Novel 2 Moons – Chapter 37 (Forth)

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Ini adalah dinding Facebook Beam.

 

Seorang mahasiswa menengah yang masih merupakan pelajar menengah. Tidak masalah seberapa gila atau playboy dirinya, Facebook-nya belum pernah di update. Status terakhir yang dia posting adalah ketika dia pergi untuk minum dengan Pha dan Kit bulan lalu. Rasanya seperti 15 hari yang lalu.

 

Dia baru saja mengantarku pulang ke kampus. Bahkan aku berusaha keras mentratirnya es krim denganku, tapi dia terus berteriak padaku karena makan sesuatu yang dingin dan manis tidak akan bagus untuk luka segar di wajahku. Sebenarnya Aku tidak benar-benar ingin makan itu. aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. tapi aku harus mendengarkan calon istri masa depan ku. (Ei Ei Ei Jangan benci aku) Lalu dia pulang ke rumah, sementara aku diam-diam membuntutinya dengan Sepeda motor mengekori mobilnya kembali ke apartemennya. Untung dia tidak menghentikan mobil dan mengusirku lagi.

 

Dalam lima hari terakhir, aku sangat tergila-gila pada Beam. Percayalah kepadaku. Aku sudah memeriksa dinding Facebook-nya setiap hari dan menunggunya online. Itu sudah cukup betapa gilanya aku.

 

Benar. aku mungkin sedikit berlebihan. Tapi seperti yang aku katakan, aku mungkin tampak kasar dan agresif dari luar, tapi dari dalam aku sangat membutuhkannya seperti orang gila.

 

Hatiku penuh dengan Beam, Beam, Beam, dan Beam.

 

Ini berbeda dengan perasaan yang aku alami untuk Nong Yo sebelumnya. Bagi Yo, aku merasa ingin merawatnya dengan kelemah lembutan. aku tidak tahu Sepertinya dia selalu membutuhkan seseorang untuk menjaganya.

 

Tapi dengan Beam, dia tidak terlihat seseorang yang membutuhkan pertolongan. Dia bisa menjaga dirinya sendiri (aku masih ingat saat dia mendorongku pergi. Dan jika kita pacaran, aku seharusnya tidak berani pulang terlambat.) Dia pria jangkung (tapi aku lebih tinggi) dan juga tidak ceking. Katakanlah dia pria tampan yang sempurna.

 

Bagaimana bisa dia membuatku sangat merindukannya? Astaga!

 

Sentuhan…

 

Erangan…

 

Aku salah jik mengatakan Beam itu gila, tapi faktanya adalah akulah yang gila … Ubah topiknya, Mr.Forth !!!

 

Aku mendesah panjang saat mengetik status baru Facebook. Ini hanya cara untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan di dalam diriku. Itu membantu. Aku berharap Beam akan datang untuk melihat status dan dia akan melihat begitu banyak “lagu cinta” yang aku posting. kamu benar-benar kacau, Mr.Forth … (Mendesah)

 

Status FB: I Miss You…

 

Aku mengetik apa yang aku rasakan dan tidak lama kemudian gadis-gadis datang untuk membanjirikku, Seperti itu, lalu teman-temanku mengetik komentar sarkastik. Sebagian besar gadis bertanya, siapa orang yang aku rindukan ini, tapi sebagian besar temanku mengatakan sesuatu seperti …

 

Jika kamu horny, maka ketuklah pintu.

 

Yeah… itu ocehan temanku. Mereka senang menggodaku dengan berkomentar setelah status terbarukku. Banjir komentar.

 

Ya … ini teman-temanku yang brengsek. aku harus mengetik balasan dan banyak memaki juga. Mereka seperti mengomel. Jangan pernah meninggalkan ruang bagiku untuk bernapas dan selalu siap untuk dipukuli olehku saat aku sedang merasa down. Itulah hobinya. (Tentu saja mereka tahu bahwa aku tidak sedang sedih di sini. Just in love.)

 

Aku surfing di Facebook sedikit lebih banyak sebagai pria jomblo dan tak berkencan (aku harus belajar, tapi, yah… aku tidak mau Ha Ha Ha) Aku juga tidak berpikir Beam juga akan online. Dia biasanya datang setiap tiga bulan sekali. (aku mengerjakan pekerjaan rumah stalker-ku di dinding-nya juga.) Jadi, yang bisa aku lakukan sekarang adalah melihat semua foto lamanya yang pernah postingnya. Dia playboy yang sempurna. Pintar dan waspada. Dia tidak pernah memposting foto dirinya dengan siapa pun yang dia kencani di profilnya.

 

Aku terus berselancar di album fotonya dan aku menemukan satu foto aku dengan dia!

 

Kenapa aku tidak melihat foto ini sebelumnya?

 

Ini foto kita yang diambil di dalam sebuah bar. Aku merangkul lehernya dan dia juga melakukan hal yang sama padaku. Ada gelas minum di tangan kami lainya.

 

Kapan ini diambil? Aku bahkan tidak bisa mengingatnya. Tapi mulai sekarang aku akan melakukannya. aku menyimpannya di telepon tanpa ragu. Beam mengeposkannya dengan judul …

 

“Bajingan sialan ini terlalu tampan. Turunkan itu sedikit, bisakan? #forthbeam ”

 

Sudah beberapa bulan sejak dia posting ini? aku suka judulnya. aku suka hashtag. Dia mungkin mengetikkannya untuk bersenang-senang tanpa perasaan karena kita belum memiliki hubungan mendalam dan penuh gairah. Dia mungkin menganggapku hanya sebagai teman di sebuah bar.

 

Khususnya, pada saat ini, aku sangat bahagia dengan judul itu. Itu membuat aku tersenyum seperti orang bodoh. Tanpa sengaja aku klik like pada gambar itu, yang seharusnya aku lakukan itu sejak lama.

 

Setelah menyerap cukup banyak kebahagiaan, aku memutuskan untuk mandi dan bersiap tidur. Setelah mandi, aku mengecek wajahku untuk melihat kerusakan yang terjadi tadi. Tidak seburuk itu. Hanya beberapa memar di pipi dan mulutku. Sekarang sudah waktunya tidur. Sementara aku akan mematikan komputerku, aku melihat itu…

 

Beam mengirimi aku pesan obrolan!

 

Beam Msg : WTF! kenapa kamu mem-popup foto lama seperti itu disaat sekarang ini?

 

Aku bingung apa yang terjadi di sini!?!? Tapi kemudian aku mengerti apa yang dia maksutkan. Saat aku klik like itu, gambar itu terpopup kembali, sekaran banyak feed baru dari orang dan sekarang menjadi sasaran empuk bagi banyak teman kita. Sebuah banjir besar komentar dan like datang di bawah foto yang aku klik.

 

Kebanyakan mereka adalah temanku dari fakultas teknik. Mereka semua tahu bahwa aku mencoba untuk berkencan dengan Beam. Ini sangat kacau. Rahangku jatuh setelah melihat komentar dan like. Aku merasa seperti Beam menatapku dengan wajahnya yang sangat marah. Dia pasti sangat kesal karena memiliki pria maskulin yang menggoda dia. aku harus membalas dengan sangat cepat.

 

Forth Msg : Aku baru melihatnya.

 

Forth Msg : Apa kamu marah padaku?

 

Dia membaca, tapi tidak membalas apapun. Badai akan datang, aku bisa merasakannya. Aku menjambak rambutku dan marah pada diriku sendiri. Aku sering membuat Beam marah padaku akhir-akhir ini. Ini benar-benar salahku.

 

Dia masih diam dan sekarang offline. Bangsat! Sekarang bagaimana aku bisa memintanya untuk memaafkan aku?

 

Sialan! Aku sangat kacau … aku tidak bisa menelponnya sekarang. aku tidak ingin bereaksi berlebihan tapi akhir-akhir ini aku merasa aku tidak bisa menjadi dirikku sendiri, itu adalah hal yang baik. Sebenarnya itu hal terbaik. aku tidak pernah membiarkan orang menang. Tidak seorangpun tapi dia …

 

Tapi bagaimana kalau dia sedang kesal? Bagaimana jika dia mengeluh tentangku dengan teman-temannya? (Khusus Ai Pha, dia selalu bertindak seperti Ayah Kit dan Beam.) Tapi itu bagus, kan? Namaku akan disebutkan oleh Beam. Tidak Tidak Tidak … aku fokus pada titik yang salah di sini … Ayo! Berkonsentrasi … Forth … Berkonsentrasilah…

 

Sementara aku menjadi gila di sini membuat keputusan untuk menelepon atau tidak menelepon (dan menelepon akan menang), ponselku bergetar dan berdering begitu keras.

 

Aku terkejut karena itu telpon dari ayah Beam. Biasanya Ai Pha tidak memanggilku kecuali dia ingin memintaku bergabung dengannya untuk minum. Khususnya, setelah dia berkencan dengan Nong Yo, dia bahkan lebih pendiam dan hampir kehilangan kontak denganku. Dan sekarang dia menelepon … Apa yang terjadi di sini?

 

Aku mengangkatnya.

 

“Ada apa?” aku menyambut.

 

“Dimana kamu sekarang?” Bukan suara kesal yang dia miliki. Dia bukan orang yang posesif atas Nong Yo lagi, aku percaya itu.

 

“Kamarku Apa yang terjadi?” Kami sama-sama pria. Berapa lama kita bisa saling marah? Suaraku juga oke.

 

“Kita harus bicara.” Sekarang suaranya terdengar serius.

 

“Tentang apa? Mudah-mudahan ini bukan tentang istrimu.” aku khawatir.

 

“Itu juga, tapi … aku tidak tahu.”

 

“Ayolah! Pikirkan dulu sebelum meneleponku, bisakan? Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?”

 

“kebanyakan tentang sahabatku Ai Beam, Kita perlu bicara.”

 

Aku melihat arlojiku. Sialan! Sekarang sudah hampir jam 1 pagi dan aku baru saja kembali dari pertempuran kampus dan makan malam bersama Beam.

 

Tapi … Hei … Ini adalah pembicaraan man-to-man. Tentu saja, aku juga ingin membersihkan semuanya.

 

“Oke, dimana kamu mau ketemu?”

 

“(P’Pha … kemana kamu pergi?) Tunggu sebentar, Forth … Krub?” Suaranya lansung berubah drastis. Seperti pussy. Mengubah suaranya menjadi sangat rumit dan maskulin menjadi baby manis yang berbicara dengan pacarnya. “(Ini sudah larut, kemana kamu pergi?) Ai Forth haus, dia perlu minum dan dia memanggilku untuk bergabung dengannya.”

 

Pembohong!!! Seperti jagoan !!! Menyalahkan aku untuk menjaga wajahnya di depan istrinya. Bajingan kau, Ai bangsat.

 

“(Oh, baiklah..)” Suara Yo sangat lucu dan menggemaskan … Tidak Tidak Tidak … Aku tidak bisa berpikir seperti itu padanya … Aku menggelengkan dia dari kepalaku. Jika Ai Pha tahu bahwa aku mengagumi pacarnya, dia akan membunuhku dengan pasti. “(Ke mana kalian pergi? bolehkah aku bergabung? aku tidak ingin belajar lagi.) Tidak! Yo besok sedang ujian, kan? (Tapi aku sudah bosan belajar.) Tidak! Ini adalah semester pertamamu, kamu perlu melakukan yang terbaik! Khususnya pada pertengahan semester, karena ujian akhir bisa lebih ketat. (Tapi Yo butuh istirahat …) WaYo … “Suara Ai Pha lebih kejam dan jahat, sementara Wayo’s Suaranya lebih manis dan lembut… aku tahu Phana akan kalah. Ingin bertaruh?

 

Tapi kenapa kalian harus saling menggoda sambil meneleponkku? Tidak bisakah kamu mengerti betapa menyakitkannya bagi cowok jomblo sepertiku?

 

Kuharap Beam bisa memberiku sebuah obrolan manis seperti itu. (Sialan! Aku tidak bisa memikirkan hal lain selain dia). Jika Beam berbicara dengan manis kepadaku seperti itu dia bisa meminta apa-pun… Rumah … atau semua hartaku.

 

Dia bisa mengambil segala sesuatu dariku!

 

“(Please …) Hey … (Tidak mabuk aku janji. hanya minuman.) Yo … (Please Please Please … Na Na Na …) oke oke … ambil jaket. ” Benar bukan!!! Kurang dari dua menit. Ini sangat konyol, Phana. Dia sangat lunak untuk Wayo. Tapi, bagaimanapun, ini adalah percakapan yang manis dan menyenangkan di antara mereka yang aku suka dengar. “(Kenapa? tidak dingin, kan?) Karena aku bilang begitu (Oke …)”

 

“Apakah kamu masih disana?” Akhirnya, dia ingat bahwa aku ada di telepon. “Apakah kamu masih datang? Tapi Yo juga akan pergi.” Dia terhenti sebentar. “… Jika kamu masih memiliki perasaan untuknya, lupakan teman baik-ku, kamu tidak akan bisa melihatnya lagi.”

 

Bajingan! Pelindung seperti itu. Dia bisa mengalahkan aku dalam segala hal. Dia tidak jomblo lagi dan dialah yang mengendalikan kehidupan cintaku. Dialah yang bisa memberi aku lampu hijau atau lampu merah pada lalu lintas cintaku.

 

Bukan hanya itu dia lebih tampan dariku … Dia juga seorang ‘bandar-permainan’.

 

Fuck you… Ai Pha … “Baiklah, beri tahu aku kemana harus bertemu.”

 

Bar Chon-Bu-Ri.

 

Kami menyukai bar ini karena mereka tidak memainkan musik yang nyaring. Ini lebih seperti sebuah bar untuk bertemu dengan teman dan menggobrol. Dan, terlebih lagi, itu dekat dengan apartemen kami.

 

Tidak perlu waktu lama untuk menunggu pasangan yang kasmaran ini. (Gosh! Aku benci mereka. Mereka sangat mesra dan imut saat bersamaan.) aku tidak ingin membicarakan Ai Phana karena dia sudah mendapat perhatian dari anak perempuan di Bar itu. Tapi, Nong Yo, di sisi lain, ia datang dengan dengan jaket kebesaran dan dia menyusut turun seperti anak kecil. Astaga … Dia begitu “Moe (萌 え)” !!! (unyu!!!!)

 

“Apa yang kau lihat?”

 

Begitulah cara Ai Pha menyapaku dengan kasar. Aku hampir melompat saat dia (nyaris) meneriakiku. Sial! Maafkan.

 

“kamu sudah memutuskan… Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi… Yo … Mari kita pulang.”

 

Ai Pha mendorong Yo kembali dan Nong Yo hampir melayang oleh dorongannya. Aku harus buru-buru membawanya kembali ke mejaku sebelum dia keluar dari badai dan, tentu saja, juga harus menenangkannya secepat mungkin.

 

“P’Forth Apa yang terjadi denganmu?” Yo bertanya tepat setelah duduk dengan Ai Pha dan melihat wajahku dengan terkejut.

 

“urusan pria.” Aku tersenyum padanya seperti biasa. Yo memberi aku wajah yang mengagumi lagi (Ming mengatakan kepadaku bahwa Yo memilih aku sebagai idolanya. Dia ingin menjadi seperti aku Tapi, percayalah, Jangan pernah mencobanya.. kamu akan terlihat seperti TomBoy atau gadis berotot .)

 

“kamu pesan!!!” Ai Pha membanting menu minuman di atas meja dan itu cukup keras untuk membuatku dan Yo terkejut. Aku berpikir ini adalah kesalahan jika Yo bergabung dengan kami malam ini. Tapi lebih lucu melihat Ai Pha bersikap posesif terhadap Nong Yo daripada kekhawatiran dia marah padaku karena aku tidak memikirkan Yo sebagai sesuatu yang lain.

 

Mereka begitu sempurna bersama dan tidak ada yang bisa masuk di antara mereka …

 

“Hanya itu yang bisa kamu pesan malam ini.”

 

“Hanya vodka Smirnoff?” Yo memulai protesnya.

 

“Ujian besok lusa? kamu tidak ingin digantung besok, kamu perlu belajar.”

 

“Baiklah” (Hah! Seberapa mudah itu?)

 

“Dan ini.” Phana menyerahkan teleponnya. “kamu belum menyelesaikan level itu, kan?”

 

Yo tersenyum dan mengambil ponselnya. Dia melihat telepon Phana seperti hadiah yang sangat berharga. “Aku akan memintanya.”

 

Yo adalah adiktif untuk permainan di telepon Ai Pha. aku tidak tahu mengapa dia tidak mendownloadnya ke teleponnya, tapi …

 

Baiklah … aku tidak ingin tahu

 

“Apa yang kau lihat?” Ai Pha berbalik dari berbicar manis dengan Nong Yo dengan mode posesifnya yang ekstrem bagiku.

 

Ayolah! Kita duduk hanya bertiga disini. Entah melihat dia atau Nong Yo, siapa lagi yang bisa aku lihat?

 

“kamu tahu mengapa kita perlu bicara malam ini, bukan?” Ai Pha mulai berbicara tepat setelah minuman kami ada di sini.

 

Aku mencampur minuman untuknya dan kemudian minum lagi untukku. “tentu.”

 

Dia pintar. Dia membiarkan Yo bermain game, jadi dia tidak mau mendengarkan kita berbicara. Ini seperti dia hanya ingin Yo ada saat berbicara denganku.

 

“Apakah kamu mencoba berkencan dengan sahabat baik-ku?” Phana memulai.

 

Aku mudah menerima dan membalas. “Iya.”

 

“kenapa?” Phana bertanya. Meskipun Nong Yo begitu berkonsentrasi pada permainan, tapi saat pertanyaan ini terus berlanjut, dia berhenti dan menatap kami dengan tenang. Dia tahu selama ini tentang percakapan kami, tapi Yo pintar untuk tidak membicarakannya.

 

“Tak ada alasan.”

 

“Ini aneh. Tidak pernah tahu kamu tertarik pada Ai Beam, kamu selalu tertatarik pada…” Ai Pha berhenti dan membiarkan jeda diantara kalimatnya. Dan karena ada “kata kosong itu” seseorang telah kembali ke permainan di ponsel Pha. “… Itu sebabnya kita perlu menjelaskan ini.”

 

“kamu ingin aku mengatakan yang sebenarnya?”

 

“Ummm ….”

 

“Apa kau yakin tentang ini?” Aku juga membuat ekspresi tertentu diwajahku untuk di lihat Phana saat Yo ada di sini juga.

 

“Tentu saja.” Tapi dia tidak mengerti itu, mungkin.

 

“Baiklah” aku meminum segelas dengan cepat sebelum meluruskannya. “Kami berhubungan seks, aku fuck dia.”

 

terdiam….

 

Tidak ada yang bergerak dan kita semua terhenti sebentar. Hanya ada beberapa musik yang dimainkan di latar belakang.

 

Rahang Yo menganga sementara Ai Pha mengerutkan kening.

 

“fuck?”

 

“Ummm …”

 

“kamu fuck dia?”

 

“Iya.”

 

“Bagaimana bisa?”

 

“Kami melakunya dalam berbagai pose.”

 

“Tidak … Berhenti !!!” Ai Pha berteriak “aku ingin tahu bagaimana kejadiannya?”

 

“benar.” aku minum segelas lagi “Baiklah … Kami berdua sangat mabuk.”

 

Sekarang, wajah Wayo sangat merah. Dia tahu sekarang bahwa dia seharusnya tidak pernah mendengar tentang ini. Ini sangat unyu dan lucu sehingga dia sangat malu tentang hal ini.

 

Jelas… Mereka belum pernah berhubungan seks.

 

Bagaimana Phana bisa menjadi penyabar?

 

“Aku terkejut.” Dia berbicara dan dia tampak sangat terkejut. Ini benar-benar bisa dimengerti. Beam cukup maskulin. Tidak ada yang mengharapkan dia menjadi kacau olehku. “Jangan menyinggung hal ini padanya.” Aku memperingatkan Ai Pha.

 

“Jangan pernah berpikir untuk melakukan itu Tapi … apakah ini alasan kamu mencoba berkencan dengan dia?”

 

“Sesuatu seperti itu.”

 

“Hanya fuck? Dan kemudian kamu tiba-tiba menyukai dia sebanyak ini?”

 

Aku melirik Nong Yo karena aku agak ragu untuk membicarakan hal ini di depannya. Nong Yo sekarang menyusutkan dirinya ke bantal di kursi sofa tepat di sebelah Phana.

 

“kamu mungkin tidak mengerti, tapi tidak bisakah kamu melihat aku memohon padanya setiap hari setelah malam itu dan dia berlari dan bersembunyi dariku, bukankah itu menunjukkan betapa aku memikirkannya? Mengalir begitu saja, tapi. .. percayalah … aku sangat tulus kepada temanmu dan jujur ​​tergila-gila padanya. ”

 

Phana mengangguk kepalanya “Apa menurutmu aku akan memberimu lampu hijau?”

 

aku menelan kekhawatiranku dan tahu inilah saat puncak pembicaraan ini. “Jika kamu memberiku lampu hijau, semuanya akan menjadi lebih mudah dan mengurangi kerumitan daripada sebelumnya.”

 

“Ini tidak semudah itu.”

 

“Ai Pha brengsek”

 

“Cinta sejati perlu sedikit kesukaran.”

 

“Bangsat, hanya Beam sudah cukup untukku, tidak bisakah kau membantuku melakukan hal-hal yang sedikit lebih mulus? Kumohon padamu.” Aku kesal dan minum segelas lagi dengan cepat.

 

Ai Pha duduk kembali dan memeluk Yo yang mengumumkan wilayah teritorinya di atas Wayo sambil sedikit tersenyum. Betapa brengsek dirinya.

 

“Biar kuberitahu sesuatu, dan Yo juga bisa menceritakan kisah ini kepada Ming juga.” Dia berbalik untuk berbicara dengan Yo pada kalimat kedua. “Kit adalah orang yang suka merengek, tapi percayalah, hatinya lebih mudah dimenangkan daripada Beam.”

 

Terima kasih atas saranmu … begitu tidak berguna …

 

“kamu terus saja berjuang.”

 

“kamu harus membantuku.” Aku mulai mengeluh.

 

“Bagaimana?”

 

“Dia tampak marah padaku malam ini.”

 

“marah?” Ai Pha terlihat penasaran.

 

“Iya.”

 

“Kemajuan seperti itu.” Dia berbicara dengan Yo dan mereka saling mengangguk. Bisakah mereka menyelaraskan informasi tersebut dengan cepat? “Ini aneh, biasanya, dia tidak pernah mudah marah pada sesuatu, cukup optimis, ya, sepertinya dia agak aneh setelah malam itu.” Ai Pha mulai menyelaraskan dua cerita bersama.

 

Aku mengangguk dan kembali ke minumanku yang lain. Wajahku masih sedikit sakit tapi minuman ini membantu. Sudah sangat sepi di meja kami. Yah … sebenarnya, hanya aku yang terdiam, karena kepala Wayo dan kepala Phana sedang saling berhadapan di telepon itu, tepat setelah Yo bertanya kepada Phana tentang bagaimana cara melewati level 142 ini.

 

Terlalu banyak … ini terlalu banyak … sekarang aku sangat iri…

 

“Aku akan segera kembali.” Aku memberitahu mereka berdua.

 

Aku mengeluarkan satu batang rokok dan korek api. Aku duduk di bangku di depan bar dan mulai merokok. Wajah Beam muncul dalam pikiranku lagi. Apakah dia sudah tidur? Dia pasti sudah tidur sekarang.

 

“(Batuk Batuk) Siapa yang merokok di sekitar sini?”

 

“Beam, apakah kamu alergi terhadap asap?”

 

Suara seorang gadis dan seorang pria. Ini suara Beam. Aku berdiri dan berjalan menuju sumber suara itu. Ini Beam. Kami berpisah pukul 11 dan dia mengobrol denganku di Facebook, dan terdiam. Karena dia di sini.

 

Datang dengan seorang gadis. Aku kenal dia, Gadis kelas atas dan gadis panggilan yang mahal. kamu harus memberi tip kepadanya dengan tas yang sangat mahal seperti Prada atau Givenchy untuk berkencan dengannya.

 

Kenapa aku membatu disini? Aku benar-benar ingin merebut dia agar berada tepat di sebelahku bukan gadis itu.

 

“Apakah kamu baik-baik saja?” gadis berbisik ke telinganya.

 

“Umm …. Jangan khawatir tentang itu.”

 

Jelas dia tidak mabuk dan sekarang dia memegangnya sambil berjalan menuju mobilnya. aku langsung tahu bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat bersama.

 

Aku merasa seperti sedang duduk di bawah air terjun Niagara. aku terpana berdiri di sana seperti patung batu. Gambaran di depanku sekarang sangat menyakitkan bagiku. Jauh lebih buruk daripada melihat permen Phana pada Wayo. Aku benar-benar ingin menarik Beam dari gadis ittu. Tapi aku tidak bisa karena aku tidak punya hak untuk melakukan itu.

 

Bagi Beam, apa yang terjadi antara dia dan aku pada malam itu di ruangan itu baru saja berakhir di ruangan itu. apakkah itu benar?

 

Mungkin karena alkohol yang aku minum (Biasanya ini bukan apa-apa bagiku. aku tidak mudah mabuk) memberi aku keberanian untuk berjalan ke arah mereka dan menghentikan keduanya.

 

Beam sepertinya lebih terkejut dari wanita itu. gadis itu berpikir aku adalah teman Beam.

 

… Iya. Kami hanya berteman sekarang.

 

Tapi sampai sekarang.

 

“bangsat…” Beam menggunakan tangannya untuk menutupi hidungnya karena dia sangat alergi terhadap asap. aku melemparkan rokokku ke lantai dan langsung menginjaknya.

 

“… Maaf …” Aku meraih Beam ke lenganku dan berbicara dengan wanita itu “Dia milikku.”

 

Beam tampak terkejut, sementara Gadis Prada melongo dan menatap kami bingung.

 

“Seperti yang kamu tahu, pria sekarang ini juga bisa bersenang-senang dengan cowok.”

 

Aku sedikit murung saat berbicara dengannya dan benar-benar membuatnya tercengang.

 

“Bantu aku menyebarkan berita, Beam milikku.”

 

Gadis Prada berteriak keras dan lari pergi. Mungkin besok atau sehari setelah itu, setiap cewek panggilan yang berkencan dengan Beam akan mendengar kabar ini.

 

Tentu saja, Beam sangat marah padaku dan memukuliku. Hingga muncul ke memar yang baru di mulutku. Ini sangat menyakitkan daripada mahasiswa Pertanian yang meninjuku tadi pagi.

 

… Tapi bagian yang paling menyakitkan adalah di hatiku.

 

Masih. Aku masih bukan siapa-siapa untuknya.

 

“Kenapa sih Mung (kamu) bilang begitu?”

 

Dia berteriak padaku.

 

“Kenapa? brengsek! Kenapa?”

 

“Apa yang Forth katakan adalah kebenaran.”

 

“Berhentilah berbicara dengan sopan kepada Guu (aku)” Beam sangat marah padaku. aku mencoba membuat kepalan tangan untuk menghentikan emosiku juga.

 

“Karena aku ingin.”

 

“Ai Forth, Mung (kamu) bukan suami Guu (aku). Mung (kamu) bukan siapa-siapa, tidak ada apa-pun di antara kita.”

 

Menyakitkan! Aku sangat terluka!

 

“hanya sex, bukan apa-apa, sex itu tidak bisa mengubah apapun.”

 

 

“aku bukan gampangan.”

 

Itu dia. Itu sangat menyakitkan. aku membuat tinju yang lebih ketat dan ingin meninju dinding seribu kali. aku mengerti apa yang telah diberitahukan Ai Pha sebelumnya bahwa Ai Beam sangat sulit untuk dimenangkan hatinya daripada Kit. Aku benar-benar mengerti sekarang.

 

Tapi … Sulit bukan berarti aku tidak bisa menang. Masih ada kemungkinan.

 

aku seseorang yang dominan. Ia juga memiliki kepribadian dominan. Begitulah dugaannya.

 

Tidak ada yang mudah untuk kehilangan. Tidak ada yang bisa dengan mudah menerima yang terhilang.

 

“Kemarilah” aku meraih pergelangan tangannya erat-erat. Dia sidikit menahan tapi aku masih bisa menariknya.

 

“Mobilku…”

 

“kemari?” aku tidak peduli lagi. aku menariknya ke motorku. Sepeda Silverku yang aku tumpangi ke kampus setiap hari.

 

“Apa yang …”

 

Dia penasaran dengan apa yang sedang aku coba lakukan. Aku memaksanya duduk di depanku di antara kakiku, sementara aku duduk dibelakangnya. menyalakan sepeda montor dan mengendarai dari tempat itu dengan sangat cepat.

 

Kupikir dia terlalu tinggi, tapi ternyata tidak. aku bisa melihat jalannya dengan jelas.

 

Ai Pha harus membayar minumanku malam ini.

 

“ke mana kau membawaku? brengsek…. !!!”

 

aku mengendarai super cepat. Cukup cepat untuk mendapatkan tilang dengan mudah jika ada polisi disekitar sana.

 

Karena aku super marah, aku tidak marah pada Beam.

 

Tapi aku marah pada diriku sendiri. Aku marah karena dia benar dan aku tidak bisa membantah.

 

“bangsat, apakah kamu mau membunuhku? Pelan sedikit!”

 

 

“Ai Forth !!!”

 

Beam di bawah pelukanku (semacam) duduk tegang. Punggungnya menempel di dadaku sepanjang waktu. mirip banci seperti ini. Bagaimana dia bisa fuck gadis malam ini?

 

Dia mungkin takut dengan kecepatan gila atau gaya mengemudi yang berbahaya ini. aku tidak sering menyetir seperti ini. Hanya kadang-kadang.

 

“Apa yang kamu mau dariku?”

 

Beam berteriak pada angin. Dia mendongak dan wajahnya di bawah daguku.

 

aku sama sekali tidak menjawabnya. Aku merasa seperti keledai untuknya malam ini.

 

“bangsat, jawabku!”

 

“Baik. Aku akan menjawabnya. ”

 

“Jawab aku sekarang!!!”

 

“kamu menjadi istriku, jadi kamu tidak perlu menjadi suami orang lain.”

 

“bangsat!!!” Teriak Beam “anak sudal!”

 

“Katakan.”

 

“Tidak!”

 

“Kenapa? Apakah aku seorang fucker yang buruk? aku ingat kamu menyukainya. Akui bahwa kamu mencintai ketika aku fuck kamu.”

 

“kamu seperti …”

 

“Pintar? Tampan? Manis?”

 

“Bajingan” Beam nampaknya sangat marah, tapi aku tidak bisa menahannya. Ini juga style-ku.

 

“Apa yang kamu katakan?”

 

“…”

 

“Jawab aku atau kita mati bersama-sama di sini.” Sebenarnya aku menggoda di sini. Tentu saja, aku tidak ingin mati. aku memiliki orang tuaku yan harus aku jaga.

 

“brengsek, kamu bajingan! Anak sudal!”

 

“Jawab aku”

 

“okey!”

 

“Okey apa?” Aku menggoda sementara aku mulai melambat, tapi mungkin dia tidak mengetahuinya.

 

“Aku … sialan!!!, apa yang kau inginkan dariku? ambillah.”

 

“Hatimu”

 

“aku berubah pikiran, Lupakan saja, persetan.”

 

“Ah, apakah kamu akan memberikannya padaku?” Aku tertawa.

 

(Punch) Dia memukulku di dagu. Ouch! Itu menyakitkan.

 

“Katakan!” Aku masih mengancamnya dan mulai mempercepat lagi.

 

“Sialan! Berengsek! kau bangsat!”

 

“Jawab aku”

 

“Okey, okey, istri… aku akan menjadi istrimu … persetan, berhenti.. apa kamu bahagia sekarang?”

 

“kemana sisa kalimatnya?”

 

“Dan bukan suami siapa pun!”

 

“Bagus” aku beri dia ciuman di pipinya. Dia menggosok pipinya dan memukulku beberapa kali. Sakit tapi aku bisa mengatasinya.

 

Memenangkan hatinya aku harus benar-benar dominan.

 

“(mendesah)” Beam mendesah “haruskah kamu mendapatkannya dariku?”

 

“Dapatkan apa? Dari kamu? aku bisa fuck kamu lagi malam ini jika kamu mau.”

 

“Diam. ambillah.”

 

“Apa?”

 

“Hatiku.”

 

“aku tahu aku bisa memilikinya, tapi hanya sebagian kecil saja.” aku bersikap optimis.

 

“Tch!” Beam tidak benar-benar berdebat dengan aku tentang itu. “Sebenarnya, kita tidak akan bercinta. Dia hanya memanggil aku dan meminta tumpangan.”

 

Aku tercengang …

 

“Awalnya, aku tidak mau, tapi dia bilang Pha, Yo, dan kamu ada di sana, jadi aku ingin datang untuk menghentikanmu, karena kamu tak boleh minum dan perlu tidur setelah pertarungan itu.”

 

Aku bahkan lebih tertegun …

 

“aku berencana untuk mengantarnya dan kembali untuk berbicara dengan kalian nanti, karena kalian sepertinya ada di sana untuk sementara waktu lagi Tapi …”

 

Beam menghela napas. OMG!!! aku tidak pernah berpikir bahwa Beam akan menggemaskan seperti ini !!!

 

Dia sangat unyu!

 

Hampir. aku hampir mempertaruhkan nyawaku karena cinta karena emosiku yang panas …

 

Itu sangat tidak layak.

 

“Ini sangat aneh, pria besar seperti aku yang duduk di depan motormu ini.” Ai Beam mulai melihat ini. Sementara aku menyetir perlahan. Hanya untuk membiarkan angin dingin menerpa wajah kami.

 

“Besar? kurasa tidak, kamu imut dan sempurna.”

 

“berubah mood?”

 

“Tentu saja.”

 

(Ciuman pipi Beam)

 

“brensek! Sudah cukup!”

 

Jadi aku ganti ciuman pipi lainnya. (Cium di pipi)

 

“kamu memanfaatkan begitu banyak keuntunganku hari ini.”

 

“Juga hatimu.” aku tidak mudah menghentikannya.

 

(Ciuman lain) Sekarang Beam menunjukkan kepalan tanganku.

 

“Melakukan lagi!”

 

“tak bisakah?”

 

“Tidak bisa berbuat apa-pun, mengendara saja, aku tidak mau mati.”

 

Aku tersenyum … Dan memutuskan untuk berhenti menggodanya. Tapi … tidak terlalu lama …

 

(Ciuman lebih lama)

 

Kali ini lebih lama. Bau wanginya enak sekali. Wajah rupawan juga tampan. Aku ingin menciumnya sepanjang malam dan semalaman.

 

“kamu bau rokok.” Beam merengut.

 

“Hrr?”

 

“Bau”

 

“Aku akan berhenti merokok untukmu.”

 

“Apa???”

 

“aku berhenti sekarang juga.”

 

“…”

 

“karena dirimu… My dear love…”

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan