Novel 2 Moons – Chapter 39 (KIT)

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

” Hear(P’) Kieng!”

 

Dengan cepat aku keluar dari mobil, dan aku yakin wajahku menunjukkan betapa aku sangat terkejut. aku tidak berpikir kaca mobilku cukup gelap untuk menyembunyikan segala sesuatu yang terjadi di dalam mobil.

 

Dan itulah yang aku pikirkan.

 

“Apa yang kau lakukan dengan pria itu?!?!?!” Suaranya cukup nyaring. Mungkin cukup keras untuk membuat tetanggaku tahu apa yang terjadi di sini. aku merasa sangat kesemutan dari kepala sampai ujung kaki. aku tidak tahu harus berbuat apa di sini. Apa yang harus aku lakukan? Dia kakak sulungku dan dia pasti kaget melihat aku melakukannya di depan rumah seperti ini. aku juga melihat tubuhnya gemetar. Dia pasti kaget dan marah pada saat bersamaan.

 

aku ingin berbicara, tapi aku tidak tahu harus berkata apa. aku hanya bisa menggunakan tanganku untuk memukul kepalaku. Seharusnya aku bicara sesuatu untuk membuat situasi terburuk ini menjadi lebih baik.

 

“Sawadee krub.”

 

Seseorang mencoba membantu, tapi aku tidak tahu apakah ini akan menjadi lebih baik atau lebih buruk.

 

Tapi aku yakin Ming tidak terkejut atau syok dengan situasi di depan kami. Bahkan tidak sedikit pun.

 

Ini juga pertama kalinya aku melihat dia menjadi sangat keren.

 

Dia lebih muda dariku tapi dia bisa menghadapi masalah.

 

 

“Siapa kamu?” Hear(P’) Kieng menatap Ming. Dia masih marah dan merasa tidak dipercaya.

 

“pacar kit Krub.”

 

Jawabannya membuat aku langsung menatapnya. Ming tidak menatapku tapi menatap wajah Hear(P’) Kieng, yang aku yakin amat sangat merah karena marah.

 

aku menelan ketakutanku dan harus mengikuti kebohongannya. aku tidak punya pilihan selain memperbaiki situasi ini.

 

“Pacar?”

 

“Krub. Pacar.” Ai Ming melingkarkan lengannya yang panjang di bahuku dengan tenang, tapi aku bisa merasakan detak jantungnya cukup keras.

 

Hear(P’) Kieng melihat wajah kami dan mengalihkan mukanya. Dia bertindak seperti dia tidak ingin tahu tentang semua ini.

 

Aku mendongak untuk melihat wajah Ai Ming, sementara dia menatap wajahku dan tersenyum. Dia mungkin berpikir bahwa aku akan meneriakinya tentang kebohongan itu, jadi dia memberi aku senyuman lagi dan berkata agar aku diam saja “Shhhhhh …”

 

Aku tidak akan berteriak padanya atau apapun. aku hanya penasaran bagaimana dia bisa berani menghadapi keluargaku tanpa takut atau khawatir. Dia terlihat sangat keren dan tenang tentang ini.

 

“aku tahu saat ini hal ini cukup normal, aku juga memiliki beberapa teman gay.” Hear(P’) Kieng berbicara

 

Lebih seperti bergumam pada dirinya sendiri daripada berbicara denganku. “Tapi aku beri tahu, Ai Kit, tingkah lakumu mengejutkanku. Ini ada di depan rumah kita. ”

 

“Ini benar-benar salahku krub.”

 

“Bukan, ini salahku.” Seharusnya aku tidak membiarkan Ming menanggung semua kesalahannya. “aku sangat menyesal krub, Hear (P ‘)”

 

Hear(P’) Kieng pasti pusing memikirkan hal ini. Dia menatapku seperti ada begitu banyak pertanyaan untuk ditanyakan, tapi sekarang anggota keluargaku keluar dari rumah karena mereka tahu bahwa aku telah tiba, jadi Hear(P’) Kieng tidak bisa membicarakannya lagi denganku.

 

“Kita perlu bicara panjang lebar …” Hear(P’) Kieng berbicara kepada Ai Ming. “Kamu dan aku”

 

Ming mengangguk. Dia sama sekali tidak takut padanya. Dia hanya terus tersenyum dan tebar pesona. aku tidak yakin apakah itu berhasil, tapi sepertinya emosi kakak-ku sekarang sudah lebih mereda dari sebelumnya.

 

“Kit … apa itu kamu?” Ma berbicara sambil berjalan keluar. Dia memelukku lalu Pa menepuk pundakku.

 

Saat ini, Ai Ming sedang menghadapi seluruh anggota keluargaku, semua orang keluargaku, nenek-ku, Pa, Ma, saudara ipar (istri Hear Kieng), Jae Kim (kakak perempuanku), Hear Coach (kakak laki-laki-ku), Dan bibiku Semua orang keluar dari rumah untuk menyambutku.

 

Sepertinya sekarang aku sedang dipeluk semua orang. tapi, aku masih peduli dengan supir-ku. Dari rencana awal yang dia anggap telah menyelesaikan tugasnya atau, dengan kata lain, mengantar aku ke sini (termasuk memberi aku goodbye kiss) kemudian pergi, tapi sekarang dia tidak bisa pergi ke mana-mana, jadi dia harus berdiri diam seperti Patung marmer memperhatikan aku dicium dan dipeluk oleh semua orang.

 

“Dan siapa ini? Pha atau Beam?” Tanya Ma sambil melihatnya berdiri diam.

 

“bukan.” Hear Kieng jawaban.

 

“Lalu siapa?”

 

Jadi semua orang melihat orang asing itu dengan penuh rasa ingin tahu. Ai Ming melihat semua orang dan memperkenalkan dirinya secara formal “Namaku MingKwan krub … aku teman Kit.”

 

Jadi … apakah kamu pacarku atau teman atau mahluk apa sebenarnya?!?! Tapi bagaimana-pun, aku tidak ingin ada drama sekarang. aku tidak mengerti kemana hilangnya kata “P” ? Sejak kapan aku menjadi “Kit” dan bukan “P’Kit”?

 

“Oh-ho Semua temanmu sangat tampan.”

 

“Ha Ha Ha … Dia tidak terlalu tampan, Ma.”

 

“menyopir untuk Kit, Nak? Dimana rumahmu? Bisakah kamu mengemudi malam ini? Tapi sekarang sudah sangat larut. Kamu bisa menginap di sini malam ini, Besok adalah hari ulang tahun Pa, ayo tinggallah dan merayakannya bersama kami.”

 

Ohhhhhhhhh Ma !!! Berjalan ke perangkapnya. Itulah yang ditunggu Ai Ming. Rahangku jatuh dan menatap Ai Ming mengangguk tak henti-hentinya. Dia telah menunggu undangan seperti ini, selama ini. Dia bertindak seperti anak anjing yang melihat majikannya.

 

Aku tahu inilah yang dia harapkan. Ini adalah modus-nya, yang dia tidak mengatakan apa-pun… apakah aku setuju dengannya dan masuk ke perangkapnya seperti ini?

 

“Bisakah dia tinggal? Ma” aku memastikan kembali dengan ibuku. Dan kalimat ini sepertinya lampu hijau untuk Ai Ming masuk ke rumahku. Dia tampak lebih bahagia daripada undangan ibuku. “Tentu GrandMa menyukai anak laki-laki tampan, kan? GrandMa.”

 

GrandMa-ku tersenyum lebar. Dia mencubit lengan Ai Ming dan berbicara kalimat bahasa China totok yang sama sekali tidak aku mengerti. Tapi aku cukup yakin bahwa GrandMa suka Ai Ming. Dia juga memiliki teman GrandSon favorit lain seperti Phana. Semua orang di keluargaku tahu bahwa aku memiliki seorang teman yang sangat tampan dan sekarang mereka tahu aku memiliki satu lagi di daftar temanku.

 

Aku diseret ke dalam rumah seperti aku masih kecil. Aku mencoba melihat Ai Ming, yang sekarang ditarik oleh Hear Kieng untuk berjalan perlahan bersamanya dan tidak mendekati-ku. Hear Kieng menarik kemeja Ai Ming dari belakang.

 

Jika Hear Kieng melakukan itu pada Ai Pha, akankah ada pertengkaran di antara mereka, tapi ini Ai Ming. Dia hanya mengatur kemejanya dan tidak mengatakan apa-pun. Ai Ming mengikuti Hear Kieng dengan tenang.

 

Aku sangat khawatir

 

Karena kakak laki-laki tertua-ku adalah Gangster.

 

Aku harus menjawab semua pertanyaan lainnya untuk keluargaku saat kami makan malam. Ini hal yang lumrah saat anak laki-laki yang telah lama menghilang dari keluarga. Biasanya, aku jenis orang yang banyak bicara dalam keluarga, tapi hari ini kami memiliki orang asing yang duduk di seberang meja makan. Wajah Thai yang duduk dan menatapku membuatku sedikit tidak nyaman.

 

“Omong-omong, Ming, apakah Kit punya cewek untuk dikencani di kampus?” Ai Ming hampir menumpahkan air yang diminumnya tepat setelah ibuku menembaki pertanyaan ini.

 

Aku meraih sendokku erat-erat sementara Hear Kieng menggenggam garpunya erat-erat juga dan memasangnya 90 derajat dari meja.

 

“Kami belum pernah melihat dia berkencan dengan siapa pun sejak Pin. Dia tidak pernah membawa pulang ke rumah sama sekali.”

 

Ai Ming menunjukkan sedikit amarah di wajahnya sebelum cepat tersenyum. Dia tahu bagaimana menyenangkan orang tua dengan keterampilan dan kemampuannya yang tinggi. “Masih jomblo, aku percaya itu. Kit adalah mahasiswa kedokteran yang sangat kompeten.” Sekarang dia menatapku sambil meneguk air dari gelasnya. Aku menatapnya agak kesal. Sekaran dia begitu nakal.

 

“Benarkah…” jawab ibuku.

 

“Dokter … Dia anakku … Dokterku.” GrandMaku berbicara dan mencubit kedua pipiku dengan lembut. aku sangat senang membuatnya tersenyum.

 

Waktu berlalu. Kami duduk di sana berbicara sampai waktunya GrandMa tidur. Jadi setiap orang pergi kemasing-masing tempat tidur. Kita harus bangun pagi-pagi untuk memberikan makanan kepada bhikkhu. Aku membawa ranselku ke kamarku dan benar-benar melupakan Ai Ming, saat dia langsung mengikuti dengan cepat dan terus berbicara tentang keluargaku.

 

“Keluargamu harmonis, GrandMa, Kit Ma, juga …”

 

Saat dia berada di dalam kamar tidurku. Aku menutup pintu dengan keras dan menghadapinya dengan wajah serius.

 

“kemana kata P’ ?”

 

“Hr?”

 

“P’Kit … panggil aku P’Kit … Bukan Hanya Kit”

 

Ai Ming berjalan ke komputerkku dan mengatakan “Tidak mau.”

 

“Apa katamu?” Aku mulai marah, tapi sebenarnya tidak juga.

 

“Itu pasti kebohongan yang sempurna, saudara Kit akan membunuhku jika dia tahu kita berbohong.”

 

Catatan: Ming sedang bergerak ke tingkat “pacar” dengan begitu cepat. memanggil Kit dengan namanya bukan menggunakan kata “You”.

 

“Sekarang Mung (kamu) dengan lancar tidak memanggil Guu (aku) sebagai P’Kit.”

 

“Jadi, mari kita terus seperti ini mulai sekarang. KitKat” Dia menyeringai padaku.

 

“Tempat tidur Queen size? Bisakah kita berdua muat?”

 

“Siapa bilang kau tidur di sini? Pergi ke ruang tamu.” Aku mencoba mengusirnya dari kamarku.

 

“Hrr … rumahmu terlalu besar.”

 

Ai Ming menyalakan komputerku tanpa meminta izin dan meminta aku untuk memasukkan kata sandi untuknya. Dan kemudian dia masuk ke Facebook. Kurasa aku harus bertindak normal, tapi rasanya aneh ada dia di kamarku, bahkan dia tidak menatapku atau berbicara kepadaku. Tapi aku sama sekali tidak merasa nyaman. Aku terus berjalan mondar-mandir dan tidak bisa duduk diam terlalu lama. Aku tidak menjadi diriku sendiri di sini.

 

“Berapa lama akan menggunakan komputerku?” Aku bertanya.

 

“Apakah kit ingin menggunakannya?”

 

“kemana semua kata sopan telah hilang?”

 

“aku tidak bisa, itu harus mulus, ingat? Kit” suaranya tidak terlalu nakal. Ini masih lembut, tapi rasanya aneh saat aku mendengarnya.

 

Kenapa aku harus membuat banyak masalah?

 

“Tapi hear Kieng tidak berada di sekitar kita 24 jam.”

 

“Ini! Aku sudah logout, kamu bisa pakek sekarang.”

 

Dia bangkit dari tempat duduk dan membiarkan aku menggunakan komputer. aku tidak tahu harus berbuat apa, jadi aku duduk di sana dan masuk ke akun Facebook-ku.

 

Ai Ming sekarang sangat pendiam. Aku memalingkan mukaku untuk memeriksanya dan melihat dia sedang mengambil beberapa bukuku di rak untuk dibaca dengan tenang. Jadi aku berpura-pura fokus pada Facebook-ku, yang sebenarnya tidak aku sukai.

 

Halaman Fan Cute Boy Facebook memuat gambarku lagi. aku baik-baik saja dengan mereka posting gambarku, tapi setiap saat ketika fotoku muncul, akan selalu ada beberapa komentar tentang Ai Ming. Sesuatu seperti aku teman kencannya, pacar masa depan dan sebagainya.

 

aku juga mengerti orang lain karena mereka tidak tahu yang sebenarnya, tapi bagian yang paling menyebalkan adalah Ai Ming menyukai setiap komentar dan jawaban setiap orang seperti “Bukankah dia imut?”, “Sekarang aku mencoba untuk berkencan dengannya”,” Orang ini adalah milikku “,”kamu bisa jahat padaku, tapi jangan jahat pada dia. “, Dan seterusnya.

 

Bagaimana bisa begitu berani tentang ini? Terbuka di depan umum

 

Aku menatapnya dan melihat dia berbaring di kursi sofa. Dia pasti mengantuk sekarang. “Di kamar tamu, ada handuk di kamar mandi, aku akan meminjam pakaian Hear untuk dia.”

 

Aku berdiri dan berjalan melewatinya untuk meminjam pakaian untuknya, tapi dia menarik tanganku untuk duduk di pangkuannya.

 

“Hei!!!” aku berteriak, “Ini rumahku, apa yang sedang kamu lakukan?”

 

“Menurutmu, apa yang akan aku lakukan terhadap kit?” Ai Ming menggoda dan tersenyum. “Lelah, biar ku istirahat sedikit na.” Dia menempelkan wajahnya ke punggungku sebelum memelukku dengan kedua lengannya yang panjang.

 

Lihat? Kami bahkan belum menjalin hubungan. Tapi dia berani memanfaatkan aku.

 

Dia selalu seperti ini sejak pertama kali aku mengenalnya.

 

Aku tahu dia lelah, jadi aku duduk diam dan membiarkan dia memelukku dan meletakkan mukanya dipunggungku seperti itu. Sebenarnya, aku harus menghargai apa yang dia lakukan untukku hari ini. Dia baru saja mengikuti ujian, lalu mengantarku ke sini, yang seharusnya tidak ia lakukan.

 

“Ming …” Aku memanggilnya tepat setelah dia duduk diam untuk sementara waktu. “… hampir pukul 11.00 sekarang, ayo kita pergi ke kamarmu.” Sebenarnya, aku hanya ingin dia beristirahat dengan nyaman.

 

“Tidak bisakah aku tidur di sini?” Dia berbicara pelan dan menggerakkan lengannya sedikit lebih erat.

 

“Tapi itu tempat tidur queen size.”

 

“izinkan aku tidur denganmu.”

 

“brengsek, tidak!”

 

“aku sangat lelah.”

 

“Jika kamu lelah, maka cepatlah pergilah ke kamarmu dan tidurlah sekarang.” Aku mencoba rasional dengan dia.

 

Dan aku tidak tahu mengapa suaraku jauh lebih lembut dari sebelumnya. aku tidak bisa menjelaskannya.

 

“Lelah, tapi aku ingin berada di sini.”

 

“Disini?”

 

“Di sini … dengan Kit”

 

aku percaya dia pasti sangat lelah … Dari suaranya, dia terdengar seperti orang mabuk. Pada saat ini aku tak bisa melepaskan tangannya. Dia memelukku begitu erat.

 

“pergilah.”

 

“Tidak”

 

” pergilah.”

 

“Tidak”

 

“Hei”

 

“Jika aku disuruh pergi, kapan aku masih bisa memelukmu seperti ini?”

 

Aku tercengang … Tentu saja, ini tidak akan pernah terjadi lagi. Tapi saat dia mengucapkannya, aku merasa jauh lebih lembut. Bagaimana dia bisa sangat mempengaruhi seperti itu terhadapku?

 

“Jika kamu tidak mau pergi sekarang, bagaimana kamu akan tahu waktu berikutnya memang ada atau tidak?”

 

aku mencoba menggunakan keterampilan psikologis-ku pada dirinya. Mencoba untuk rasional dengan dia sebanyak yang aku bisa.

 

Dan sepertinya berhasil. Sepertinya dia menyukainya. Jadi Ming membiarkanku pergi dengan mengngakat kedua tangannya tinggi-tinggi, sementara aku berdiri di depannya.

 

“Pergilah mandi, lalu tidurlah.”

 

“Ruangan yang mana?” Dia bertanya sambil matanya hampir tertutup.

 

“Kamar tamu”

 

Ming mengerutkan kening dan membuat wajah marah.

 

“Ok Ok … kamar ini, aku yang akan tidur di kamar tamu.”

 

Sekarang bahkan lebih buruk lagi. Apakah ini Bulan Kampus yang sama, dia yang mempertunjukkan Muay Thai dalam kompetisi dan mendapat teriakan keras dari klub penggemar?

 

“Ini sudah berlebihan, kamu bukan teman atau pacarku …” aku mulai mengeluh dan bersamaan dengan hear Kieng membuka pintu dan mendengar itu.

 

Fuckkkkkkkkkkkk!!!!!

 

Ai Ming cukup cepat. Meraihku untuk duduk tepat di sampingnya dan memelukku erat-erat.

 

“Apa yang baru saja kamu katakan?” hear Kieng membuat wajah penasaran. Jadi aku harus tetap berbohong. Aku tidak ingin ini menjadi masalah besar sebelum ulang tahun Pa. “bangsat, lepaskan tanganmu dari adik-ku, membuatku ingin menendangmu, jika kau masih melakukannya.” Ai Ming langsung mengangkat tangannya. “Kita harus bicara, kita bertiga.”

 

Kami berdua duduk tegak dan tegang. Karena saat ini hear Kieng sedang duduk di kursi sofa yang bersebrangan dan menatap kami berdua. Biasanya dia memang terlihat menyeramkan (Seperti gangster yang menyeramkan), termasuk tatto naga di lengan dan tubuhnya bahkan membuat kami lebih takut lagi.

 

“Apa yang ingin kamu bicarakan?” aku mulai.

 

“Ditingkat mana kalian berdua sekarang?”

 

Kami saling memandang dan aku tidak tahu bagaimana berbohong tentang ini.

 

“Apa artinya?”

 

“Seperti yang aku katakan, sudahkah kalian berdua… melakukan sex?” Dia bertanya kita pada kami dengan perasaan canggung.

 

Ai Ming tertawa kecil, jadi aku menyikutnya tepat di dadanya untuk membungkamnya.

 

Sementara aku menggelengkan kepala. “tidak sejauh itu.”

 

“Bagus” Dia berbicara. “Kalau begitu kalian bisa menghentikan hubungan kalian sekarang, aku perintahkan kamu untuk menghentikan ini sekarang juga.”

 

Ruangan sekarang sepi.

 

“Hr?” aku berbicara

 

“Ini belum terlambat, kamu bisa menghentikan ini, Kit, kamu adalah adik laki-laki-ku, jadi aku tahu kamu suka cewek. kamu ingin berkencan dengan pria ini karena dia tampan. Ini adalah godaan sementara. Jadi aku ingin kamu berhenti. Ini lebih baik, tepat sebelum kamu terluka nanti. ”

 

aku merasa seperti ada air yang sangat dingin disiram ke wajahku. Alih-alih tidak merasakan apa-pun karena kita tidak benar-benar berkencan, tapi kenapa aku merasa seperti Hear Kieng baru saja menusuk pisau ke dalam hatiku. Lampu hijau bahkan tidak menyala lagi, lampu merah sekarang mendadak terkunci.

 

Aku bisa merasakan Ai Ming mengencangkan kedua tinjunya. Dia terlihat tidak mengantuk lagi, tapi kedinginan dan tidak menunjukkan emosi.

 

“Apakah kamu ingin memukulku?” hear Kieng menatap Ming dan menantangnya, “Lakukanlah, supaya aku bisa mengusirmu dari rumah dan tidak akan pernah kembali untuk melihat adikku lagi.”

 

Ini gila … aku menggunakan kedua telapak tanganku menutupi wajahku. Ini lebih menegangkan daripada setiap ujian yang aku miliki. aku tidak suka kondisi seperti sekarang ini. aku membencinya.

 

 

“Tidak krub” Ai Ming dengan jelas berbicara. “aku akan mencoba lebih keras, bagaimana aku bisa membuat kamu menyalakan lampu hijau untukku, aku tidak tahu.” Dia tersenyum di sudut mulutnya. “Aku tidak akan pernah menyerah pada Kit.”

 

Aku menatapnya dan kaget.

 

 

“Apa yang baru saja kamu katakan?”

 

“Seperti yang aku katakan krub.” Ming terus berbicara “Tidak peduli apa yang terjadi ..” Dia membalikkan mukanya ke arahku “… aku tidak akan pernah menyerah … sampai kami bisa menanggung ini bersama. ”

 

Rahangku menganga dan begitu juga kakakku.

 

“kamu yakin?”

 

“Tidak pernah lebih yakin seperti sekarang ini dalam hidupku.”

 

“tidak mengatakan apa-pun? Kit” hear Kieng berpaling kepadaku “Bagaimana kamu bisa membiarkan dia menjadi satu-satunya yang berbicara tentang hal ini? Biasakah kamu lebih berani dari ini.”

 

aku merasa seperti seseorang baru saja melempari-ku dengan kentang panas. Ai Ming menatapku dengan senyum ringannya. Ini adalah pertama kalinya aku merasa ingin memiliki keberaniannya.

 

“Hear Kieng …”

 

Aku berbicara pelan dan melihat matanya.

 

“… Tolong jangan katakan padaku untuk putus dengannya na krub.”

 

Aku berani melihat mata kakakku, tapi tidak ke orang di sebelahku.

 

“…Ini tidak bekerja.”

 

Ming terkejut saat menatapku. Mungkin dia pikir aku harus mendapatkan penghargaan Oscar untuk ini. Hear Kieng tersenyum di sudut mulutnya. Dan itu yang meringankan kondisi.

 

“Sebenarnya, aku serius, tapi jika kalian berdua memastikan untuk menjaga hubungan ini, maka aku akan mendukung kalian, lagipula kamu adalah saudara laki-laki-ku.” hear Kieng mengangkat bahunya “Tapi jangan sampai Pa dan Ma tahu tentang ini, mereka bisa dikejutkan, apa kamu tahu apa yang aku katakan, Ai Kit?”

 

Ai Ming mencoba meraih tanganku tapi aku menggerakkan tanganku dan mengangguk pada saudaraku “Oke”

 

“Untukmu …” Ai Ming berhenti mencoba menyentuhku setelah saudaraku menatapnya. “Jika kamu menghancurkan hati adik laki-laki-ku, aku akan mematahkan lehermu, mengerti?”

 

“Tidak pernah krub.” Ai Ming tersenyum. hear Kieng menatapnya sebelum memalingkan muka darinya “Tidurlah, kita harus bangun pagi-pagi besok. Oh … Kamar tamu sudah ditempati oleh aku dan ipar perempuanmu. AC di kamar tidurku rusak. ” hear Kieng mengeluh sambil berjalan ke pintu sebelum beralih ke Ai Ming “Sesuatu yang belum terselesai, tidak harus dilakukan malam ini juga, Ini adalah rumah, Bukan motel, setidaknya kamu harus menghormati GrandMa.”

 

Kami sama-sama tidak tahu harus bicara apa. Dia pasti bercanda. Kami tidak berencana untuk berhubungan seks …

 

“Ohhhhh … Sayang sekali …” Tapi seseorang mengatakannya dengan suara keras setelah sudaraku pergi. Apa artinya?

 

 

“Kenapa kamu harus menyalakan begitu banyak lampu… Oh…” Aku baru saja selesai mandi dan mengeluh kepada Ai Ming. Tapi setelah dia selesai mandi sekarang dia tidur di tempat tidurku. Jadi, aku berhenti mengeluh dan mematikan lampu sebelum menyeka rambutku. Setelah Hear Kieng pergi, tidak ada yang terjadi. Ai Ming mandi dan sekarang sedang tidur. Dia benar-benar lelah.

 

aku tahu bahwa kakakku tidak terlalu tangguh (tapi juga tidak gampangan.) Dia adalah gangster tua, yang sangat mencintai keluarganya. Kembali ke masa lalu, saat aku dan Hear Coach menjadi sasaran musuh Hear Kieng berkali-kali, tapi aku selalu bersama Ai Pha yang menjadi pelindungku. Mereka tidak bisa mengalahkan Ai Pha. Hear Kieng selalu memanjakan kami dan itulah mengapa kita sangat disayangi olehnya. Tentang aku dan Ai Ming, aku agak tahu bahwa dia akan mundur begitu aku angkat bicara.

 

Dan seperti yang dia katakan … Jangan biarkan Pa dan Ma tahu tentang ini …

 

Tapi kenapa aku harus memikirkan ini lagi? Ini hanya sebuah kebohongan singkat (selama tiga jam, aku kira) Hanya sebuah permainan pendek untuk saudaraku. Tapi percayalah, aku sangat stres dalam tiga jam terakhir ini, karena ini terasa sangat nyata.

 

Amat sangat nyata.

 

“Tidurlah.”

 

Ai Ming duduk dengan cepat dan menarikku ke tempat tidur. Sementara rambutku masih belum benar-benar kering dan dia menggunakan kakinya yang panjang untuk mengunci tubuhku.

 

“aku pikir kamu sudah tidur” aku mengeluh “Biarkan aku pergi. Rambutku masih basah.”

 

“Nggak”

 

“kamu sudah sering melewati batas.”

 

Dia tertawa terbahak-bahak dengan mulut tertutup “kamu suka?”

 

Aku sedikit tenang “Aku tidak gila yang menyukai hal seperti itu.”

 

“Di depan kakakmu, kamu bermain sangat mulus dan nyata, aku benar-benar percaya Kit adalah pacarku. Aku sangat bahagia saat ini.” Dia mencium leherku selama 2 -3 kali seperti aku kucing atau sejenisnya. Dan aku cukup gila untuk duduk diam membiarkan dia melakukan itu. “Tidak bisakah kita menjadi pacar secara nyata?”

 

“Aku harus sedikit menurunkan suhu AC lagi, terlalu panas disini.” Aku berpura-pura mencari remot AC.

 

“Kit …”

 

“Aku akan mengatur suhu ruangan, segera kembali.”

 

Remote ada di dinding. aku harus bangun dan mengaturnya. Hatiku berdebar seperti orang gila dengan pertanyaannya, bahkan aku tidak ketahui jika itu hanya lelucon atau pertanyaan sunguhan.

 

aku benar-benar percaya Kit adalah pacarku.

 

Tidak bisakah kita menjadi pacar secara nyata?

 

Brengsek! Hatiku berdebar kencang sekali.

 

Sekarang ruangannya benar-benar gelap. Hanya ada Ai Ming berbaring di tempat tidur queen size. Aku duduk di sisi lain dan mencoba berbaring jauh darinya sebanyak mungkin dan menghela napas dalam-dalam. aku harus membiarkan dia tidur karena aku tidak siap untuk membicarakan hal ini.

 

“kamu tahu di mana pertama kali aku bertemu denganmu?”

 

aku pikir dia sedang tidur … Dia bilang dia lelah.

 

“aku tidak tahu.”

 

“Ketika Kit membawakan P’Pha air minum pada hari olah raga. kalian berdua berada di kelas 10. P’Pha berada di tim merah, tapi kit berada di tim hijau. Lucu melihat anggota tim hijau, Membawakan air minum untuk anggota tim lain.” Dia berbicara dan tertawa “kenapa kamu mengkhianati timmu sendiri? aku juga berada di tim hijau.”

 

“Itu temanku, itu Ai Pha.”

 

“Kit membuat Ai Yo gila pada saat itu, apakah kamu tahu itu? Dia sangat khawatir kalian berdua berkencan.”

 

“Persetan! berkencan dengan Ai Pha? aku lebih baik mati membujang saja. Kepribadian ganda. Aku sama sekali tidak bisa menahannya. ”

 

“Kembali ke sana … Apakah kamu pernah memperhatikan aku?”

 

Aku terdiam … Sekarang kita berdua berbicara dalam kegelapan di sisi lain tempat tidur.

 

“Ya” aku mengatakan yang sebenarnya “Seorang pria tampan yang menempel di pantat Wayo.”

 

“Hah, aku punya julukan.”

 

“Tentu saja, sekolah tempat yang kecil.”

 

“Tapi aku hanya tahu satu nama senior KitKat.”

 

“Pembohong”

 

“Tidak, aku tidak berbohong.”

 

 

Sekali lagi, dia menggali jebakan dan memancing aku masuk ke dalamnya.

 

Aku tidak jatuh ke perangkapmu lagi kali ini.

 

Tapi mengapa aku merasa tidak yakin dengan hal ini?

 

“aku sangat bahagia hari ini. kamu tahu itu?” Dia masih berbicara.

 

“Um”

 

“Kit menghabiskan begitu banyak waktu bersamaku.”

 

“…”

 

“Meskipun kamu sedang duduk di mobil, Meskipun kita tidak berbicara, aku masih bahagia.”

 

“…”

 

“Dan kita berciuman”

 

“Diamlah… Tidur!” aku mencoba untuk membungkamnya. Ai Ming tertawa.

 

“kamu tahu apa yang aku pikirkan sekarang?”

 

“Berpikir kita harus tidur, sebelum aku menendangmu keluar dari tempat tidur. Sesuatu seperti itu.”

 

“Tidak” Dia masih berbicara “Coba lagi”

 

aku berpura-pura seperti aku gila. “Jika kamu tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan, kamu harus tidur.”

 

“Bagaimana aku bisa tidur tepat di sampingmu?”

 

“Ok … aku akan menebaknya …” Sebenarnya… aku juga tidak bisa tidur di sampingmu… “kamu sedang memikirkan topik yang akan diujian hari Senin. ”

 

“bukan”

 

“Mantan pacarmu”

 

“Jangan lakukan sesuatu untuk menyakiti perasaanmu sendiri.”

 

Aku tercengang … “bangsat!”

 

“Hahahaha”

 

“Katakan apa yang kamu pikirkan.”

 

“Aku sedang memikirkan masa depanmu.” Ming berkata, “aku sedang berpikir bagaimana aku bisa kaya. Cukup kaya untuk mendapatkan putra dari pemilik perusahaan penggilingan padi terbesar.”

 

Itu aku …

 

“Keluarga Kit sangat harmonis, tulus, dan sangat menyambutku. Anak tertua menyerah menjadi gangster dan mengurus bisnis keluarga, anak perempuan tertua akan segera menyelesaikan gelar masternya, anak ketiga – hear coach siap untuk belajar di luar negri. Keluarga Kit, hidup dengan serius. ”

 

“…”

 

“Mendekati itu mudah, tapi membuat mereka menerimaku itu sulit.”

 

“Mengapa kamu berpikir terlalu banyak seperti ini?” aku mulai mengeluh “Itu masa depan, kenapa kamu tidak memikirkan sesuatu yang lebih dekat?”

 

“kamu mengatakannya sendiri”

 

“Apa?”

 

“kamu sendiri yang mengatakannya, sebenarnya aku tidak memikirkan masa depan sama sekali, aku hanya bercakap-cakap denganmu.”

 

Dia mencoba menjadi bajingan pintar lagi “Jadi apa yang akan kamu lakukan?”

 

“Kit menyuruhku memikirkan sesuatu yang lebih dekat … Jadi …”

 

“Apa itu?” Aku bertanya padanya dan berbalik ke sisi kanan untuk melihat wajahnya yang tertimpa cahaya dari balkon. “Bangun”

 

“Bangun? Tidak … aku tidur di sini.” aku mengeluh.

 

“Bangun … kutolong …” Ming mencoba memohon padaku. “Setelah selesai, aku tidak akan mengganggumu lagi.”

 

“Selesai? Apa yang harus diselesaikan?”

 

“Ini rumahnya, bukan motel, aku tidak mengecewakan, hear Kieng, jangan khawatir.”

 

Apakah dia ingin mengatakan sesuatu denganku atau yang lainnya? Aku duduk sesuai permintannya dan kemudian dia menyuruhku memejamkan mata.

 

“brensek… Apa yang kamu lakukan? Tidak, aku tidak melakukannya.”

 

“Tolong lakukan itu.”

 

“Apa ini?”

 

” Please Please Please ”

 

Akhirnya aku memejamkan mata … “Ok aku menutup mataku.”

 

“aku berubah pikiran, kamu tidak perlu menutup mata.”

 

Bangsat! Apa yang kamu inginkan? Aku duduk dan melihat Ai Ming duduk tepat di sampingku. Dia duduk dan menghadapi-ku.

 

Apakah dia melakukan investigasi atau semacamnya?

 

“Mari luruskan hal ini… Ok? Tidak perlu upacara apa pun. Cincin bisa dipesan dan dikerjakan nanti … kan?”

 

“Apa yang kamu bicarakan? Aku me….”

 

“Kit … apa kau jadi pacarku?”

 

“…ngantuk…”

 

“… Please…”

 

aku tidak salah dengarkan kan?

 

Ai Ming menatap mataku dengan wajah serius dan bersemangat. Dia duduk tepat di sampingku di tempat tidur dan kami berdua siap untuk tidur, tapi percakapannya spesial.

 

Dia memintaku untuk menjadi pacarnya.

 

“Bangsat! Ming! …” gumamku dan tak percaya apa yang baru saja dia lakukan.

 

“Kit menyuruhku untuk memikirkan sesuatu yang lebih dekat dulu sebelum tentang sesuatu di masa depan.”

 

“…”

 

“Inilah saat paling serius dalam hidupku.”

 

Dia mengatakan seperti ini hanya sebuah pembicaraan sebelum tidur. Tapi dia benar. Tidak ada upacara yang dibutuhkan dan cincin bisa dipesan nanti.

 

Brengsek! Detak jantungku berdetak seperti orang gila.

 

“Tolong katakan sesuatu, aku sangat malu.” Dia menggunakan bantal untuk menutupi wajahnya, sementara aku masih tercengang. “… atau Kit belum mencintaiku?”

 

Aku … aku … Errr … aku …

 

“Tunggu” Suaraku gemetar. Melihat separuh wajah Ai Ming karena yang lainnya ditutupi bantal. “Apa yang baru kamu tanyakan padaku?”

 

“Apakah kamu mau menjadi pacarku? aku bertanya kepada kit, ini pertanyaan yang sebenarnya, aku tidak bercanda.”

 

“Tapi…”

 

“Apakah Kit menolakku?”

 

“Tidak … Tapi apakah kamu yakin tentang ini?” aku berbicara dengan perasaan campuran aduk. “aku berbeda, aku tidak manis seperti Yo. aku bukan Dokter Kinta dari Khun Nuer ”

 

“Kinta?”

 

“Dokter gigi-ku” aku menjelaskan bahwa aku selalu melihat pacarnya duduk dan menunggu. Khun Nuer terlihat sangat dewasa, tapi sangat tampan. Mereka adalah idola gay-ku.

 

Karena Dokter Kin sangat imut …

 

Catatan: Dokter Kinta dan Khun Nuer ada di novel ini

Disebut “Limitless” oleh Chiffon_cake

 

“jadi?”

 

“apa!?”

 

“Ya… jadi?” Ming menjelaskan, “aku tidak mencintai Ai Yo, aku tidak tahu Dokter Kinta, tapi aku tahu Kit, aku suka Kit, Kit adalah satu-satunya yang aku cintai, dan aku ingin menjadi pacar Kit, Bukan orang lain.”

 

“…”

 

“Apakah kamu menolakku?” Ming membuat suara yang paling kecewa di seluruh dunia.

 

Aku berkedip … Hatiku mengatakan bahwa penolakan ini akan menjadi hal terakhir yang akan kulakukan.

 

Aku hanya tercengang … gembira … girang … Terkejut … takjub … Perasaan campur aduk. aku tidak tahu bagaimana menjawabnya.

 

 

“Jadi … Lupakan saja … Anggap saja itu sebagai lagu lewat… kamu dengar dan segera melupakannya.”

 

Ming menjatuhkan dirinya ke tempat tidur dan menutupi dirinya dengan selimut.

 

“Hei …” Aku memanggilnya “sudah mau tidur sekarang?”

 

“…”

 

“Ming”

 

“…”

 

“Hei” kenapa dia diam? … Aku mengguncangnya tapi dia tidak bergerak … “Aku akan menjawab sekarang … Duduklah dan dengarkan …” Dia tidak bergerak. “aku akan menghitung dari 1 sampai 3”

 

(Duduklah dengan sangat cepat)

 

Aku belum mulai menghitungnya.

 

“jadi?” Wajahnya yang antusias dan muncul di hadapanku lagi.

 

Aku menarik napas dalam-dalam. Ini bukan wajah yang ingin aku lihat dengan raut kekecewaan.

 

aku tidak bisa bertanya kepada diri sendiri pertanyaan mengapa aku harus melakukan ini dan ketika Ai Ming ada disekitarku.

 

Apakah aku ingin mencari jawabannya atau apakah aku ingin lari dari jawabannya?

 

Bagaimana jika aku tidak ingin lari dari jawabannya lagi?

 

“Izinkan aku memberi tahu kamu sesuatu …” aku mulai dengan lamban. Sementara Ai Ming sangat berkonsentrasi … “Aku adalah Aku … aku tidak manis, aku tidak tahu bagaimana menjadi romantis, aku tidak lucu, sering berteriak dan banyak mengeluh… dan …”

 

“Aku mengenalmu…”

 

“…”

 

“Jika aku tidak bisa menerimanya, mengapa aku di sini?”

 

“kamu yakin bisa menerimanya?”

 

“Uh huh”

 

“Semua hal?”

 

“Ya”

 

aku tersenyum “Bagaimana kamu bisa percaya diri?”

 

“Cepat katakan ya… Dan aku akan membuat semua orang di dunia ini iri dengan Kit yang memiliki pacar sepertiku.”

 

Aku tersenyum lagi sebelum berpura-pura berpikir. Ai Ming membuat wajah kecewa lagi. Jadi aku berhenti bermain.

 

… dan berhenti menjadi jomblo …

 

“Ha Ha Ha Ha Okey…”

 

Aku memeluknya sambil berkata “Ya”

 

Ini bukan karena aku pemalu, tapi aku sangat pemalu … aku harus tertawa untuk meredam rasa maluku …

 

“Apa yang artinya okey?” Ai Ming memastikan kembali sambil tersenyum.

 

“Seperti yang kamu tanyakan sebelumnya.”

 

“Sungguh!!!!!” Ai Ming menatap wajahku lagi untuk memastikan.

 

Aku tidak melihat matanya, tapi melihat ke sesuatu yang lain.

 

“KIT !!!”

 

“Apa? Shhhhhh … kenapa kamu harus berteriak … aku tidak mau membangunkan GrandMa.”

 

“kamu mengatakannya sendiri… kamu mengatakannya sendiri …”

 

“Baiklah Oke Okeyyyyyyyyy”

 

Wajah Ming sangat bahagia dan menarikku untuk memelukku erat-erat.

 

“aku sangat muak bermain kasar untuk bertemu denganmu, Ming” aku berbicara (hampir menangis) dan meletakkan wajahku di bahunya yang lebar, pria yang memiliki hatiku.

 

… aku menerima bahwa dia memiliki hati-ku tanpa syarat.

 

“Terima kasih na krub.” Ming masih memelukku.

 

“Terima kasih juga untuk telah mencoba bersabar denganku.”

 

“mencoba bersabar? aku tidak pernah memikirkannya dalam sedetik pun.”

 

“…”

 

“Aku akan mencintai”

 

“…”

 

“aku akan merawatmu dengan baik”

 

“…”

 

“aku tidak akan genit”

 

“…”

 

“aku tidak akan pernah berselingkuh.”

 

“…”

 

“Aku bersumpah”

 

Kami saling berpelukan seperti itu untuk beberapa saat. aku tidak pernah percaya dia akan meminta aku untuk menjadi pacarnya pada hari ulang tahun ayahku. Satu menit setelah tengah malam.

 

Kenapa aku mengatakan ya?

 

Karena dia cukup berani untuk bertanya …

 

Jadi aku ingin cukup berani untuk mencintai dan menerima hatiku…

 

“Apa yang masih kamu lakukan? Kenapa kamu belum tidur?”

 

“Aku perlu memberitahu Ai Yo dahulu.”

 

“…”

 

“aku tidak jomblo lagi Ke Ke Ke”

 

“Itu tidak perlu”

 

“kenapa?”

 

“Sebenarnya tidak perlu.”

 

“Kenapa? Apakah kamu malu untuk memberitahu orang?”

 

“Tidak … aku sudah memberi tahu Ai Pha.”

 

“Apa?”

 

“Dia mengatakan bahwa Ai Yo melompat-lompat dan ingin merayakannya.”

 

“Wow … kamu lebih cepat dariku”

 

“Karena kamu bukan satu-satunya yang bahagia.”

 

“Hei”

 

“Apa?”

 

“Menjadi pacarku, tapi kau belum memberitahuku jika kau mencintaiku.”

 

“Ai …”

 

“Katakan… sekarang …”

 

“Tidak bisakah kamu menyimpulkannya sendiri?”

 

“aku ingin mendengarnya langsung darimu.”

 

“Gak mau…”

 

“Katakan…”

 

“Bangsat!”

 

“Katakan…”

 

“brengsek… Ok Ok”

 

“…”

 

“Guu (aku) Love Mung (Anda) na”

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan