Rebirth of Chen An – Novel

Author: Wan Mie Zhi Shang
Genre: Aksi, Komedi, Drama, Harem Psychological,
Romance, Supernatural, Yaoi.
Publisher: Lc Read

Sekilas info: Seorang mafia senjata yang terkenal jahat dan licik alias the old-fox kini telah dikurung oleh penerus yang ia didik sendiri.

Lalu ia menembakkan peluru ke pelipisnya didepan mata Lu Feng, untuk kemudian terlahir kembali sebagai pria obesitas, pengidap myopia, gigi tongos, miskin dan tidak berguna.

Tapi sekarang dia bukanlah si pecundang lagi, biarkan paman Chen Ann ini yang mengajarimu untuk menjadi pemenang sejati dalam hidup.

Daftar Tokoh

Prolog

Chapter 1

Chapter 2

Chapter 2- Keluar dari Rumah Sakit

Chen Yang adalah keponakan dari Chen An. Tahun lalu, ia mendaftar ke sebuah Universitas di Shanghai. Selama di Shanghai, Chen An selalu saja ada peluang bisnis jadi ia memiliki banyak simpanan uang untuk itulah ia tidak keberatan bila harus mengurus keponakannya. 

Ada alasan tertentu kenapa pria yang sudah berusia 30-an tapi masih belum menikah bahkan tidak memiliki pacar. Chen An adalah seorang homosexual.

Sebelumnya ia memiliki hubungan dengan pria yang masih muda. Namun, kekasihnya itu bersekongkol dengan orang lain untuk menipunya. Perusahaannya bangkrut dan vilanya pun disita. Karena merasa karirnya telah hancur dan dikhianati oleh cinta, ia pun menyayat nadinya untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja keponakannya memergokinya sebelum kondisinya kritis dan membawanya ke Rumah Sakit.

Tapi walapun nyawanya selamat, ia harus kehilangan ingatannya.

Chen Yang merasa itu bukanlah hal yang buruk. Dengan melupakan kenangan pahit dimasa lalu berarti ia bisa menjalani hidup lebih baik. Yang tidak disangka adalah, bahwa paman Chen An nya telah menjadi orang lain.

Chen An sangat tidak tahan dengan bau selang infus Di Rumah Sakit. Karena diriny telah sembuh, tidak ada alasan untuk tidak bisa keluar dari rumah sakit.

Dengan bantuan Chen Yang mengurus segala administrasinya, ia dan keponankannya pun meninggalkan Rumah Sakit tersebut. Tepat saat kakinya keluar dari area Rumah Sakit, terasa panasnya matahari menyengat kepalanya. Terasa nyaman hingga Chen An pun tersenyum.

Didalam hati ia meledek dirinya sendiri. Matahari dipulau itu lebih indah dari yang di Shanghai namun sebagai orang yang cinta kebebasan, meskipun ini tidak sebanding tetap saja ini lebih baik.

‘Paman Chen, untuk sementara waktu paman tinggal saja dulu ditempatku. Rumahku tidak begitu besar jadi paman harap maklum ya. Rumah Sakit yang di Shanghai juga cukup bagus jadi paman bisa berkonsultasi mengenai amnesia paman. Jika sudah membaik, aku akan antar paman pulang dimana paman bisa lebih banyak beristirahat.’

Chen Yang sangatlah tinggi. Jika diperkirakan mungkin mencapai 1,85 meter tingginya. Dengan kacamata yang menempel dihidungnya dan pakaiannya yang simple berupa kaos dan celana jeans. Sekali lihat saja orang sudah bisa menebak ia adalah seorang mahasiswa.

Walaupun rambutnya kurang stylish, tapi menurut penglihatan Chen An, anak ini cukup tampan. Jadi bagaimana bisa, dirinya yang memiliki hubungan darah dengan Chen Yang malah berpenampilan seperti ini?

Chen An memakai topeng wajah. Meskipun ia baru saja keluar dari Rumah Sakit, ia sudah berencana untuk memperbaiki giginya.

Jika ia harus hidup dengan identitas ini seumur hidupnya, maka semuanya harus sesuai dengan standard hidupnya.
Tuan Chen yang elit dan berkuasa ini tidak akan terima jika harus hidup dengan wajah jelek begini.

Dimasa lalunya, disetiap pertemuan dan transaksinya dengan para tetinggi dan para mafia, Chen Zhang An selalu mencolok dari yang lain. Pria ini selalu berpenampilan bersih dan rapi serta memiliki kesan sebagai pria yang elegan. Kalau tidak manamungkin ia menjadi target seksual  dari si brengsek itu.

Jika teringat bagaimana si brengsek itu memendam pikiran bejatnya selama 10 tahun, Chen Zhang An hanya bisa mengerutu dan geram.

‘Pemandangan yang spektakular. Apa sedang ada syuting disini?’ Kata Chen Yang terpukau.

Chen An yang berdiri disamping Chen Yang seraya tertegun. Melihat kearah tatapan Chen Yang, ia melihat sederetan limosin hitam lewat didepan mereka.

Chen An menyipitkan matanya. Mobil-mobil itu dan nomor kendaraanya tampak tidak asing olehnya. Bukankah itu mobil miliknya yang ada di Shanghai? Saat dimana ia menggunakan mobil ini hanya ketika pulang ke Shanghai atau untuk acara penting.

Tidak lama kemudian taksi merekapun tiba. Sesaat ketika Chen Yang mendekati taksi itu, seorang pria menyerobot antrian dan masuk ke dalam taksi tersebut.

‘Hey, kami yang duluan tadi! Kau tidak boleh memotong antrian seenaknya!’ Dengan cepat Chen Yang menarik tangan pria tersebut.

‘Minggir kau! Apa maksudmu menarik-narik ku segala!’ Pria itu membentak sembari menepis tangan Chen Yang. Sesaat ketika pria itu hendak masuk ke dalam taksi, tiba-tiba saja kerahnya ditarik dari belakang.

Belum sempat ia protes, tubuhnya sudah tercampak ke tanah.

‘Apa yang kau tunggu! cepat masuk ke taksi!’ Chen An kemudian mendorong Chen Yang ke dalam taksi. Pria yang tadi ditanah tersebut mencoba berdiri untuk mengejar mereka, namun terserungkup kembali karena tendangan mematikan dari Chen An.

‘Ikuti mobil yang didepan.’ Sembari menutup pintu taksi, Chen An memerintahkan pengemudi taksi dengan nada datar seolah tidak terjadi apapun.

Chen Yang dengan takjub berkata, ‘Paman, tadi itu sangat mengagumkan.’

Chen An hanya meresponnya dengan senyuman kecil ke anak laki-laki polos disampingnya, ‘Kau masih perlu banyak belajar!’.

Chapter 01 – Reinkarnasi yang sangat mengerikan

Karena ia gagal bunuh diri dipercobaan pertamanya, jika ia melakukannya dikali kedua maka itu merupakan tindakan yang sangat bodoh.

Lain kali Chen An tidak akan membidikkan pistol ke pelipisnya lagi.

Jika ia tidak jadi mati, maka seharusnya kehidupannya bisa lebih baik. Namun masalahnya adalah kehidupan dia yang sekarang tidak lebih baik dibanding jika ia mati dan dikirim ke neraka.

Berdiri didepan cermin yang ada di toilet rumah sakit dengan pakaian serba putih ala pasien, Chen Zhang An mengepalkan jarinya diatas wastafel dan menutup matanya   karena geram. 

Ia tidak pernah menyangka akan mengalami transmigrasi, perpindahan melewati lorong waktu dan ruang atau kejadian aneh lainnya terjadi padanya. Tapi kenapa ia terlahir kembali ke dalam tubuh orang dengan penampilan seperti ini?

Seraya menahan gemuruh amarahnya, Chen Zhang An menatap tajam pada sosok yang ada  cermin.
Berat badan yang mencapi 160 Kg, mirip seperti manusia Babi dengan kaki pendeknya!

Dibawah pimpinan gigi tengahnya, dua gigi atas ini seperti tentara yang hendak menyerbu dan siap menyerang ke area musuh. 

Jika saja ia kehilangan kacamata ini, ia tidak lagi bisa membedakan mana manusia mana hewan dengan jarak 5 meter darinya.

‘Sial!’

Chen Zhang An bukanlah pria yang suka menggerutu, tapi saat ini hanya itulah kata yang bisa ia ucapkan dengan moodnya yang kacau begini. Ia menatap wajahnya di cermin dan tertawa miris. 

Apakah ini hukuman dari tuhan?

‘Paman, paman Chen, kau baik-baik saja?’ Seorang anak muda dengan tergesa-gesa berlari masuk ke ruangan. Masih membekas cap 5 jari diwajahnya yang putih bersih itu. (T/N: sepertinya ia habis ditampar ya sama Chen An… :v)

Chen Zhang An menoleh kearahnya. Dibola matanya yang hitam terpancar rasa cemas yang mengingatkan ia pada adiknya. Layaknya kertas putih, sejernih kolam sumber mata air, bersih sekali sampai-sampai ia tak berani untuk mendekatinya.

 ‘Paman Chen, dokter menyuruhmu untuk tetap di tempat tidur. Paman harus banyak istirahat.’

Seorang anak muda yang terlihat agak kutu buku perlahan membantunya kembali ke sarangnya.

Setelah itu, Chen Zhang An memperhatikan ruangannya yang agak sempit ini dengan seksama. Tidak ada TV maupun Kulkas. 3 orang berhimpitan dalam satu ruangan, ia sendiri sudah lupa bagaimana kondisi rumah sakit pada umumnya. 

Aroma tajam dari selang infus membuat Chen Zhang An agak jijik. Dia menoleh kesampingnya tampak anak muda itu menuangkan air ke dalam gelas sembari mengupas apel.

Seolah merasakan pamannya menatap dirinya, ia pun memberikan apel tersebut sambil menenangkan pamannya, ‘Paman, paman bisa membangun rumah paman lagi dan paman juga kan masih bisa mencari uang lagi. Paman kan masih berusia 30 tahun, masih banyak kesempatan yang tersedia diluar sana untuk paman. Kolonel sander yang orang Amerika itu saja baru bisa mensukseskan KFC disaat usianya 66 tahun. Orang kita, Shi Yu bisa menjadi lebih sukses setelah ia bangkrut. Paman pun pasti bisa melakukan hal seperti mereka. 

Sambil mendengarkan ocehan anak muda ini, Chen Zhang An seraya menutup matanya. Ia perlu waktu untuk bisa menenangkan pikirannya.

Identitas dirinya sekarang adalah seorang pria yang bisnisnya bangkrut. Ia tidak sanggup menghadapi ini dan mencoba bunuh diri. Mereka memiliki nama depan yang sama, bahkan nama panggilannya pun sama tanpa nama tengah ‘Zhang’. 

Chen An, 32 tahun, memang terbilang masih muda.

Dengan mengesampingkan tubuh gemuk, gigi tongos, dan mata myop nya, usia segini bisa dibilang merupakan masa emas bagi seorang pria. 

Lagipula, dia sendiri baru bisa membuat namanya di dunia hitam ketika usianya sudah 40 tahun. 

Chen Zhang An mencoba menyemangati dirinya dengan hal ini.

Jika dipertimbangkan lagi, ia seperti diberikan batang dupa yang lebih panjang. (T/N: usianya jadi lebih muda)

‘Siapa namamu?’, tanya Chen An. Walaupun tampangnya terlihat menyeramkan, tak disangka ia memiliki suara  khas yang enak didengar.

Pemuda itu hampir saja tersedak apel yang sedang dimakannnya. Menatap dengan mata terbelalak kearah orang yang berbaring diatas tempat tidur, dengan enggan dia membentak,

 ‘Paman, ini aku Chen Yang! Apa Paman tidak ingat?’
T/N: 

*Pigsy/manusia babi(Zhu Ba Jie), adalah tokoh dari novel klasik ‘journey to the west/perjalanan ke arah barat’. Ia adalah gabungan dari manusia dan babi, dikenal karena kelicikannya dan kegilaannya kepada gadis-gadisnya cantik. 
**Shi Yu Zhu adalah seorang pengusaha China, pembuat software dan seorang jutawan.

Daftar Tokoh

☆Chen Zhang An 

Mafia senjata kelas atas (top-class) dan terkenal. Asal China, elegan, rapi dan suka kebersihan. Dikategorikn sebagai ‘Beauty’ dari segi manapun. Memiliki organisasi besar dalam dunia perdagangan senjata. Memiliki seorang adik bernama Chen Zhang Le, yang kemudian wafat karena melindunginya dari tembakan. Semenjak itu beliau selalu terbayang akan kematian Chen Zhang Le

#Chen Zhang Le
Adik kandung dari Chen Zhang An dan merangkup menjadi asisten Chen Zhang An setiap mereka melakukan transaksi. Mencintai Chen Zhang An lebih dari seorang kakak. Wafat karena melindungi sang kakak saat terjadi penembakan.

#Chen An
Seorang karyawan perusahaan yg menyukai sesama jenis/homo. Akhirnya dikhianati oleh kekasihnya sendiri, bangkrut dan mencoba bunuh diri untuk kemudian tubuhnya ditempati oleh Chen Zhang An. Ia dan Cheng Zhang An memiliki nama panggilan yang sama yaitu Chen An. Perawakannya gemuk dengan gigi tongos. Setelah Chen Zhang An mengambil tubuhnya, Chen Zhang An ‘merombak’ seluruh penampilannya sesuai dengan standar dari Chen Zhang An. Elegan, rapi dan menawan.

#Lu Feng (Kekasih #2)
Penerus resmi Chen Ann untuk bisnisnya. Saat berusia 10 tahun, diadopsi oleh Chen Ann dan diajari banyak hal tentang dunia perdagangan senjata. Juga memendam rasa yang sangat dalam terhadap Chen Ann dan berhasil menyembunyikannya selama 10 tahun. Setelah resmi menjadi penerus Chen Ann barulah ia menunjukkan sifat aslinya.

#Ivanov (kekasih #1)
Mafia senjata dari Rusia. Teman sekaligus rival Chen Ann dalam berbisnis. Tertarik pada Chen Ann sejak dulu, namun terhalang karena ada Lu Feng disampingnya. Setelah Chen Ann wafat dan berpindah ke tubuh Chen An tanpa sepengetahuan Lu Feng. Ia bersikeras untuk menjadikan Chen An sebagai kekasihnya.

#Ding Sheng (Kekasih #3)
Seorang interpol atau polisi khusus. Dikehidupan Chen Ann sebelumnya, ia selalu memburu Chen Ann sebagaimana seharusnya polisi bertindak terhadap mafia. Setelah berita wafatnya Chen Ann tersebar, Ia mengakui dirinya merasa hampa dan sedih. Kemudian bertemu dengan Chen An yang tubuhnya sudah ditempati oleh Chen Ann. Lambat laun ia memiliki hasrat untuk melindungi Chen An.

#Chen Yang (Kekasih #4)
Keponakan dari Chen An yang asli. Anak kulihan, bersimpatik terhadap Chen An karena dulunya Chen An sangat baik terhadapnya. Setelah mendapati pamannya mencoba bunuh diri dan dirawat di rumah sakit, dirinya lah yang membiayai dan memenuhi semua kebutuhan pamannya itu. Setelah Chen Ann menggantikan Chen An yang asli, perlahan Chen Yang mulai berminat terhadap pamannya itu apalagi setelah Chen An merubah penampilannya.

(T/N: sebenarnya masih ada lagi tokoh lainnya. Namun mimin belum sempat menjabarkannya. Untuk sementara ini saja dulu. ^ ^)

Penjelasan sedikit mengenai para kekasih Chen Ann ini.

1. Lu Feng: ia sangat terobsesi dan posesif terhadap Chen Ann. Rasa cintanya sangatlah dalam dan berbahaya. Berusaha menggantikan posisi Zhang Le dihati Chen Ann. Ia membenci setiap orang yang memiliki karakteristik persis seperti Chen Ann, karena dimatanya Chen Ann itu unik dan spesial. Untuk itulah ketika pertama kali bertemu dengan Chen An, ia sangat ingin membunuhnya. Namun ia ragu, karena aura mereka sangatlah mirip. Lambat laut ia tak bisa memungkiri bahwa ia tertarik dengan Chen An yang juga nerupakan Chen Ann yang selama ini ia cintai. Dirinya rela berbagi Chen Ann asalkan ia tetap bisa mendapatkan Chen Ann. Sifatnya sangat dingin dan tidak memuja siapapun kecuali Chen Ann. Hanya Chen Ann yang ada dimata dan hatinya. (Saya sangat suka seme yang seperti ini… ^ ^)

#Ivanov: Karnivora, pria dan wanita masuk dalam targetnya. Asalkan mereka cantik dan mempesona. Bisa dibilang seleranya sangatlah tinggi, karena statusnya sebagai mafia dari Rusia. Chen Ann juga merupakah salah satu targetnya. Tapi Chen Ann sendiri tidak menghiraukannya dan sangat acuh terhadapnya. (Bagaimana tidak, yang ada dipikiran Chen Ann adalah senjata, uang dan adiknya saja. Posisi Chen Ann dan Ivanov adalah selevel, sebagai rival dan teman bisnis. Jadi ivanov sulit untuk menjatuhkan si serigala licik ini)

#Chen Yang
Pada awalnya ia hanya membalas budi pamannya yang dulu sangat baik padanya. Namun lama kelamaan ia menaruh hati pada pamannya ini yang sudah menjadi Chen Ann. Sifatnya sedikit pencemburu dan selalu mencemaskan keadaan pamannya mengingat beliau pernah mencoba bunuh diri. Namun semenjak Chen An menjadi Chen Ann, ia banyak berubah dan merasa jarak mereka semakin menjauh. Chen Yang pun merasa tidak suka dengan hal ini. Ia ingin bersama terus dengan pamannya. Bahkan ia memutuskan pacarnya karna pacarnya itu komplain soal keadaan pamannya yang dirasa merepotkan Chen Yang. Ia juga tidak menyukai keberadaan Ivanov yang sangat dekat dengan Chen An. (Penampilan Chen An sudah banyak berubah. Giginya sudah rapi, dan ia sudah kurusan berkat make-over dari Chen Ann. Chen Ann semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang menawan dan memikat hati baik pria maupun wanita. Tentu saja penampilan Chen An yang dulu sangat tidak cocok dengan dirinya. Sifat dan karisma Chen Ann inilah yang membuat para pria ini jatuh hati padanya. Aura dan karisma adalah bawaan dari jiwa seseorang, jadi walaupun tubuhnya berbeda jiwanya lah yang membawa aura tersebut. Jadi pahamkan kenapa Lu Feng berkata bahwa aura mereka sama. Lu Feng pun tertarik pada Chen An karena aura ini. )

Prolog

[Aturan utama dalam perdagangan senjata: Jangan sampai terbunuh oleh ‘barang daganganmu’ sendiri]

Angin sejuk dengan sedikit aroma keasinan berhembus melewati lautan nan biru, dengan lembutnya mengayunkan poni kusut yang berada didahi seorang pemuda.

Chen Zhang An perlahan menghembuskan asap rokoknya yang kemudian hanyut dibawa gelombang angin laut, tanpa meninggalkan bekas apapun.

Dengan jemari yang terselipkan rokok di tangannya, ia menyapukan rambut yang mengganggu itu dari dahinya.

Duduk di teras depan, ia dapat melihat pemandangan indah bertemakan langit dan laut biru. Sinar matahari yang cerah menyinari birunya lautan layaknya emas yang berserakan, gemerlap dan berkilau.

Indah sekali.

Adakalanya, pemandangan seperti inilah yang diharapkan oleh Chen Zhang An ketika ia pensiun nanti. Hanya saja, pada saat itu harusnya dia sudah berambut putih dan bukannya hidup seperti ini dimana ia bahkan belum berusia 40 tahun.

Dan tidak dengan rantai ditangan dan kakinya.

Perlahan dan mulai mendekat, sebuah pesawat terbang air nampak dilangit biru. Chen Zhang An tahu siapa yang ada di pesawat itu.

Seseorang yang ia adopsi 10 tahun lalu.

Seorang penerus yang ia percayai dan ia andalkan selama 10 tahun ini.
Seorang Pria, yang menghianatinya, dan mengurungnya di pulau terpencil ini untuk 10 tahun kemudian.

Pria yang terlihat mirip dengan adiknya yang mati 10 tahun yang lalu.

Zhang Le

Setiap kali, setiap waktu ia teringat akan adiknya itu, hatinya merasakan sakit yang sangat mendalam.

Ia telah berjanji pada orang tuanya, yang sudah meninggal, bahwa dia pasti akan merawat dan menjaga satu-satunya anggota keluarga yang masih tersisa di dunia ini, adik tercintanya Chen Zhang Le.
Semua yang ia lakukan adalah agar adiknya dapat hidup dengan sebaik-baiknya.

Tapi akhirnya, Zhang Le menggunakan tubuhnya untuk melindunginya dari peluru yang ia jual sendiri.

Bukankah itu lucu?

Setiap kali ia memikirkannya, Chen An hanya bisa tertawa miris.
Dan yang paling mirisnya lagi adalah perkataan terakhir dari adik tersayangnya itu.

[Kak, aku mencintaimu, maafkan aku kak, aku telah mencintaimu….]

Yang seharusnya meminta maaf adalah dirinya sendiri.

Ternyata penyebab Zhang Le menjadi alkoholik dan pemakai narkoba adalah demi menghalau perasaan cintanya yang menggebu-gebu terhadap kakak/abangnya nya sendiri.

Terlihat jelas bahwa Chen An tak menyadari hal ini walaupun ia berkata dia sangat menyayangi adiknya itu.

Benarlah apa yang dikatakan mereka, ‘Chen An, kau itu sungguh tak beperasaan’. Semua kebaikannya itu hanyalah topeng agar dianggap sebagai orang baik. Kau tidak pernah sedikitpun mencintai orang lain, dan tak lebih hanyalah seorang iblis yang egois.

Seorang pedagang senjata yang dulunya terkenal dan terkuat, saat ini malah terkurung di pulau terpencil dan diperlakukan layaknya seorang wanita* oleh penerusnya sendiri.
(T/N: disini maksudnya Chen An ditiduri dan dipaksa melayani Lu Feng layaknya seorang istri.)

Jatuh dalam kekalahan yang telak ini dan mendapat perlakukan yang hina seperti ini hanya sekedar dessert saja menurut Chen An.

Chen Zhang An kemudian membuang sebahagian rokoknya ke lantai.

Seketika ia bangkit dari kursi goyangnya, rantai panjang yang ada ditangan dan kakinya berbunyi jelas dan nyaring.

Ia berbaring di teras. Pesawat air itu sekarang sudah mendarat dipinggir pantai dan seorang pemuda keluar dari pesawat. Saat Chen An melihat wajah pemuda itu, ia merasa betapa bodohnya ia bisa mengira bahwa si bajingan ini mirip dengan Zhang Le.

Walapun jaraknya masih jauh, Chen An dapat melihat tatapan hangat yang ada dimata bajingan itu ketika menatap kearahnya.

Chen An sangat mengenal ekspresi itu. Ia melihat hal yang sama pada Zhang Le, hanya saja adiknya itu pemalu dan selalu menundukkan kepalanya, tidak berani menatap langsung dirinya.

Tidak seperti bajingan ini yang berhasil menyembunyikan perasaannya itu selama 10 tahun. Hingga pada saat dirinya(Lu Feng) benar-benar menjatuhkannya dan melepas pakaian dari tubuhnya baru ia (Lu Feng) memperlihatkan ekspresi aslinya seperti ingin memangsa(Chen An) hidup-hidup.

Selain dari rantai di tangan dan kakinya yang mencegah ia dari melarikan diri dan berkali-kali meniduri Chen An setiap malam, si bajingan ini memperlakukan Chen An dengan sangat baik.

Tapi sampai kapan perlakuan baiknya akan bertahan? Saat ini memang bajingan ini tergila-gila padanya, tapi nanti jika ia sudah bosan, dan Chen An sudah tua dan tak bisa apa-apa lagi, Chen An hanya akan menjadi babi- tua yang sudah riot.

Chen Zhang An tersenyum dan kemudian melambaikan tangannya kepada pria yang sedang berjalan cepat kearahnya. Ia merasa puas setelah melihat ekpresi terkejut dan kehangatan yang terpancar dari mata si bajingan ini.

Jika diingat-ingat, baru kali ini ia melihat senyuman si bajingan ini selama masa ia ditahan.
Silahkan berbahagia.

Berbahagialah selagi kau masih bisa dasar bajingan.
Untuk kemudian senyum Chen An semakin mendalam. Dia membungkuk, mengambil pistol dari bawah kursi dan membidik ke pelipis matanya.

“Zhang Le, kakakmu akan menyusul untuk menemanimu.”

Disaat dia manarik pelatuknya, Chen Zhang An mendengar jelas teriakan menyedihkan dari si bajingan itu.
———————————–
“Paman! Jangan mati paman!”

Kenapa masih ada raungan berisik seperti ini? Sudah jelas dia telah menembak mati dirinya.

“Paman! Kau tak perlu seperti ini! Kumohon bangunlah, Paman!”

Berisik sekali!

Chen Zhang An membuka matanya untuk ‘manampar’ wajah orang yang masih menangis tiada henti sedari tadi. ‘Kenapa kau berisik sekali?
Diamlah!’