Novel 2 Moons – Chapter 38 (KIT)

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Yes! Selesai dengan ujian!!!

 

Ujian studi block ini jatuh pada tanggal yang yang sama dengan jurusan lain di kampus, tapi itu bukan hal yang aneh. Karena bagian yang paling aneh adalah aku bisa libur 3 hari(termasuk akhir pekan) terimakasih Tuhan untuk semua ini. Aku benar-benar butuh istirahat dari belajar sepanjang waktu. Apa rencana hari ini? Apa semua temanku dari Gang gila mahasiswa tingkat menengah akan mengadakan acara makan malam?

 

Dan inilah jawaban mereka untukku.

 

Si Bajingan Pha “Aku mengajak Yo untuk menonton film”

 

Si Bajingan Beam “aku belum tidur tadi malam, aku mau pulang untuk tidur.”

 

Ini bukan yang aku inginkan setelah usai ujian seperti hari ini. Dua teman terbaik-ku tidak bekerja sama untuk menghiburku. aku sangat bosan dan mengendarai mobilku, dan mulai memeriksa teleponku…

 

… kosong …

 

Ini sangat menjengkelkan. Ini salah dia. Selalu mengirimi aku pesan dan sekarang aku sudah terbiasa melakukannya untuk mengecek teleponku setiap saat. Tapi di sini dan sekarang, tidak ada pesan di teleponkku. Hanya tanggal dan waktu di wallpaperku, gambar kami bertiga yang telah lama diambil.

 

Inilah style-dia, style Ming. Jika dia merasa suka menghilang, maka dia akan segera lenyap…

 

Tch!

 

Aku di sini sendirian di mobilku. aku tidak harus menahan pikiranku dan aku merasa sangat kesal saat ini. Hari ini adalah hari pertama kebebasanku dan aku sangat kenganguran. aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Atau bisakah aku menonton film bersama Ai Pha dan Nong Yo?

 

Tapi aku ingat dia mengatakan bahwa jurusan Teknik selalu menjadi jurusan terakhir yang mengikuti ujian.

 

Aku mengenang kembali saat Ai Forth masih maba. Mereka memiliki begitu banyak makul yang harus diujikan. aku tidak bisa membayangkan mempelajari begitu banyak pelajaran seperti itu dalam waktu bersamaan. Jadi, saat ini, aku benar-benar memahami situasi Ai Ming. Karena kalau aku jadi dia, aku akan memilih untuk belajar dulu.

 

Catatan: Sistem studi Blok adalah sistem sekelompok mahasiswa yang mengambil satu subjek pada satu waktu. Dan hanya mempelajari satu subjek untuk sepanjang bulan dan setiap hari. (Biasanya dalam sistem Pendidikan Semester 2 – Musim Gugur dan Musim Semi, Setiap semester membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan dengan beberapa mata pelajaran dalam waktu bersamaan dan dalam Sistem Pendidikan Triwulan, setiap kuartal memakan waktu sekitar 3 bulan x 4 perempat tahun juga mengambil beberapa Subjek dalam waktu bersamaan.)

 

Brengsek! Sejak aku masuk ke mobilku, yang bisa aku pikirkan hanya dia. Semua tentang dia.

 

Aku mendesah panjang. Sebelum menyalakan mobil, teleponku berdering.

 

Ma!

 

Sial! Aku belum pernah menelponnya untuk waktu yang lama … (Kecuali kalau aku butuh uang, anak yang baik kan.) Aku mengambil teleponnya dengan sangat cepat sebelum dia memutuskan untuk menghapus namaku dari akte keluarga.

 

“Krub?”

 

“Kemana saja Kamu?” Benarkkan! Dia mulai mengomeliku.

 

“Ma, aku harus giat belajar.” aku mengeluh tentang kegiatan belajar-ku. Itu selalu berhasil. Keajaiban ini selalu membuat aku mendapatkan lebih banyak uang. (bukankah aku anak yang baik!)

 

“Tapi kamu masih perlu menelepon orang tuamu sesekali. Jangan menghilang seperti ini.”

 

“aku belajar sangat keras, Ma! Bahkan tidak punya cukup waktu untuk tidur.” Ini adalah kebenarannya. Aku bahkan tidak punya waktu untuk mandi.

 

“Omong-omong, apakah kamu datang untuk pesta ulta Pa pada akhir pekan ini?”

 

“tentu! ya, Krub, Ma, aku akan ke sana.” Dengan cepat aku bilang iya. Tidak mungkin aku melewatkan pesta ulta ayahku. Memang benar aku terkadang bandel bagi mereka, tapi aku benar-benar anak yang baik dan aku amat sangat mencintai orang tuaku.

 

“bagus.”

 

“Bisakah aku pulang ke rumah hari ini?”

 

“Bukankah kamu merasa terlalu lelah? Apakah ujianmu sudah selesai?”

 

“Baru selesai hari ini, Ma. sekitar 5 menit yang lalu.” Ibuku menelponku pada waktu yang tepat.

 

“Oh, bagus, kamu harus pulang ke rumah untuk tinggal bersama Pa dan Ma sewaktu-waktu. Ingatkan kami bahwa kamu masih anak kami, kan? Kami hampir menghapus namamu dari akte keluarga kami. kamu tahu itu?”

 

“Aku ke sana sekarang krub!”

 

Apakah aku terlalu khawatir tentang akte? Aku menggelengkan kepala dan tertawa terbahak-bahak pada lelucon konyol ini antara aku dan ibuku. Akhirnya, aku bisa menyalakan mobilku. Aku bahkan tidak yakin apakah aku bisa pulang ke rumah. (Kampusku ada di pusat Bangkok dan rumahku ada di pesisir lain Bangkok, Super Jauh. Sama seperti mengemudi dari satu provinsi ke provinsi lain.) aku hanya memiliki satu jam tidur lebih dari Ai Beam. Sekarang Aku sangat mengantuk dan sering menguap dalam sejam terakhir.

 

Bagaimanapun … Untuk Pa aku akan melakukannya.

 

Aku kembali ke apartemenku untuk mengganti pakaianku, mengambil 3-4 barang milik pribadiku ke ranselku, dan berjalan turun dari kamarku.

 

Ai Ming ada di sana … Akhir-akhir ini dia sering datang ke sini, tapi dia telah menghilang selama Ujian Semester. Hari ini adalah hari pertama di minggu ini aku melihatnya lagi.

 

Meskipun dia mengeluh di beberapa baris msg-nya tentang bagaimana dia belajar sampai begadang sepanjang malam sambil minum soda / pop / soft drink sepanjang malam untuk membuatnya tetap terjaga sebelum mengikuti ujian di pagi hari, auranya masih bersinar dengan luar biasa. Satu-satunya hal yang bisa kulihat adalah matanya. matanya terlihat lelah.

 

aku sudah terbiasa dengan hal ini, karena sering bergaul dengan Ai Pha. Orang terganteng! Tidak pedulu seberapa mengerikan mereka, mereka tetap bisa tampak rupawan.

 

Apakah aku memberinya terlalu banyak pujian? Sudah cukup. Dia hanya ganteng seperti biasanya.

 

… Atau mungkin sedikit lebih tampan? Karena aku belum melihatnya berhari-hari terakhir.

 

“P ‘!!!”

 

 

Dia memanggilku, menunjukkan sekantong Chocolate Wafer KitKat di tangannya, dan tersenyum padaku. Kapan pun dia tersenyum dan sangat bahagia saat melihatku, matanya sudah dekat dan sorotan matanya hampir membuat garis lurus. Tunggu sebentar! Apakah dia benar-benar senang melihat aku? aku tidak berusaha terlalu optimis,kan.

 

“Mau kemana kamu?” Dia langsung segera bertanya kepadaku setelah dia melihat carakku berpakaian dan ransel di punggungku. aku terlihat seperti orang yang sedang bepergian.

 

“Rumah” Aku masih sedikit jutek pada dia.

 

Jangan tanya aku. aku tidak tahu mengapa aku melakukan ini.

 

“Rumah?”

 

“Ya, rumah.” Aku sedang berpikir untuk bertanya tentang ujiannya, tapi aku lebih suka menyimpannya. Karena jika aku mulai berbicara dengannya tentang ini, dia akan mengeluh tanpa henti. Aku cukup yakin Dan aku tidak ingin dia tahu bahwa aku peduli.

 

Apa aku benar-benar peduli padanya?

 

“Dimana?”

 

“Pesisir Bangkok, Thonburi.”

 

“Sangat jauh.” Dia berbicara. Dan sedikit tertegun. “Ini sudah sore, tidak bisakah kamu pergi besok?” Dia setahun lebih muda dariku, tapi akhir-akhir ini sepertinya dia menyuruhku atau memaksaku melakukan sesuatu sesuai keinginannya.

 

“Tidak, aku sudah memberi tahu ma jika aku akan pergi hari ini.”

 

Dia mengerutkan kening … Dia pasti berpikir itu lucu. aku membuka mobil ku dan merasakan sesuatu di dalam diriku menyuruh aku untuk tinggal.

 

Apa-apaan coba!!!!!

 

“P’Kit.”

 

“Apa?” Terima kasih telah berbicara denganku. Jika tidak, akku tidak dapat menemukan alasan untuk berhenti.

 

 

Mengapa aku harus bertindak kasar atau bermain keras? Ini konyol

 

 

“Bisakah aku menyetir untukmu?” Dia berbicara dengan tenang, Meskipun dia baru saja menyelesaikan ujian dan menawari aku pulang ke rumah..

 

“Hr?”

 

“menyupiri kamu ke rumah.” Dia serius.

 

“kamu tidak ada ujian lagi? Apa sudah selesai?”

 

“ujian berikutnya hari Senin dan hari ini hari Jumat.”

 

 

Sial! Banyak sekali ujian. “Tunggu! kamu mengantarku pulang dan menyetir kembali ke sini?”

 

 

 

“Iya.”

 

Dia berbicara seperti ini bukan masalah besar, tapi ayolah … memang begitu. Lalu lintas pada Jumat malam di Bangkok. Khususnya hari ini adalah tanggal gajian. Ini tidak masuk akal. Dia bisa kembali ke sini jam 4:00.

 

“Tidak,” aku menolak. “pergilah.”

 

“Krub, aku akan pergi bersamamu.”

 

Ai Ming langsung melompat ke kursi pengemudi. Dia tidak bercanda.

 

“brengsek… Ai Ming, aku tidak bercanda, aku sedang terburu-buru.” Dan juga jangan memberi aku pilihan kedua.

 

“Ayo pergi, cepatlah.” Dia berbicara seperti ini mobilnya.

 

“Bangsat! Tidak! Keluar sekarang!” aku mencoba untuk berbicara dengannya.

 

“Umm … apa kamu mau aku membuka pintu untukmu?” Begitu selesai, dia mengeluarkan kunci mobil, keluar dari mobil dan membuka pintu lain untukku. Dia membuat wajah seperti memanggilku ke sana.

 

“Cepat.”

 

“Apa kamu serius?”

 

“Hal terakhir yang harus aku lakukan adalah menahanmu dan membekapmu di sini. Apakah kamu ingin aku melakukan itu?” Dia tersenyum. Dia membuatku gila. Tidak bisakah kamu lihat betapa pintarnya dia? Dia lebih muda dariku tapi dia selalu punya caranya sendiri.

 

Itu pilihanmu. Aku tidak memintanya.

 

“Terserah kamu.” Aku berjalan ke sisi lain mobil untuk duduk, dia pegang pintu dan tersenyum untukku. Merasa aneh memiliki bulan kampus yang tinggi dan tampan yang memegangi pintu untukku. “Untuk apa?” Aku bergerak sangat cepat karena Ai Ming menggerakkan wajahnya lebih dekat ke wajahku. Bertindak seperti hendak menciumku di pipi.

 

“aku mencoba membuatnya seprti kecelakaan.”

 

“Apa yang kau bicarakan? Kecelakaan apa?”

 

“Aku sengaja mencium pipimu, aku tinggi dan kamu pendek Dan …” Dia menutup mulutnya saat melihat wajahku.

 

“Itu bukan kecelakaan!”

 

“Oh benarkah?” Dia tersenyum lebar.

 

“Jika kamu akan melakukan sesuatu seperti itu kepadaku… maka, berikan kunciku kembali.”

 

“Tidak ada lagi krub. P’ ” Ming mengangkat tangannya ke udara. Tanda menyerah.

 

“Jangan lakukan lagi.”

 

“Krub …”

 

Dia akan melakukannya lagi … aku yakin … Haruskah aku mengambil kelas kungfu atau kelas bela diri?

 

Kurasa aku tidak terlalu mempercayai diriku sendiri. aku tidak tahu, Sepertinya akhir-akhir ini aku terus membiarkan dia mendapatkan apapun yang dia mau.

 

Aku percaya aku harus lebih berhati-hati …

 

Di dalam mobil…

 

Awalnya, kami sama-sama terdiam. Jadi aku mencoba mencarikan suasana dengan menyalakan radio. Ming menyukai setiap lagu yang muncul. Dia menggerakkan kepala dan tubuhnya bersamaan dengan musik bahkan musik bertempo mellow pun, ia tetap bergoyong. Lalu lintasnya sangat buruk. Kami bergerak merayap di jalan raya dengan bangunan mengelilingiku dan matahari terbenam.

 

aku tidak pernah terpikirkan olehku jika aku bisa pulang ke rumah bersama Ai Ming.

 

“aku ingat dulu waktu zaman SMA… kamu selalu pulang ke rumah bersama keluargamu.” Dia memulai percakapan yang bagus. Hanya mendengarkan musik dan melihat dia menari membuatku merasa canggung malu.

 

Mengapa aku harus merasa malu?!?!

 

“Ummm ….”

 

“Tapi biasanya anak-anak bisa pulang sendiri?” Ming menggodaku lagi.

 

“Diam! Mereka peduli dan perhatian dengan keselamatanku, oke?”

 

“Ha Ha Ha … aku bercanda na P’. Aku terbiasa dengan gambaran itu krub.. Setiap kali aku membawa Ai Yo ke suatu tempat setelah waktu sekolah, ayahnya selalu menyuruh seseorang untuk menjemputnya tepat pukul 2AM atau 3AM. ”

 

“aku tak kaget… Jika aku memiliki anak laki-laki imut seperti Yo, aku juga khawatir.” Aku mengatakan yang sebenarnya.

 

“Umm … bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka posesif terhadapmu juga?”

 

 

Aku melihat wajah Ai Ming … Tampan dengan bentuk hidung yang sempurna… Dia sepertinya khawatir dengan jawabanku.

 

“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”

 

“Bukankah sebenarnya kamu tahu kenapa aku bertanya?” Dia menatapku seperti dia tidak mengharapkan pertanyaan itu. “Sebenarnya…”

 

“aku tidak bisa mendekatimu dari teman-teman-mu, P’Beam dulu memiliki perasaan terhadapmu. P’Pha… lupakan saja, sepertinya dia melekat bersama Ai yo, tapi kapan pun namamu muncul, dia sepertinya menghindari percakapan setiap saat.”

 

Aku tersenyum … Dia mengajak semua teman dekatnya untuk belajar bersamanya di jurusan kedokteran, tentu saja, dia adalah teman-teman jalang yang posesif. Khusus pada akhir-akhir ini, dia menjadi lebih buruk lagi. Kita harus menceritakan semuanya. Dalam setiap telpon tunggal, kita harus memberitahunya siapa yang menelepon. Kapan pun kita pergi keluar, ia harus tahu kemana kita pergi dan dengan siapa. Terkadang, aku pikir dia sedikit berlebihan.

 

“… Jadi satu-satunya jalan yang tersisa untuk mendekatimu melalui keluargamu. Lewat Pa dan Ma-mu.”

 

Mataku terbelalak lebar … Itu tidak akan pernah terjadi … Dia pasti bercanda …

 

“Apa yang kau bicarakan?”

 

“aku akan berusaha mendekatimu melalui Pa dan Ma-mu.”

 

“bangsat!!! Tidak !!!”

 

“kenapa?” Ming tampak terkejut saat melihatku kaget.

 

“kamu tahu cinta kita tidak seperti orang lain.”

 

Ming bungkam …

 

aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Tapi aku yakin tidak semua orang di Thailand bisa menerima jenis cinta ini. Memang benar bahwa orang tuaku memiliki banyak anak, tapi tidak ada anggota keluargaku yang gay. Ini tidak mungkin.

 

Tapi akhirnya dia berbicara sesuatu …

 

“Cinta…”

 

“…”

 

“Cinta kita, kamu bilang …”

 

Brengsek! Saialan!

 

aku baru keceplosan dan itu adalah kesalahanku baru saja tergelincir dengan perkataanku.

 

 

“Kau mencintai aku…”

 

 

“Umm …. Seberapa tinggi gedung itu?” aku melihat ke luar mobil dan merasa benar-benar bodoh … Khususnya saat rumah dan desa di sekitar kami tingginya tak lebih dari 2 lantai.

 

Ming tidak mengatakan apa-pun lagi. Dia hanya terus tersenyum dan menyetir dengan tenang. Tapi percayalah, aku ingin memasukkan kepalaku ke ranselku dan segera menguncinya. Apa yang sedang kupikirkan saat aku mengatakan itu? Bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu seperti itu?

 

Tapi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menutup mataku dan menjatuhkan kepalaku ke jendela. Seperti kesalahan … Seharusnya tidak mengatakannya …

 

“Kamu cukup sabar.” aku berbicara

 

“Sabar?”

 

“denganku…”

 

“Hm?”

 

“Aku tidak manis seperti Nong Yo.” Apa yang aku bicarakan sekarang?

 

“brandalan? Manis? Apa kamu bercanda?” Ai Ming tidak menangkap maksutku.

 

Dia harus melihat Yo sebagai batu karang, sementara yang lain melihatnya sebagai sepotong emas atau platina.

 

“kenapa kamu bertanya kepadaku seperti itu? aku tidak sabar atau apapun.”

 

“…”

 

“aku menyukaimu seperti kamu sekarang ini, tapi bagaimana jika kamu berubah, itu bukan pertanda baik bagiku.” Dia terus berbicara. Ini adalah pertama kalinya aku pikir dia lebih dewasa dari yang aku duga. “Saya benar-benar merasa senang terhadap dirimu na.”

 

“Apa?”

 

“aku tahu kamu peduli denganku.”

 

Dia benar. aku peduli Ai Ming. Tapi aku tidak akan mudah mengakuinya. Mengapa? Karena aku adalah diriku.

 

“Baiklah, mampir ke mal di jalan.” aku berkata pada Ai Ming.

 

“Krub?”

 

“Membeli hadiah ulang tahun untuk Pa.”

 

“Tentu, mall mana krub?”

 

“Apa-pun sama saja. Tapi lebih bagus akan lebih lagi.”

 

“okkey… Belok kanan sini juga.”

 

 

Ramah dan penurut. Jika dia orang lain, aku sudah dimaki karena perintah mendadak seperti ini. Tapi dia tidak mengeluh apa-pun. Aku melirik pria ini. Dia begitu berkonsentrasi dalam berkendara dan aku benar-benar lupa betapa sexy dan tampan dirinya saat ini.

 

Tapi … tidak mungkin aku akan memberikan dia pujian.

 

“Apa yang harus aku beli?” aku mengoceh karena aku tidak bisa menemukan ide untuk hadiah itu. aku hanya ingin membeli sesuatu dan segera berangkat lagi. Kami masih jauh dari rumah.

 

“Bagaimana kepribadian Pa?”

 

“Dia … sedikit pendiam.”

 

“…”

 

“Tenang tapi saat dia marah, dia sangat menakutkan.”

 

“Mengapa begitu?” Ai Ming bertanya dengan suara yang terlalu keras.

 

“Shhhh … kenapa kamu harus meninggikan suaramu?”

 

“aku terkejut.”

 

“Tidak … aku kaget, mengapa kamu harus terkejut dengan ayahku?”

 

“Karena aku mengantarmu pulang ke rumah, apakah aku akan mendapatkan beberapa peluru dari pistol ayahmu?”

 

Aku meliriknya “Pa tidak punya pistol, tapi dia bisa memukulmu.”

 

“Sungguh?” Dia masih syok.

 

“Aku bercanda.”

 

Aku hampir tidak pernah melihatnya kehilangan kepercayaan dirinya sebanyak ini. konyol dan imut. Ha ha ha. Setelah kami memilih hadiah ulang tahun untuk Pa, bukan sesuatu yang rumit, aku memutuskan untuk memilih dasi untuknya. Pa berusia 50 tahun dan dia suka mengenakan jas ke kantor setiap hari.

 

“KIT !!!”

 

Seseorang memanggil namaku sementara aku mencoba menyingkirkan Ai Ming karena dia mencoba meletakkan kemeja di pundakku untuk melihat apakah itu sesuai dan bagus untukku. Ini suara seorang gadis, gadis cantik. Aku mencoba untuk melihat-lihat dengan saksama dia untuk mengenalinya karena dia sangat cantik …

 

… mantan pacarku.

 

Namanya Pin. aku berkencan dengannya saat aku masih di SMA dan tidak terlalu banyak orang yang tahu ini. Aku tidak mau digoda. Itu bukan kencan yang panjang karena aku sibuk belajar begitu keras untuk masuk ke jurusan kedokteran (Ai Pha memaksa kita berdua untuk melakukannya.) Ketika kita tidak memiliki waktu untuk satu sama lain, maka kami memutuskan untuk mengakhirinya. Dan inilah pertama kalinya kita bertemu setelah kita putus.

 

Pin jauh lebih cantik dan terlihat menakjubkan. Dia berjalan untuk meraih tanganku dan mengayunkannya.

 

“Lama tidak bertemu.” Dia melihat ke sekelilingku. “kamu terlihat sangat tampan.”

 

“Ha Ha Ha Pin terlihat luar biasa dan sangat cantik juga.” Mengapa aku merasa sangat pemalu? Tapi ada pria bertubuh tinggi dan kurus menatapku dari belakang. Itu bahkan lebih canggung dan aku sama sekali tidak merasa seperti diriku.

 

“Apa yang kamu lakukan di sini hari ini?”

 

“mencari hadiah ulang tahun untuk Pa na.”

 

“Oh, benar, ini hari ulang tahun ayahmu, sama sekali lupa, aku juga harus membeli Pa hadiah.”

 

“Nah … kamu tidak perlu melakukannya.”

 

“Tidak, seharusnya. Saat kita di SMA, keluargamu memperlakukan aku dengan sangat baik.”

 

Sebenarnya, saya tidak ingin memperhatikan Bulan Kampus yang baru, tapi saat Pin menyebutkan tentang masa lalu, itu mengingatkan aku padanya.

 

Mengapa aku harus khawatir terhadap perasaan Ai Ming?

 

“Aku akan segera kembali.”

 

Dia berbicara kepadaku dan berjalan pergi tepat sebelum aku bisa mengatakan apapun. Sepertinya dia lupa bahwa kita sedang terburu-buru.

 

“Siapa itu?” Pin bertanya “Dia sangat tampan, terlalu tampan.”

 

Tentu saja, dia tampan setingkat dengan Phana.

 

“Seorang Nong dari SMA, Kami juga kuliah di universitas yang sama.”

 

“Sungguh, tidak pernah tahu kamu memiliki beberapa teman lain. Biasanya kamu selalu bersama Pha dan Beam.” Pin tersenyum menggoda. Aku tidak mendengar nada suaranya.

 

“Apa yang terjadi? Pin”

 

“Tak apa, aku tidak tahu, aku bisa merasakan sesuatu.” Pin berbicara dengan sengaja. “Sebenarnya… Pin melihat kamu dan orang itu berjalan bersama untuk beberapa saat.Tapi Pin hanya mengenal kamu dan memutuskan untuk datang dengan tujuan menyapa.. Dari kejauhan melihat kalian berdua, aku merasa sepertinya kamu dan orang itu … ”

 

“Apa itu?”

 

“… jatuh cinta” Dia mengangkat bahunya.

 

“Apa!!!!”

 

“Aku hanya asal berbicara dari apa yang telah aku lihat, anak itu sangat perhatian padamu, dia terus mengikutimu dan juga membungkuk untuk berbicara denganmu setiap saat, tidakkah kamu pikir kamu jauh lebih pendek dari dirinya.”

 

“Hei!” Aku menghentikannya. “Apa kamu tidak merasa aneh memikirkannya tentang mantan pacar-mu berkencan dengan seorang pria?”

 

“untuk zaman sekarang?” Dia mengangkat bahunya lagi mengatakan bahwa dia sama sekali tidak peduli. “Juga … Nong itu super duper tampan. Pin tidak heran jika Kit punya firasat untuknya.”

 

Aku tidak bisa membantahnya. Pin terus tersenyum dan melihat ke antara aku dan punggung Ai Ming dari jauh karena dia berjalan sangat cepat dan hampir menghilang dari pandangan kami. Aku mulai lebih memperhatikannya sekarang. Sementara Pin mulai menggodaku lebih banyak lagi.

 

“Masih sama, sangat keras kepala seperti biasanya.” Dia memahamiku. “Dan sangat posesif di sisi lain.”

 

aku tidak mengatakan apapun.

 

“kamu harus berbicara dengannya atau kamu ingin aku menjadi orang yang menjelaskan bahwa kita hanyalah teman?”

 

“Nah, kamu tidak perlu melakukan ini.”

 

Jika harus ada seseorang yang berbicara dengannya, seharusnya itu adalah aku. Aku menggaruk kepalaku dengan susah payah, sementara Pin terus tersenyum. Tapi tidak terlalu lama, karena dia menyeretku untuk berjalan mengejar Ai Ming, kita tidak tahu kemana dia pergi.

 

Sebenarnya tidak terlalu sulit, kita bisa melihatnya. Tapi saat kami nemukanya, aku melihat dia sangat panik, dia begitu mencolok dari keramaian, tapi mengapa kamu harus berdiri diam dan membiarkan orang mengambil gambarmu?

 

 

“Tunggu sebentar, apakah dia selebriti?”

 

Aku menggelengkan kepala kepada Pin “Tidak … Dia hanya bulan kampus.”

 

“HANYA, apa kau bercanda? Dia adalah bulan kampus!”

 

Pin menatapnya dengan keterkejutan. Dia jelas bukan bintang sintron, tapi kenapa ada begitu banyak orang yang mau berfoto dengannya? Dia tampan dan aku mengerti itu, tapi sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara menolaknya. Jadi kapan dia akan selesai?

 

Aku memutuskan untuk menyela dengan berjalan ke arahnya dan sepertinya dia terkejut melihat aku di sana, jadi dia menggoda klub penggemar dengan mengatakan …

 

“Terima kasih untuk hari ini, aku kira kita seharusnya tidak berfoto lagi. Pacarku cukup posesif terhadapku.”

 

Aku tercengang saat setiap gerakan dan tatapnya ke arahku.

 

“P’ Kit !!!”

 

“Ya, dia! OMG!!! Pacar P’Ming dari Cute Boy Fan Page di Facebook, Dialah yang di gosipkan itu.”

 

“Bisakah kita berfoto denganmu? Please …”

 

Apa? … Sialan … aku mencoba melambaikan tanganku dan menolak, tapi Ai Ming menggunakan tangannya untuk menghalangi mereka untukku seperti aku selebriti.

 

Satu fakta menyenangkan yang perlu kamu ketahui tentangku adalah … aku benci dipotret. Kecuali momen sangat spesial. Kebiasaan buruk ini disebabkan oleh Ai Pha. aku harus berpakaian bagus untuk pemotretan. Tidak dengan kain kasual seperti menyetir pulang ke rumah untuk ulang tahun ayahku seperti sekarang.

 

Gadis-gadis penggemar itu menjerit senang saat melihat Ai Ming melakukan itu untukku. Aku ingin menyembunyikan wajahku di ranselku sekarang juga. Aku mencoba mencari Pin, tapi aku tidak melihatnya lagi. Aku bahkan tidak punya kesempatan untuk mengatakannya kepadanya. Yang saya tahu adalah Ai Ming memeluk aku dengan satu tangan di bahuku sampai kami berjalan ke tempat parkir dan ke mobilku.

 

“P’Kit”

 

“…”

 

“P’Kit krub”

 

“Hm?”

 

“Gadis itu … siapa dia?”

 

aku melihat ke jendela dan melihat pandangan yang familier, yang berarti kita dekat dengan rumahku sekarang. Aku memalingkan mukaku ke Ai Ming dan menjawab “mantan pacarku.”

 

Aku bisa melihat bahwa Ai Ming tertegun sedikit.

 

“Apakah dia mengenal keluargamu juga?”

 

Aku mengangguk sedikit “Ya.”

 

Ming menjadi tenang sebelum berkata “Sangat dekat?”

 

“Cukup dekat, kami hampir bertunangan.”

 

Kali ini dia menginjak rem mendadak dan hampir membuat kepalaku membentur ke dasbor. Aku hampir memakinya, tapi aku ingat aku berutang penjelasan padanya, gak jadi.

 

“Kami sudah putus, Kami tidak memiliki hubungan lagi, Kami hanya saling menyapa sebagai teman lama. Aku tidak percaya seorang pria sepertimu, Selalu berjalan pergi setelah melihat sesuatu. Ternyata pria posesif!

 

“Ya, dan aku mengakuinya.” Dia mengakui. “Apakah aku gila atau apa?”

 

“Ya, sudah pasti.”

 

“Tapi aku tergila-gila padamu, jadi aku siap menjadi gila karenanya.” Dia masih mencoba untuk melucu. Akhirnya, dia bisa tersenyum padaku lagi. Aku sedikit pusing dengan moodnya yang naik-turun begitu cepat.

 

(Mobil berhenti.)

 

 

Dia tahu rumahku… Ini mengejutkan.

 

“Bagaimana kamu tahu ini rumahku?” Aku bertanya.

 

Dia tersenyum “aku pernah ke sini, tapi tidak pernah masuk seperti mantan pacarmu.”

 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

 

“Memata-matai” Dia memberi aku lirikan dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. “Bagaimana aku bisa pulang sekarang?”

 

“kenapa kamu harus mendekatkan wajahmu ke arahku seperti ini?” Aku menjauh darinya. Anak gila ini selalu menggunakan kontak matanya untuk membuatku merasa tidak nyaman, memaksaku melakukan sesuatu, memaksaku berhenti, dan memaksaku melakukan apapun untuknya.

 

Dan alhasil ini, aku cenderung melakukan apapun yang dia inginkan.

 

goodbye kiss akan menyenangkan.”

 

 

“Brengsek, pergilah.” Aku mendorong wajahnya menjauh, tapi tidak bekerja. “Seseorang bisa melihat kita.”

 

“Ini gelap. Tidak ada yang bisa melihat kita.”

 

Ai Ming … Ai bangsat… Sekali lagi, dia menggunakan matanya yang tajam untuk memaksaku lagi dan aku selalu melakukan apapun yang dia minta. Kurasa aku menyerah karena ketampanannya yang aneh seperti yang dimiliki Ai Pha. Segalanya tampak mudah baginya.

 

Dan selalu sulit bagiku untuk menolak … aku selalu menyerah pada mata itu.

 

Sekali lagi … termasuk kali ini, saat malam ini …

 

“Mung (kamu) …” Aku mendorong mukanya. “… Tidak”

 

“Hanya satu ciuman.”

 

“apa? Tidak!”

 

“Ciuman seperti malam itu.”

 

Aku bisa gila…

 

“Aku mengemudi sangat jauh”

 

Itu keputusanmu …

 

“…”

 

“Aku juga posesif padamu.”

 

Itu juga keputusanmu … tidak ada hubungannya denganku …

 

“Sialan!” Aku menggaruk kepalaku karena aku menyerahkan diriku lagi … Aku tidak bisa menahan suaranya yang manis dan wajah tampan ini … sangat genit.

 

“Na”

 

“Tidak”

 

“Satu ciuman”

 

“Seseorang bisa melihat”

 

“Aku sudah mematikan lampu mobil”

 

Haruskan dia memintanya malam ini, huh? Jika aku membiarkan dia mencium, apa yang akan dia pikirkan tentangku? Meski di dalam hatiku, dia sudah menang. Dia menyetir begitu jauh, segera setelah dia selesai ujian.

 

Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melakukannya dan mengatasinya?

 

“Terlalu lambat … Biarkan aku menciummu.”

 

Dia menarikku ke arahnya dan mencium bibirku sebelum aku bereaksi. Ciuman lain yang membuat detak jantungku jadi gila. Sebenarnya detak jantungku sudah berdebar tepat setelah dia menghentikan mobilnya. Kita tidak bisa tinggal berlama-lama dalam kegelapan. Hal ini selalu terjadi pada kita dalam keadaan gelap.

 

Mulutku di bawah kendalinya. Dia begitu lemah lembut, tapi terkadang kasar dan panas. Dia pencium yang handal dengan gairah dan lidahnya. Aku tidak tahu kapan aku mulai membalas menciumnya…

 

Tiba-tiba seseorang mengetuk-ngetuk jendelaku.

 

“Kit … apakah itu kamu?!?!”

 

Ini Hear Kieng … Kakak tertuaku.

 

Catatan: hear kata Cina (dalam bahasa Teochew Dialect) berarti P ‘atau kakak laki-laki.

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.