2Moons Novel – Book I [Chapter 01]

“2 Moons”

[Chapter 1] 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Hanya dua minggu saja sebelum perkuliaha dimulai. Sekarang aku adalah seorang mahasiswa baru di jurusan Sains. Ai Ming, teman baikku, adalah mahasiswa baru di jurusan Teknik. Ia mendapatkan panggilan langsung dari jurusan Teknik sedangkan aku masuk dengan cara biasa. Bagaimana dengannya? Dia adalah mahasiswa di jurusan medis.

Nyatanya, aku sangat bersemangat untuk melihatnya. Aku jatuh cinta padanya sejak SMP (Aku berani mengakuinya kalau aku sangat menyukai pria ini) Dia setahun lebih tua dariku, tapi aku sangat sulit memanggilnya P’, Sebenarnya kami tidak pernah saling berbicara. Apa yang bisa kukatakan? Tidak ada yang bisa dihormati. Dia seorang pembuli, gangster, murid nakal. Tapi tidak ada yang tau kalau dia cukup pintar untuk masuk ke jurusan Medis. Aku sudah jatuh cinta padanya sejak aku kelas 8 dan dia kelas 9. Sekarang aku adalah mahasiswa baru sedangkan dia mahasiswa tinggi. Aku adalah pengagum rahasianya dan ini adalah salah satu misiku datang belajar di Universitas ini hanya untuk bertemu dengannya. Aku merasa sangat bersemangat dan gugup sekarang. Sebenarnya Aku sedikit gemetaran dan memang seharusnya seperti ini, karena hari ini adalah hari aku pindah ke apartemen baruku yang dekat dengan kampus. Aku sama sekali belum bertemu dengannya.

Apa kau ingat namanya? “Pha” artinya hutan. Nama aslinya adalah “Phana Kongtorranin”

“P’Khrub Aku akan mengambilnya. Aku bisa mengurusinya.” Ayahku mengantarkan ku beberapa orang untuk pindah. Mereka sangat membantu tapi sekarang hanya ada tasku dan sebuah kotak berisi Action Figure “One Piece”. Aku mau mengurusnya sendiri. Aku sudah dewasa, tapi sepertinya ayahku tidak setuju dengan itu.

“Tuan muda. Jika kau butuh sesuatu tolong jangan ragu untuk memberitahuku. Hubungi saja kapan kau mau. Telpon saja aku.”

“Ia. Terima kasih”

“Dan tolong jangan lupa untuk menelpon tuan besar.”

“Iya.”

“Biar aku antar kau masuk ke ruanganmu.”

“Tidak perlu. Terima kasih. Jangan khawatir.”

Bos besar mereka sedikit keras dan serius, jadi mereka sangat khawatir denganku dan sangat menjagaku. Aku satu satunya anak di keluargaku. Kami berdua, aku dan ayah, sudah tinggal bersama sejak lama. Ini hal biasa jika dia sangat protektif.

Aku menunggu sampai pengantar pergi sebelum mereka kembali untuk melihat rumahku.

Aku hampir saja menjatuhkan Action Figure “One Piece”ku ke lantai. (Ini cukup mahal. Ini adalah model favoritku yang aku punya) Aku tidak bisa percaya. Phana Kongtorranin berjalan keluar dari apartemen ini dengan sebuah botol minuman di tangannya. Dia terlihat lelah.

Ai P’Pha… Yang asli… Misi ini sudah selesai di hari pertamaku di kehidupan perkualiahanku. Aku tidak berbohong.. Ini adalah kesempatan yang sudah lama aku tunggu-tungu.

Dia terlihat lebih tinggi dibandingkan saat dia SMA sekitar 10-20 cm lebih tinggi. Dia terlihat maskulin dengan otot-ototnya. Kulitnya lebih cerah dan dia terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Aku hampir pingsan dan tidak sanggup berdiri. Aku sangat terkejut. Aku tidak menyangka bisa sangat cepat bertemu dengannya.

Dia tinggal di apartemen yang sama denganmu… Oh My Gosh!!! Aku menangis.

“Seperti seorang anak manja yang pindah dengan bantuan.” P’Pha berpura-pura seperti bicara pada dirinya sendiri. Tapi sangat jelas dia membicarakan diriku. Aku tau dia itu sialan… Seseorang yang romantis tapi sialan. Menawan.

Aku berjalan mendekatinya mencoba untuk menyembunyikan perasaanku yang sangat ingin bertemu dengannya dan berbicara padanya.

“Apa kau membicarakan diriku?” Aku ingin memberikan percakapan yang baik, tapi hanya itu yang kupunya untuknya.

“Aku tidak tau. Mungkin dengan seekor kucing. Bagaimana menurutmu?” Dia membaliknya wajah tampannya ke arahku. Aku pikir aku cukup tinggi, tapi berdiri di samping nya.  Aku menjadi sangat pendek darinya sekitar 20 cm? Aku tidak tau. Dia sangat tinggi.

“Kau terlihat seperti anak manja. Aku peringatkan kau sebaiknya kau berhenti mengharapka keluarga mu dari sekarang. Berjuanglah sendiri.”

Bagaimana kau bisa tau? Aku ingat kau hanya seorang anak nakal yang bermain bola basked dan sebuah permainan di SMA. Beraninya kau mengajariku seperti ini?

“Bukan urusanmu.”

Dia membaliknya wajahnya sangat cepat dan hampir menjatuhkan kotak modelku. “Kau bilang apa?”

“Aku bilang ini bukan urusanmu.” Dia itu sialan, Jadi aku juga akan seperti itu padanya.

“Kau berani juga pendek. Bagaimana bisa anak baru berbicara seperti itu pada kakak tingkatnya? Dimana rasa hormatmu? Dari sekolah mana kau? Aku akan datang ke sekolahmu.” Aku tidak tau apa dia serius dengan perkataanya, tapi dia terlihat sangat marah. Tapi aku tidak takut sama sekali, nyatanya, aku sangat senang sekarang.

Dan… Maaf… tidak memberitahumu aku sangat meindukanmu.

Tapi barusan dia memanggilku apa? Pendek?

“Aku tidak pendek. Tinggi ku 178 cm.”

“Tapi kau lebih pendek dariku.”

“Jadi apa? Aku masih bisa meminjumu.” Mulutku yang buruk dengan cepat menjawabnya.

“Apa?” Dia meletakkan botol airnya dan menghadap ke arahku lagi. Jantungku berdetak dengan kencang tapi masih tergoda untuk lebih berani lagi. “Pukul aku.”

Apa kau bercanda? Memukulmu? Tidak akan. Dia mendekatkan wajahnya padaku dan itu sangat membuat ku takut. Aku bisa mendengat detak jantungku yang berdetak sangat cepat dan keras. Aku tidak mau memukulmu. Tanganku sedikit gemetaran. Aku sangat menyukainya, tapi ini bukanlah sebuah permulaan yang baik untuk sebuah hubungan diantara aku dan dia.

… Tapi aku punya alasanku sendiri…

“Aku tidak mau memukulmu. Pergi.” Aku mendorongnya menjauh dari jalanku ke apartemen.

“What the fuck?” Aku mendengar dia mengutuk dibelakangku. Setelah itu, aku tidak tau apa yang terjadi karena aku berjalan sangat cepat dan hampir berlari menuju ke kamarku dan berteriak sangat keras di bantalku yang ada di kasur.

Aku bicara dengan Phana Kongtoranin!!!

Di toko kopi yang ada di kampus…

“Aku tidak tau. Kau tau aku. Aku selalu seperti seorang sialan olehnya dan menggosipkan banyak hal tentang dia. Seperti contohnya, Aku ingat suatu hari, dia tidak mencuci rambutnya, yang mana membuatku gila karena aku sangat senang melihatnya seperti itu. Seperti sebuah gaya rambut yang sempurna. Suatu hari dia telat datang ke sekolah dan aku mengatakan beberapa hal buruk tentang nya yang datang terlambat, tapi kenyataannya dia terlihat seksi saat berlari ke sekolah seperti itu. Aku pikir dia sangat lucu. Aku merasa aku cukup mengenalnya untuk berbicara seperti itu.”

“Oh boy, Mati kau.” Ai Ming tidak mengatakan apapun setelah mendengar ceritaku. Teman baik ini adalah magnet untuk wanita. Banyak wanita dayang ke toko kopi ini hanya untuk melihat temanku yang tinggi dan tampan.

“Sial… Aku tidak tau.” Aku menutup wajahku dengan tanganku. Aku menghancurkan kesan pertamaku padanyakan?

Tidak ada yang melakukan ini. Bertingkah menyebalkan untuk orang yang dia sukai.

Ai Wayo… Apa yang kau pikirkan?

“Mungkin itu ide yang bagus.” Ai Ming menambahkan saat dia sedang minum susu coklat dingin.

“Aku melepaskan tanganku “Bagaimana bisa?”

“Dia mengingatmu sekarang. Kau bisa melanjutkan hubungan ini.”

“Apa yang kau bicarakan?”

“Kau bodoh. Kau tidak akan bisa bicara dengan baik, jadi kenapa kau memikirkannya?” Ai Ming menjelaskan “Apa yang dia harapakan saat kau bicara? P’Pha krub. Aku sangat menyukaimu. Bisakah kau pergi denganku? P’Pha krub, selamat malam. Dikehidupan selanjutnya itu juga tidak akan pernah terjadi. Atau bahkan kau cukup gila untuk melakukannya… Itu akan membutuhkan waktu tiga hari persiapan untuk mu bersiap-siap. Aku benar kan?”

“Aku…”

“Berbicara seperi itu akan memberimu kemapuan untuk berbicara padanya dengan baik. Walaupun dia akan berpikir kalau kau anak baru sialan yang datang dari neraka. Percaya padaku, dia akan melihatmu dari siapa kau sebenarnya. Apa kau mendengarku?”

“Sialan apa itu logika yang kau gunakan?”

“Hrrrr… Jika kau bisa menikah dengannya, belikan aku beberapa hadiah ucapan terima kasih.”

Bagaimana bisa si kampret ini sangat percaya diri? Aku menggelengkan kepalaku untuk menjauh dari pembicaraan yang aku lakukan dengan P’Pha tadi. Tidak peduli seberapa buruk tadi, Aku sudah bertemu dengannya lagi. Dan itulah yang terbaik, iakan?

Bagaimana aku harus berbicara padanya saat aku bertemu lagi denganya di apartemen?

Ada apa? Tinggi. Kau belajar dengan giat?

Sesuatu seperti itu? Bodoh sekali.

Di sore hari, aku bergabung dengan pertemuan pertama di sekolah ku. Aku bisa mengingat beberapa temanku, tapi belum semuanya. Aku bisa melihat dengan jelas kami memiliki sedikit murid pria dibandingkan dengan wanita di jurusan ini.

Lebih dari setengahnya feminim.

Aku duduk di bagian Biologi, yang mana adalah jurusanku. Ini adalah jurusan favoritku. Sekolah ku cukup besar. Kami punya sekitar seribu murid yang hampir menduduki seluruh gymnasium. Ini adalah pertemuan darurat, Tidak ada yang formal. Jadi beberapa dari kami menggunakan pakaian santai. Aku juga melihat seseorang menggunakan celana pendek dan kaos.

“Sawadee kha, anak-anak baru sains.”

“Swadee krub/kha.”

“Maaf untuk pertemuan mendadak hari ini.” Kepala dari Asosiai Murid Sains akan menyapa kita. Dia adalah pria pendek dan chubby dengan kelakuannya yang feminim. “Kita harus memilih perwakilan sebagai Bulan dan Bintang.”

Kami sangat penasaran seberapa mendesaknya ini.

“Karena kita ada sedikit miskomunikasi tentang jadwal. Kompetisi ini sudah di set dan dengan beberapa aktifitas yang rumit. Dan itulah kenapa kita harus bertemu dengan tidak formal seperti hari ini.”

Seribu murid? Bagaimana ini bisa tidak formal?

“Ayo lakukan ini. Setiap jurusan akan mengutus satu pria dan wanita sebagai wakil. Aku akan memberi kalian 10 menit . Jika kalian belum memilih. Aku akan memotong anggaran makanan untuk pertemuan besok.”

Hanya seperti itu. Semuanya berdiri, berkumpul dan berbiara sangat keras. Mereka mencoba untuk memilih wakil untuk setiap jurusan. Beruntungnya jurusan kami tidak sebesar itu, jadi aku cukup duduk dan mendengarkan mereka berbicara.

“Aku menyaranakn WaYo.” Salah satu dari kelompok angel menyebutkan namanya dan membuat semua orang melihat kearahku secara bersamaan. “Kelompok Angel kami sudah memperhatikanmu. Yummy. Kami Jamin. Dia kan menjadi Bulan dari sekolah kita. Bagaimana menurut kalian?”

Beberapa orang mulai setuju dengan itu tersebut, sedangkan aku mulai menolak.

“Aku bukanlah orang yang cocok.”

“Apa yang kau bicarakan? Kau adalah orang yang paling maskulin dan tampan diantara kita.” Para Angels tiba-tiba menjadi sangat kejam, tapi aku belum mebiarkan itu terjadi. “Kulit cerah, bulu mata yang cantik, dan lucu. Kau adalah orangnya. Kami akan memilihmu. Kau tidak boleh berbicara. Diam.”

“Sial tidak… Aku tidak bisa menerima ini.”

Sekarang semuanya setuju dengan dia. Ini gila. Bagaimana aku bisa mengalahkan pria dari jurusan lain. Apa yang mereka pikirkan sehingga memilihku.

Tak disangka kami semua terdiam…

“Oh Tuhan, kita punya pengunjung, anak-anak.” Ketua kami terlihat senang melihat Tim Basket yang sedang berbicara berjalan kearah Gym. Mereka terlihat terkejut saat melihat banyak murid yang ada dan memilih untuk pergi setelah melihat tempat ini tidak dapat digunakan. “Kau mau kemana? Phana. Aku melihatmu sayang. Jangan membuat ku datang ke apartemenmu malam ini.”

Phana? Si tampan murid medis, Phana? Seorang pria tinggi dengan baju basket merah?

“Sial… dia sangat tampan.” Salah satu dari angel berbicara pelan.

“P’Pha… Dia P’Pha…”

“OMG! Dia tampan sekali. Aku melihat fotonya di Fanpage Cute Boy. Secara langsung dia terlihat lebih tampan.”

“P’Phaaaaaaaaaaaaaaaaa”

P’Pha Ini… P’Pha itu… bagus sekarang semua orang membicakannya. Aku bisa melihat dia berjalan ke arah Ketua Jae dengan segan. “Ada apa?” Aku bisa mendengar percakapan mereka dari jauh.

“Kesini. Semua sedang melihat kearahmu.”

“Jadi?”

“Semuanya.” Ketua mumukul tangannya dengan lembut dan menarik dia ke depan tempat duduk kami dan kami semua menatapnya. “Ini adalah P’Phana atau P’Pha. Dia Bulan dari jurusan Medis. Beri dia tepuk tangan…”

“Tamakkk…”

“Tamakkkkkk…”

“Tamakkkkkkkk…”

“Cukup, chanee dan katoey sayang. Aku bilang beri dia tepuk tangan bukan teriakan.”

Catatan : Chanee adalah slang dari kata para perempuan. Katoey adalah slang untuk gay feminim atau lado boy 

“Phua Phua Phua” di dalam hutan. Dan mereka terdengar seperti mengucapkan “Phua” atau “Suami” dalam bahasa Thai.

Mulutku turun saat melihat dia berdiri di depanku… Dia Bulan dari Sekolah Medis?

“Terlebih lagi… Dia juga Moon dari kampus kita.”

Aku hampir pingsan lagi. Kenapa Tuhan menghukumku seperti ini? Aku merasa dia seperti tinggal di atas sana jauh dari ku. Pria jelek yang ada di bumi.

Bulan Kampus dan nominasi dari jurusan kecil.

“Apa aku boleh pergi sekarang?” Dia terlihat sangat tidak nyaman diteriaki seperti itu.

“kenapa kau terburu-buru? Katakan sesuatu untuk anak-anak baru.”

“Aku ingin bermain basket sekarang.”

“Hanya beberapa kata saja.” Dia memberikan mik kepada P’Pha.

P’Pha melihat kesekitar dan berkata “Fokus pada kelas kalian.” Di mik.

Itu sudah cukup untuk membuat beberapa anak baru gila. Berteriak seperti orang gila.

Jadi… Ini sihir. Kekuatan dari seorang Bulan kampus.

Aku memilih untuk tetap duduk disini setelah mengetahui kalai P’Pha adalah Bulan kampus. Tidak ada cara agar aku bisa sebanding dengannya atau pria yang lain bisa turun ke Ketua.

“Yo. Apa yang kau lakukan disana? Kesini.”

“Apa kalian masih belum menyerah akan diriku?”

“Tidak bisa. Pergi sekarang. Kita jurusan terakhir. Kau tidak mau membuat kita kehilangan makanan saat istirahat kan.”

“Aku tidak akan bisa mengalahkan mereka.”

“Biologi. Kita sedang menunggu wakilnya disini.” Ketua berbicara di miknya.

“Yo. Pergilah sekarang. Kau bisa melakukannya.” Sekarang semua melihat kearahku. Aku tidak punya pilihan selain turun kesana.

Hanya beberapa menit. Aku akan jadi orang pertama yang keluar. Maafkan aku semuanya.

Aku berdirih dibawah sini dan juga melihat ke arah pemain basket dengan pakian merah mereka.

“Ok, ayo mulai.”

Aku berdiri di samping Bintang, yangmana dipilih oleh temanku juga.

“Kita akan memulai prosesnya.” Ketua melihat kearah kami. Dan aku merasa sangat malu dilihat seperti itu. Aku merasa seperti monyet di kebun binatang yang dilihat oleh pengunjung. “Aku punya pertanyaan dan aku juga butuh jawaban. Siapapun yang kita suka, dia akan menjadi Bulan dan Bintang sekolah kita.”

Itu saja? Ini memang pertemuan tidak formal.

“Pertanyaannya adalah…”

“Wow Yo… Kau adalah Bulan dari jurusan Sains?” Malamnya Aku bertemu Ming. Dia bilang dia mau makan mie dan menjemputku setelahnya. Aku sudah melihat sekitar dan aku aman. Tidak ada P’Pha disekitar.

“Yes.”

“Ha ha ha ha ha” Ming tertawa gila. “Bagaimana bisa?”

“Aku tidak mau melakukannya. Aku juga menjawab pertanyaan itu dengan sembarangan. Mereka tetap memberikan posisi ini padaku.”

“Sebenarnya itu bagus. Bulan dari jurusan Sains dan Bulan kampus.” Ming melanjutkan “Siapa tau. Kau mungkin bisa jadi Bulan kampus selanjutnya bersama Bulan kampus senior.”

“Lihat aku sebelum kau bercanda.” Aku meminum susu pinkku. “Tidak mungkin itu terjadi. Sudah cukup untuk kejutannya, Aku tidak berpikir sejauh itu.”

“Kau tidak berpikir seberapa beruntungnya kau.” Ming meminum minumannya. “Semua kakak tingkat Bintang dan Bulan harus mengurus semua Bintang dan Bulan baru tahun ini. Apa kau tidak berpikir akan ada kesempatan untuk kalian berdua menghabiskan waktu bersama?”

Dia mendapatkan perhatianku. “Aku butuh yang lebih ditail.”

“Bulan Kampus tidak hanya mengurus Bintang dan Bulan dari sekolahnya tapi seluruh kampus. Menghabiskan waktu bersamamu.”

Aku menumpahkan susu Pink ku saat memikirkannya.

“Ngomon-ngomong… Apa pertanyaan yang membuatmu menjadi Bulan dari jurusan Sains?”

Aku menyunyah es ku sebelum menjawabnya. “Mereka bertanya padaku apa itu Cinta?”

“Benarkah? Itu pertanyaan yang mereka gunakan?”

“Iya”

“Dan apa jawabanmu?”

“Hm?”

“… Atau aku tidak perlu bertanya padamu? Temanku.”

“Karena aku sangat mengetahuinya. Itulah kenapa aku menjadi Bulan dari jurusan Sains.”

 

 

[Next Chapter – Chapter 02]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.