memakai topeng wajah. Meskipun ia baru saja keluar dari Rumah Sakit, ia sudah berencana untuk memperbaiki giginya.

Jika ia harus hidup dengan identitas ini seumur hidupnya, maka semuanya harus sesuai dengan standard hidupnya.
Tuan Chen yang elit dan berkuasa ini tidak akan terima jika harus hidup dengan wajah jelek begini.

Dimasa lalunya, disetiap pertemuan dan transaksinya dengan para tetinggi dan para mafia, Chen Zhang An selalu mencolok dari yang lain. Pria ini selalu berpenampilan bersih dan rapi serta memiliki kesan sebagai pria yang elegan. Kalau tidak manamungkin ia menjadi target seksual  dari si brengsek itu.

Jika teringat bagaimana si brengsek itu memendam pikiran bejatnya selama 10 tahun, Chen Zhang An hanya bisa mengerutu dan geram.

‘Pemandangan yang spektakular. Apa sedang ada syuting disini?’ Kata Chen Yang terpukau.

Chen An yang berdiri disamping Chen Yang seraya tertegun. Melihat kearah tatapan Chen Yang, ia melihat sederetan limosin hitam lewat didepan mereka.

Chen An menyipitkan matanya. Mobil-mobil itu dan nomor kendaraanya tampak tidak asing olehnya. Bukankah itu mobil miliknya yang ada di Shanghai? Saat dimana ia menggunakan mobil ini hanya ketika pulang ke Shanghai atau untuk acara penting.

Tidak lama kemudian taksi merekapun tiba. Sesaat ketika Chen Yang mendekati taksi itu, seorang pria menyerobot antrian dan masuk ke dalam taksi tersebut.

‘Hey, kami yang duluan tadi! Kau tidak boleh memotong antrian seenaknya!’ Dengan cepat Chen Yang menarik tangan pria tersebut.

‘Minggir kau! Apa maksudmu menarik-narik ku segala!’ Pria itu membentak sembari menepis tangan Chen Yang. Sesaat ketika pria itu hendak masuk ke dalam taksi, tiba-tiba saja kerahnya ditarik dari belakang.

Belum sempat ia protes, tubuhnya sudah tercampak ke tanah.

‘Apa yang kau tunggu! cepat masuk ke taksi!’ Chen An kemudian mendorong Chen Yang ke dalam taksi. Pria yang tadi ditanah tersebut mencoba berdiri untuk mengejar mereka, namun terserungkup kembali karena tendangan mematikan dari Chen An.

‘Ikuti mobil yang didepan.’ Sembari menutup pintu taksi, Chen An memerintahkan pengemudi taksi dengan nada datar seolah tidak terjadi apapun.

Chen Yang dengan takjub berkata, ‘Paman, tadi itu sangat mengagumkan.’

Chen An hanya meresponnya dengan senyuman kecil ke anak laki-laki polos disampingnya, ‘Kau masih perlu banyak belajar!’.