Novel 2 Moons – Chapter 36 (BEAM)

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Kupikir aku hanya mencintai gadis cantik saja, dan kemudian aku tidak yakin dengan perasaanku dengan sahabatku pada Ai Kit.

 

Dan sekarang menjadi lebih buruk karena aku menyerahkan diri pada forth begitu mudah.

 

Yeah… Sebenarnya aku sudah kehilangan semua kepercayaan diriku karena dia, Ai Forth. Ini dimulai pada malam saat aku sangat mabuk berat dan Ai Forth sangat tampan. Jika Ai Pha bukan kontestan bulan tahun itu, maka dipastikan dialah pria paling tampan di Kampus yang pantas untuk menjadi “bulan kampus” secara mutlak dan sempurna. Benarkah? Apakah aku membiarkan dia melakuka itu padaku hanya karena dia sangat tampan?

 

Atau apakah aku selalu diam-diam mencintainya?

 

Tak mungkin! Hanya memiliki perasaan untuk sahabatku pada Ai Kit sudah cukup gila. Tidak! Tapi bagaimana perasaan ini?

 

Aku mulai menjadi gila karena pemikiran ini, menjambak rambutku dan memukuli kepalaku sejak malam itu, setiap kali aku memikirkannya. Aku sangat frustrasi, kesal, dan jengkel.

 

Aku sangat bingung karena kami melakukannya dan yang terburuk adalah … aku tidak bisa mengeluarkannya dari kepalaku.

 

Dan ini menjadi lebih runyam saat aku ingin tahu lebih banyak dan segala sesuatu tentang dia. Aku sudah mencoba, percayalah, tapi aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih, berakting, dan berpura-pura tertarik. Setiap saat ketika aku melewati fakultas Teknik, aku selalu mencari jaket biru yang paling tinggi dan tampan.

 

Apa yang aku lakukan? Apakah aku menjadi banci pengoda?

 

Beberapa kali, dia mencoba berbicara denganku, tapi aku selalu menolak. Mungkin sekarang dia sudah bosan melakukan itu. Dia selalu berbicara tentang mengambil tanggung jawab dan aku selalu mengatakan bahwa aku tidak memiliki rahim, jadi aku tidak bisa hamil dan dia tidak perlu bertanggung jawab atas hal itu. Mungkin sekarang dia berpikir aku tidak ingin dia berada di sekitarku lagi. Tapi, hei, malam itu berlalukan? Biarkanlah…

 

kamu tahu apa yang terjadi sekarang? Dia pergi menghilang dari hidupku selama lima hari. Hari terakhir aku melihatnya adalah hari di kegiatan bazar.

 

Mengapa aku merasa ketakutan? Kenapa aku merasa khawatir? Dimana dia sekarang?

 

Aku harus melupakan dia. Segera melupakan dia. Kembali ke kehidupan playboy-mu. Tapi bagaimana caranya? bahkan aku tidak ingin masuk ke bar atau pub sama sekali.

 

Mengapa aku harus berkeliling fakultas Teknik? Benar… aku pasti sudah gila. Gila sejak hari dia melakukannya padaku!

 

“Bangsat!!!” Aku harus meluangkan waktu untuk belajar tidak boleh memikirkannya seperti ini. (aku sangat menyesal untuk pasien masa depanku. Dokter-mu menjadi gila karena pria ini.) Hari ini seperti hari yang lainya saat aku mengendari mobilkku sendiri. Biasanya aku akan mengajak Ai Kit untuk menemaniku, tapi hari ini dia harus menempel bersama Ai Pha karena Pring meminta bantuan untuk merevisi makalahnya. Jadi, hari ini Ai Kit harus menjadi orangg-ketiga untuk Pha. Bajingan itu berusaha sekuat tenaga melindungi dirinya sendiri demi Nong Yo secara fisik dan emosional. Bertingkah seperti Pria sejati.

 

(suara mobil mengerem mendadak)

 

Rem mendadakku dikarenakan ada sepeda motor yang melaju lewat di depan mobilku begitu kencang dan aku pikir aku hampir menabraknya. Anak sundal! Apa yang sedang terjadi? Aku lagi galau disini. Dan aku hampir membuka jendela untuk berteriak pada orang itu, tapi kemudian aku melihat jaket biru Teknik si pengendara motor. Aku agak tertegun.

 

Siapa yang mengatakan tentang mengambil tanggung jawab? Dan kenapa kau melakukan ini padaku?

 

Aku sudah berusaha menyalahkan diriku selama beberapa hari terakhir ini karena akulah yang mengejarnya. Jadi, aku mencoba menenangkan diri dan terus menyetir. Ai Forth yang mengendarai sepeda motor itu. Kenapa dia harus mengendarainya sekencang itu? Apa yang dia pikirkan? Mengapa kamu tidak khawatir dengan keselamatanmu sendiri?

 

Yeah… Sekarang aku ikutan ngebut untuk mengejar sepeda motor itu tanpa ku sadari. Kenapa aku melakukan ini?

 

Tentu untuk melihat kemana dia pergi? Dan tentu saja, ini menuju ke fakultas Teknik. Begitu dia memarkir sepeda montornya, dia langsung masuk ke gedung. Dia tertingkah seperti ada sesuatu yang buruk telah terjadi.

 

Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi dengannya. Kenapa dia harus terburu-buru? aku bisa merasakan keragu-raguanku, tapi ketika aku menyadarinya, aku sudah keluar dari mobil. Kenapa ini terjadi padaku?

 

Untung aku sering kesini. (Terakhir kali aku berada di sini adalah pada hari aku datang dengan seorang gadis dan malam itu kami melakukannya. Apakah aku terlalu terobsesi dengan malam itu atau apa?) Jadi, aku tahu bangunan ini dengan cukup baik. Tidak butuh waktu lama sampai aku tahu apa yang terjadi dengan Ai Forth.

 

Ada pertempuran berdarah di dalam bangunan itu.

 

Aku syok. Meski pun aku seorang playboy, tapi pertempuran berdarah, bukan ligaku. aku tidak pernah membiarkan orang menyakitiku, dan aku juga tidak pernah menyakiti siapapun. Di depanku ada dua kelompok mahasiswa saling bertempur. Jaket biru dan jaket dengan warna lain dari sekolah lain.

 

Apa yang harus aku lakukan? Mereka meninju dan menendang satu sama lain dengan keras.

 

Sementara aku memikirkan apa yang harus kulakukan, Ai Forth melihatku. Ada bercak darah di wajahnya. aku tidak tahu apakah itu darahnya atau darah orang lain.

 

Kenapa kalian perlu melakukan pertarungan berdarah yang hebat ini?

 

“Beam” Ai Forth terkejut memanggil namaku.

 

Dan itu membuat lawan-lawannya melihatku dan mengira aku adalah salah satu mahasiswa jaket biru. (Apakah aku terlihat seperti dari fakultas teknik? Bangsat!) Salah satu dari mereka melompat ke sisi-ku.

Brengsek! Sial! Bajingan! Aku ke sini bukan untuk bertarung, Aku bersumpah. “Bangsat!”

 

Aku meringis ketika orang itu berjalan ke arahku dan hendak memukulku. Aku menendang dia.

 

Orang itu jatuh ke lantai dan itu juga mengejutkan Ai Forth.

 

“kamu bisa menjaga diri dengan baik” Ai Forth nampaknya sangat kagum denganku.

 

Apa yang kau bicarakan? aku tidak ada hubungannya dengan ini. aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang karena pria ke-dua, pria ke-tiga, dan beberapa pria lain datang ke arahku. Apakah aku menjadi salah satu jaket biru bagi mereka?

 

Aku tidak pandai berkelahi. Tapi cukup baik untuk melindungi diri, jadi aku mendapat beberapa pukulan dan tendangan dari mereka, tapi setiap kali ada orang yan berhasil memukulku, saat itu juga Ai Forth akan datang untuk menyingkirkan orang itu satu per satu. Astaga! Kenapa ini terjadi padaku?

 

Kami bertempur beberapa saat sampai kami mendengar peluit ditiup. Dan tiba-tiba semua orang berlari. Menghilang dengan cepat. Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Jadi Ai Forth meraih lenganku dan menarikku untuk berlari.

 

Brengsek! Pengalaman pertama pada pertempuran berdarah seperti ini. aku sangat beruntung karena boss kami, Ai Pha tidak memiliki banyak musuh saat di SMA. Dan jika kita memiliki musuh, Ai Pha selalu mengurus mereka untuk kami. Dia bukan hanya jago bermain basket, tapi dia juga sabuk hitam Taekwando. Jadi yeah… Dia bisa mengurus hal ini untuk kami.

 

“Bagaimana kamu sampai di sini?” Forth bertanya saat kita masih berlari.

 

“Kemari.” aku berbicara dengannya sementara aku menekan remote untuk membuka mobil. Kami berdua masuk ke mobil dan menyetir jejauh mungkin. Tidak mungkin aku membiarkan diriku tertangkap oleh penjaga kampus itu. aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti ini merusak reputasiku. Cukup sulit masuk ke universitas itu.

 

“Apakah mobil Mung (kamu) … Err.r … Mobil Beam?” Ai Forth bertanya dengan sedikit terkejut.

Catatan: Bahasa Thailand memiliki beberapa tingkat berbicara dengan kata yang sama. Contohnya “kamu” . bahasa sopan adalah “Tan” atau “Khun”, maka level untuk pertemanan adalah “Ter” atau “Gae”, level pertemanan yang amat sangat dekat (kata kasar pada umumnya) adalah “Mung”. Yang merupakan level yang biasa digunakan Forth dengan Beam. Tapi sekarang dia menggunakan “Beam” dan bukan “Mung” untuk menunjukkan bahwa dia berpindah ke zona lain yang bukan “Friend Zone” lagi. Banyak orang Thailand saling memanggil nickname saat mereka berkencan atau jatuh cinta pada seseorang, ini membuat kesan sangat unyu.

 

“Ya kenapa?”

 

“Aku ingat mobil Beam, tapi aku tidak ingat nomor plat mu, aku pikir itu bukan mobilmu, mengemudi sangat lambat, jadi tadi aku memotong jalurmu.”

 

Bangsat! Aku jadi galau melihat dia.

 

“Kita harus baik-baik saja di sini.” Ai Forth melihat sekeliling sebelum memberitahuku itu. “Bisakah kamu ceritakan sekarang apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan di fakultas teknik? Mengikutiku?” Forth menggodaku saat dia masih memiliki darah di wajahnya. Tapi dia masih sangat tampan.

 

“Tidak, Guu (aku) tidak melakukannya.”

 

Catatan: Sekali lagi aku ingin menunjukkan kepada kalian bahwa untuk Beam dia masih mencoba menggunakan kata “Guu”, yang berarti “aku” tapi ini adalah kata kasar di tingkat teman amat sangat dekat.

 

“Umm … itu?” Tentu saja dia tidak akan percaya. “Begitu banyak darah di wajah-Mung (wajahmu).”

 

“Aku melihat beberapa dari mereka menggunakan ‘brass-knuckle’.”

 

“Bajingan!” aku berteriak keras “Aku tak pernah tau kamu memiliki musuh.”

 

“Mereka bukan musuhku, tapi itu martabat persaudaraan. Jika kami bertempur, kita semua akan bertarung.” Aku sangat sakit kepala dengan Logika SOTUS dari fakultas tenik ini. Tapi sekarang aku bahkan tidak tahu ke mana aku pergi.

 

“Beam, apa kau terluka?”

 

“Tidak,” balasku. Meski pertempuran berdarah, pakaianku sedikit kotor dari bekas cap sepatu seseorang. Dan banyak lagi darah atau memar. Jadi secara keseluruhannya, aku super okey.

 

“kamu yakin?”

 

“Sangat yakin” lalu saat itu menjadi tenang lagi di dalam mobil. “Ahem! Mung (kamu) tidak harus berbicara dengan sopan kepada Guu (aku) Mari kita bicara dengan cara yang sama, bisakkan?” Meski kita tidakkan pernah sama lagi seperti dulu.

 

Setelah malam seperti itu, tidak ada yang bisa memastikan akan bertingkah sama. Entah itu akan lebih baik, atau lebih buruk.

 

“Bagaimana?”

 

forth bahkan tidak peduli. “Tidak, itu tidak akan pernah sama. Aku sudah bilang ini padamu.”

 

“bilang apa?” Aku memegang kemudi lebih kencang.

 

“Aku akan mencoba untuk memenangkan hati-mu.”

 

(Bunyi rem mobil secara mendadak)

 

Aku bersumpah aku menyentuh pedal rem hanya sedikit, tapi cukup membuat Kepala Ai Forth hampir menabrak dashboard mobil.

 

“Mengapa kamu harus terkejut seperti itu?” Dia menggosok dahinya.

 

“Tidak, aku tidak mempercayaimu, kamu pikir kamu bisa bercanda denganku.” aku mencoba berselisih.

 

“kenapa aku harus bercanda? Kenapa kamu berfikir seperti itu? Tidak bisakah kamu melihat usahaku?

 

“Diam!” aku berteriak “dari hal yang bisa aku pikirkan, mungkin kamu melakukan itu karena kamu merasa kasihan padaku, bukan karena kamu menginginkan aku.”

 

“….”

 

Mengapa aku harus merendahkan nadaku? Dan merasa aneh. Ini seperti rolling coaster … seperti kupu-kupu di dalam perutku.

 

Apakah aku merasa kasihan dengan apa yang baru aku katakan? Maaf kalau aku menyakiti perasaannya?

 

Atau seperti aku berulang kali mengatakan pada diriku sendiri bahwa dia melakukan itu karena kebaikannya seperti manusia makhluk normal.

 

“TIDAK!”

 

Ai Forth membuatku kaget. Sebagai gantinya Aku melihat dia, bukan ke jalan.

 

“Awalnya, aku pikir itu karena perasaan bersalah yang aku miliki padamu dan ingin bertanggung jawab, tapi…” Ai Forth melihat ke luar.

 

“Beam membuat Forth jatuh cinta dengan Beam …”

 

Aku berubah untuk melihat di jalan lagi, tapi jujur ​​aku tidak bisa melihat jalan lagi. Sebagai faktanya, aku Tidak bisa melihat apapun karena kalimat itu.

 

“Beam ada di sini… Sepanjang waktu …” Dia menunjuk ke kepalanya.

 

“Aku sangat ahli di tempat tidur, menggairahkan dan seksi, bukankah kau berpikir begitu?” Aku mencoba untuk menjadi koyol. Tapi kemudian aku merasa sangat menyesal mengatakannya dengan frontal. Reputasi buruk playboy sepertiku. Persetan!

 

Ai Forth tawa “Ya, memang seperti itu.”

 

Sunyi lagi di mobilku. Sekarang aku mendesah saat mengemudi dan tidak tahu sudah seberapa jauh dari kampus. Jadi aku berhenti di suatu tempat dan mengatakan pada Forth “aku akan segera kembali.”

 

“Kemana kamu pergi?” Tanya Forth. “Tunggu saja di sini.”

 

Aku masuk ke apotek untuk membeli P3K dan melemparkannya ke pangkuan Ai Forth saat aku kembali ke mobil.

 

Dia menatapku dan bingung “untukku?”

 

“Bukan. Aku akan menagih uangmu nanti.” aku bercanda.

 

“Awwww … kamu sangat unyu.”

 

Merinding… Biasanya orang akan mengatakan aku tampan atau pintar, tapi Ai Forth mengatakan aku unyu. Dan aku juga senang mendengarnya!?

 

“Darahmu akan meneteskan di mobilku.” Aku mengambil sekotak kasa dari dalam kotak dan memberikan kepadanya. “bersihakan sedikit.”

 

“Forth juga merasa terluka di lengan Forth, tidak bisa mengangkat lenganku ke sini.” Ai Forth mencoba mengangkat tangannya untuk menunjukkan padaku … Tunggu sebentar … Mengapa terlihat lemah?!?!

 

“Patah atau retak tulang? Brengsek, kenapa tidak memberitahuku, jadi aku akan  mengantarmu ke rumah sakit!” Aku berteriak dan memaki sebelum melaju mobil dan hendak pergi ke rumah sakit.

 

“Kenapa kita harus pergi ke rumah sakit? aku punya dokter disini.”

 

Aku tertegun “aku bukan seorang dokter. aku hanya mahasiswa tingkat ke-dua dari fakultas kedokteran.”

 

“Bisakah kamu menolongku?”

 

“Apa?”

 

” Please, Please, Please.”

 

Tidak Sialan!! Aku menggelengkan kepala … Tidak mau! Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku bahkan tidak bisa melihat wajahmu lebih dari 5 detik. aku tidak tahu apakah itu karena aku merasa bersalah atau aku masih merasa malu karena malam itu.

 

“Ini benar-benar sakit” Dia mengulangi sampai aku harus memaksa mataku dan mengambil kasa itu dari tangannya.

 

Ketika aku melihat wajah Ai Forth, aku seharusnya benar-benar fokus pada area luka itu. Bukan sepasang mata berkilauan tajam yang menatapku kembali. Matanya tidak hanya tajam dan berkilauan, tapi juga manis dan imut. Belum lagi tentang ekpresi nya…

 

Setiap saat saat melihatnya, aku selalu memikirkan kita di malam itu. Apa yang aku pikirkan?

 

“OUCH!!!!”

 

“Ahhhhhh …. maafkan aku …” aku juga berteriak keras. Ai Forth menggunakan tangannya untuk menutupi lukanya. “sakit” teriaknya.

 

“kamu seharusnya tidak membiarkan aku melakukan ini untukmu.”

 

“forth percaya beam.”

 

percaya?

 

Percaya… lagi Aku sedang memikirkan tentang malam itu lagi …

 

“Aneh, apakah beam perlu menemui psikolog?” Forth bertanya saat aku membuat beberapa wajah aneh.

 

“Kamu gila?”

 

“Tidak … Bukan aku … tapi beam.”

 

“Siapa yang melakukan ini kepadaku? Siapa yang sebenarnya menyebabkan kegilaan ini?”

 

“Tapi beam yang memintanya terlebih dulu.”

 

“…” Dia benar.

 

“Oh Oh Oh … maafkan forth, forth tidak akan mengatakannya lagi.”

 

Aku mendesah dan merasa seperti bajingan busuk lagi. Bukan karena forth, sudah dipastikan. Tapi karena sekarang aku sama sekali bukan diriku sendiri.

 

“Sebenarnya, forth tidak ingin menghilang selama 4-5 hari seperti itu Tapi forth tidak mau mengganggu beam, forth tidak ingin membuat beam merasa terganggu.”

 

“…”

 

“Bagaimana dengan ini, forth akan terus melakukan apa yang ingin forth lakukan, apakah beam suka atau tidak, tapi bagaimanapun, forth hanya ingin memberi tahu beam bahwa forth tidak ingin beam khawatir atau tidak nyaman.”

 

“…”

 

“Forth peduli.”

 

Aku mencoba melihat ke arah lain. Meski ada banyak lampu jalan dan cahaya di luar sana, aku sama sekali tidak bisa melihat apa-pun.

 

“Melihat Beam menjadi seperti ini, menjadi tidak bahagia, dan forth merasa benar-benar

Bersalah. ” Forth terus berbicara “Apa ini?” Dia mengeluarkan satu botol kecil keluar dari tas dan bertanya.

 

“Yodium Tincture”jawabku.

 

“Sial, tidak!” Dia meletakkannya kembali ke dalam tas.

 

“kenapa?”

 

“Rasa terbakar.” Forth membuat wajah ketakutan.

 

“kamu membutuhkan ini, ini luka segar dan perlu dibersihkan.”

 

“Tidak mau… Tidak mau…” Dia memutuskan untuk membungkus tas P3K dan menyisihkannya.

 

“Tapi lukamu perlu disterilkan.”

 

“Nanti.”

 

“Tidak, harus sekarang.”

 

“Tidak mau, itu rasanya seperti terbakar.”

 

“Ai Forth”

 

“…”

 

“Sial.”

 

Aku merampas tas dari dia dan mengambil barang-barang yang aku butuhkan untuk mensterilkan.

 

“Apa kamu serius?” forth masih ketakutan.

 

“Seriuslah, kalau tidak, kamu mungkin bisa infeksi nanti.”

 

“Sial! Ini akan terasa sangat menyakitkan.”

 

“Dan saat kamu dipukul atau mempukul tidakkah kamu merasa sakit?”

 

“Saat itu forth tidak bisa memikirkan apapun, hanya martabat dan istri-ku yang datang entah dari mana.”

 

“Apa yang baru kamu katakan?”

 

“Tidak, forth tidak mengatakan apapun.” Forth berbicara sebelum menjerit keras karena aku meletakkan kasa dengan Iodine Tincture di atas lukanya “AKKKKKKKKKKKKK!!!”

 

Wajahnya seperti wajah brandalan kasar yang tampan, tapi saat dia menjerit seperti bayi.

 

Aku menatapnya dan menggelengkan kepala dengan letih. Bayi ini sedang makan malam dengan lahap.

 

Sebenarnya, dia masih sangat ganteng bahkan saat dia memiliki kain kasa yang menempel di wajahnya. Brandalan Gangster dengan bertindik telinga, dan tato-tato itu (yang sekarang sudah aku lihat secara keseluruhan dari tatonya. Brengsek!) Sebaliknya, ia memiliki warna kulit yang sangat cerah, gigi bersih dan putih yang sempurna, dan bibir indah itu.

 

Dia sangat sempurna untuk menjadi runner up pertama bulan kampus.

 

“Kenapa kamu menatapku?” Dia mendongak dan melihatku menatapnya. Jadi aku refleks melihat ke arah lain dengan segera. “Dan bukankah kamu lapar? Pesan sesuatu dan makan bersama denganku.”

 

“Tidak, aku harus pergi di suatu tempat.”

 

“Dengan siapa? Kit atau Ai Pha?”

 

Aku melihat wajahnya dan berkedip.

 

“Oke, forth minta maaf, forth tidak bisa menanyakan jenis pertanyaan itu.” Dia tampak kesal, tapi tidak memiliki kesan buruk. Dia membuat seperti dia ingin memberi aku beberapa ruang. Ini sama seperti ketika dia mengatakan dia akan mencoba untuk memenangkan hatiku dan berkencan denganku, tapi dia akan membiarkan aku menjadi diriku sendiri, dan dia benar-benar melakukannya sekarang juga.

 

Persetan! Kenapa aku harus merasa tersakiti saat aku membuatnya terlihat sangat kesal seperti ini?

 

“Bagaimana kondisi Beam? Tidak sakit lagi kan?”

 

“Apa kamu bercanda? Itu sudah beberapa hari yang lalu …”

 

“forth tidak tahu.” Dia melihat ke bawah di atas meja dan tampak sangat kesal. “itu kasar, Tidak ada pelumas, Tidak ada kondom… Itu pasti menyakitkan karena forth melihat darah.”

 

Mengapa harus membahas ini?

 

“Aku baik-baik saja sekarang.” aku mencoba mengubah topik “Apa kamu sudah selesai? aku akan memberi kamu tumpangan.”

 

“beam bisa pergi jika beam terburu-buru, forth bisa memanggil beberapa teman untuk meminta bantuan menjemputku.”

 

Dia pikir aku sedang terburu-buru. Wajahnya tidak terlihat serius, tapi wajahku sangat serius dan kesal sejak aku berbohong. aku bertingkah seperti orang yang melakukan banyak hal untuk ditangani, sementara dia bersikap polos dan sederhana.

 

“Tidak. Aku akan memberimu tumpangan.”

 

“Tapi kamu harus kembali ke kampus, sepeda motor forth parkir di sana.”

 

“OK, tidak masalah.”

 

“Bagaimana dengan seseorang yang menunggumu? Apakah dia akan baik-baik saja? beam terlihat terburu-buru.”

 

“Baiklah, kalau begitu aku pergi.” Aku berdiri dan berjalan pergi. Ai Forth terlihat sangat terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa. Sampai aku berjalan kembali dan berkata. “Hi … Sudah berapa lama kamu menunggu? Aku sangat menyesal karena sudah terlambat, aku sedang menunggu seseorang brengsek yang sedang makan malam.”

 

Ai Forth terlihat sangat bingung sebelum tertawa terbahak-bahak. “Oh … benarkah? Orang brengsek itu pasti sangat tampan, aku cukup yakin itu.”

 

“Tak lebih dariku.”

 

“Forth tidak berpikir begitu.”

 

“Apa yang baru kamu katakan?”

 

“Tidak, krub.” forth mebalasan dengan cepat. “Sekarang kamu sudah di sini, beam pasti lapar, Ayo pesan sesuatu untukmu. ”

 

“Bisakah aku melihat Menu?”

 

Ai Forth tersenyum menunjukkan giginya yang sempurna. “Tentu saja, tuan, tolong lihat menunya?”

 

Itu dia. aku menghentikan dan menghilanggkan semua dramaku dan bersikap polos dan sederhana dengannya.

 

… Bukankah dia satu-satunya yang peduli.

 

“Yang ini enak, coba saja.”

 

“Kupikir aku satu-satunya yang menyukai hidangan ini.”

 

“Forth pilihkan untuk Beam, yang ini dan yang ini juga.”

 

“Berhenti … Hidanganku penuh dengan makanan sekarang.”

Catatan: Memiliki makanan dalam gaya Thailand. Kami biasanya memesan makanan untuk dibagikan. Dan kita memiliki beras sendiri (dikukus atau direbus). Saat kita makan, kita menggunakan sendok berbeda untuk menggali makanan, memasukkannya ke dalam piring kita dan mengembalikan sendok khusus mengambil lauk. Kemudian gunakan sendok dan garpu masing-masing untuk makan makanan kita. Cara Forth memperlakukan Beam adalah dia menggali banyak makanan dan dimasukkan ke dalam piringannya.

 

“kamu perlu mendapatkan cukup nutrisi.”

 

“Cukup gizi pantatku.”

 

“Hahahaha”

 

“Kenapa kau selalu memperlakukanku seperti aku hamil?”

 

“Tidak, bukan aku.”

 

“…”

 

“… lebih seperti seorang istri.”

 

“Istri pantatku. kamu brengsek!!!”

 

“Shhhhhhh … hhhh …. Terlalu keras.”

 

“aku tidak tahu dan aku tidak peduli. Lain kali, kamu yang harus menjadi istriku.”

 

“Apakah kita bisa memiliki ‘waktu berikutnya’?”

 

“…”

 

“Tentu, tidak masalah, tapi kita berdua harus sadar.”

 

“Diam!”

 

“Beam akan puas, jauh lebih puas dari malam itu.”

 

“Aku bilang diammmm…”

 

“Tapi kaulah yang mengatakan bahwa kau akan meniduriku lain kali.”

 

“Apakah kamu membiarkan aku?”

 

“Tidak”

 

“kamu anak sundal, tidak adil, itu sangat tidak adil !!!”

 

“Terlambat, baby.”

 

“Tidak, aku tidak akan membiarkan kamu melakukannya lagi lain kali.”

 

“Tapi Forth sudah melakukannya pada Beam na.”

 

“Diam! Berhenti mengulanginya.”

 

“Hahahaha”

 

“Suatu hari kau lebih baik hati-hati, kamu akan menjadi milikku.”

 

“Jadi … ini serius akan ada lain kali.”

 

“Ummm …. tidak … Brengsek Tidak… aku tidak mengatakan itu.”

 

“Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha …”

 


 

 

Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan