Novel 2 Moons – Chapter 42 (FORTH)

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Aku sedang duduk di bangku di depan fakultas teknik sambil menatap teleponku seperti orang gila.

 

Aku merindukan dia!

 

Aku sangat merindukannya sampai aku sangat ingin menelponnya sekarang, tapi aku tidak dapat melakukannya, aku tahu dia sibuk.

 

“forth…”

 

Pemimpin ospek yang selalu mengggunakan kacamata setiap saat. Aku merasakanya! Aku tahu dia butuh sesuatu.

 

“Berkemah tahun ini akan diselenggarakan di provinsi ini, dan Kamu harus pergi dengan kami” katanya.

 

“Apa!!!??”

 

“Kamu akan menjadi Pemimpin Ospek tahun depan jadi kamu harus menghadiri seluruh aktifitas ini, dan selain itu, kami membutuhkan bantuanmu. ”

 

Aku tahu aku tidak bisa menolaknya dan satu-satunya yang bisa kulakukan saat ini adalah memejamkan mata dan menerima nasipku. Iya aku suka kegiatan perpeloncoan tapi setelah aku membuat keputusan aku pacaran dengan Beam? Aku tidak ingin meninggalkan kampus lagi. Tapi kurasa aku tidak punya pilihan.

Note: Pada chapter sebelumnya, Forth memaksa beam untuk menjadi pacar, tanpa peduli perasaan beam setuju atau tidak.

 

“Okey, Okey! Aku akan pergi. ”

 

“Minggu ini! ” dia berkata.

 

“Aku tahu!”

 

“Kita tidak akan melakukan kegiatan perpeloncoan lagi, jadi mari kita melakukan pelayanan masyarakat saat ini. Paham ‘gadis cantik’? ”

 

“Baik!”

 

“Tidak ingin pergi ke fakultas kedokteran untuk melihat dokter itu…”

 

Sebelum dia menyelesaikan apa yang dia katakan, aku memelototi dia!

 

Aku mencoba menendangnya tapi dia kabur dan lari. Aku sedikit tertawa tahu bahwa dia menggodaku.

 

Pukul 4:37 tapi masih belum ada tanda-tanda dari Beam. Apakah dia sudah selesai dengan kelasnya ? Dia tidak menelponku atau bahkan mengirim pesan melalui FB tapi aku tahu dia pasti akan mengirimi aku pesan di FB saat dia online

 

Aku tahu seharusnya aku tidak mengharapkan Beam menelepon atau menge-line-ku dan aku tidak ingin menjadi orang pertama yang menelepon atau mengirim pesan kepadanya karena hal itu mungkin mengganggu atau mengusiknya. Huh!!

 

….[PERTEMUAN]

 

“Hai tampan! ” Temanku memanggil aku untuk duduk di meja mereka.

 

“Masih belum bicara dengan yayang-mu?” Dia tahu tentang itu

 

“Belum.” Jawabku.

 

“Sampai sekarang! Sudahkah kamu periksa? ”

 

Aku melihat ponselku dan baterai masih penuh tapi tetap tidak ada panggilan atau pesan dari dirinya.

 

“Tidak, kenapa kau bertanya?”

 

“dia bertanya tentangmu!”

 

“Hah? kapan? “Aku bertanya dengan antusias.

 

Dia menunjukkan teleponnya ….

 

Beam: “Sharp!”

 

Beam: “Apakah Kamu melihat Forth?”

 

(Pesan ini hanya beberapa menit yang lalu! Dan dia bertanya tentang aku !!)

 

Sharp: ‘Dia duduk di sini bersama kami. “

 

Beam: “Apakah forth sibuk?”

 

Sharp: “Mengapa kamu tidak meneleponnya sendiri?

 

Beam: “Tidak, terima kasih!”

 

(Akhir pesan)

 

“Dia tidak pernah bertanya sebelumnya. Apa artinya ini? “Aku bertanya dalam kebingungan dan kegembiraan.

 

“Dengarkan aku bro… Dulu kau selalu menunggunya di fakultas kedokteran sepanjang hari….. tapi hari ini Kamu tidak ada jadi dia frustrasi tentang hal itu dan itulah alasan mengapa dia bertanya tentangmu. ”

 

Sekilas saja, semua keraguanku telah hilang. Dan di bawah kegembiraanku, aku baru sadar aku sudah mengambil kunci mobilku dan bersiap-siap untuk berkendara langsung ke fakultas kedokteran.

 

“Berhenti!! …” teriak teman aku.

 

“Kenapa? Bukankah kamu mengatakan dia frustrasi karena aku tidak berada di sekitar fakultas kedokteran?” Kataku.

 

“Jadi kenapa tidak kamu menggodanya sekarang? ”

 

Aku berhenti. “Apa yang salah denganmu? ”

 

“Hei pikirkan!! … kenapa tidak Kamu terus membirkan dia merasa frustrasi karenamu dan menyelesaikan pertemuan ini sekarang ?.”

 

“Tapi bagaimana kalau dia menjadi jengkel atau marah?”

 

“Percayalah! dia tak biasa, mari kita selesaikan ini dulu, okey?” sharp menatapku

 

Lalu aku baru menyadari betapa pentingnya pertemuan ini jadi aku memutuskan untuk tinggal bahkan jika aku sangat ingin melihat Beam sekarang.

 

Jadi kami melanjutkan pekerjaan kami tapi apa yang aku lakukan selama diskusi ini, Beam tidak pernah keluar dari pikiranku. Aku mencoba untuk mendengarkan tapi aku tidak bisa fokus, aku mencoba bermain dengan teleponku ….

 

“….. Bajingan Forth !! Kenapa kamu tidak mendengarkan?”

 

“Apa??!” aku bertanya.

 

… Brengsek!!! Aku benar-benar tidak bisa mengeluarkannya dari pikiranku.

 

Aku memeriksa akun FB Beam.

 

Dia masih offline dan tidak ada update sama sekali.

 

kemudian……..

 

*** [Suara pintu bergeser] ***

 

seorang mahasiswa berseragam putih yang masih terlihat begitu rapi bahkan itu sudah larut tiba-tiba muncul dan mengejutan semua orang di ruangan termasuk aku.

 

Aku tidak bisa berbicara sepatah kata pun …

 

Orang yang telah aku pikirkan sepanjang hari …..

 

DI FAKULTAS-KU !!! ….

 

Beam berjalan ke arahku.

 

“A..Ai Beam !! ” Aku tersenyum.

 

“Apa yang kamu lakukan di sini? ”

 

“Mencari… Menacariku? ”

 

Beam terlihat tidak yakin sebelum dia berlahan duduk di sampingku, baunya sangat mencekik. Dia melepaskan kancing bajunya dan aku melihat keringat di sekujur wajah dan kemeja putihnya.

 

Sepertinya dia bergegas pergi ke sini.

 

“kenapa terburu-buru? “Tanyaku curiga.

 

“Ayolah!” dia menjawab.

 

“Kamu lagi apa? ”

 

“Berikan aku buku-mu !!” Dia menutup matanya, dan tidak berbicara apa-pun.

 

“Buku-ku?” Aku bertanya.

 

“kenapa? ”

 

Beam terlihat seperti dia berpikir tentang sesuatu. “Aku ingin belajar mekanika”

 

“Dokter juga mempelajari itu? ”

 

“Hanya aku saja yang ingin tahu bagaimana itu.”

 

“Ah …” Aku tertawa dalam pikiranku. Itu sangat unyu! Dengan modusnya ‘alasan yang realistis. ‘ Sangat menggemaskan!

 

Kenapa dia benar-benar datang kesini?

 

“Mengapa? Apakah Kamu memikirkan hal lain? ” Dia mengeluh dan mengerutkan kening.

 

Aku tersenyum. Aku kira aku tahu mengapa dia ke sini.

 

“omong-omgong, apa yang terjadi di sini? ” Dia bertanya.

 

“Akhir pekan ini kita harus membantu sekolah di provinsi lain. ”Aku mengatakan sambil melihat langsung ke mata Beam dan melihat ekspresi di wajah unyu-nya.

 

“Dan kamu bersama dengan mereka? … Jadi … Kita tidak akan bertemu selama beberapa hari? ” dia berkata.

 

Aku merasa seperti pisau menusuk hatiku saat mendengar langsung dari dirinya. Sepertinya dia lebih nyaman berada jauh bersamaku…

 

Mungkin ini adalah ‘jawaban’ dia untuk aku ? siapa yang tahu

 

Sebelum pertemuan berakhir Beam mengatakan …

 

“Pergi ke pantai denganku …”

 

……

 

[ Sabtu pagi ]

 

Provinsi ini berjarak 4 jam dari kampus. Ini sangat jauh dan sulit dijangkau jadi aku harus bangun pagi untuk bersiap-siap, tapi hari ini aku tidak ingin pergi sama sekali.

 

Aku tak menghubungi beam sejak hari ia datang dalam pertemuan kami. Aku kehilangan semua kepercayaan diri aku karena dia menunjukkan dia nyaman tanpa diriku. Aku mulai berpikir ia mau pergi denganku karena ia ingin membuat aku merasa nyaman? Mungkin karena kepribadian aku yang menjengkelkan atau apapun. Tapi tentu saja aku bisa melakukan itu padanya lagi.

 

Aku takut pada ‘jawaban’ dia.

 

“Aku minta maaf” Mark tersenyum saat masuk sambil membawa merokok.

 

“Bisakah aku minta satu? “Aku meminta kepadanya karena kebiasaan buruk-ku kambuh, kebiasaanku sebelum aku menyukai Beam.

 

“Dokter Beam !!!!! ….”

 

Teriak itu sontak membuat aku membeku ditempat saat aku akan mengambil rokok dari tangan temanku.

 

Benarkah dia!!! Sungguh benar-benar Beam!!

 

Dengan tas pack-nya!

 

tapi………

 

BANGSAT !!! Dia menangkapku saat aku memegang rokok!

 

Rasanya aku tertangkap basah oleh istri saat aku mencoba menyembunyikan gajiku.

 

Wajah Beam tiba-tiba berubah kesal. Dia melempar tasnya ke tas aku dan pergi membawa air dan beberapa barang lainnya …

 

Aku mengejar dia.

 

“Beam!!. ”

 

Dia tidak menjawab, jadi aku ambil botol plastik air dari tangannya.

 

“Aku tidak akan merokok!! ”

 

“Kamu mengharapkan aku percaya itu? ”

 

“Tidak … Aku benar-benar lupa”

 

“Terserah kamu mau ngapain…” dia berbalik. “Aku benci orang yang tidak menepati janji!!! ”

 

Aku merasa hati aku terbelah menjadi potongan-potongan ketika aku mendengarnya dari dirinya.

 

“Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan”. Aku segera mengungkapkan segala, memastikan dia tak melakukan apa-apa.

 

“ada apa? “Tanya temanku.

 

‘Ini Beam !! ” Aku menjawab

 

“Tidak … Tidak !!!, aku tidak tahu dia akan datang!”

 

“Sebenarnya aku berjanji kepadanya … aku akan berhenti merokok” aku mengatakannya dengan nada penyesalan.

 

“Dia menangkapku memegang rokok dan sial! ”

 

“Ini bukan karena aku ingin merokok tapi aku stres dan benar-benar lupa” Beam mendengar penjelasan aku. Dan aku melihat wajahnya sedikit cerah….

 

Aku merasa sedikit harapan jadi aku menghadapnya ..

 

“Aku tak akan melanggar janjiku lagi. ”

 

Setelah itu aku merasa Beam akhirnya bersikap normal lagi.

 

“Jika Kamu tak bisa berhenti maka Kamu tak perlu berhenti … bahkan jika aku tidak ingin Kamu merokok, tetapi itu pilihanmu untuk merokok maka aku tidak bisa melakukan apa-pun dengan itu” Beam menjawab dengan suara polos tapi bernada serius.

 

“Uhmm …….. Maukah kamu menciumku meski-pun aku bau asap? ”

 

Dia meninju bahu aku dengan cepat. “Sialan kau”

 

“Kita akan ke mana?” Tanyanya.

 

“Cape Chuan” jawabku.

 

Dia pergi keluar dan mencari beberapa barang.

 

Aku berbicara dengan teman-temanku dan tidak ada yang mau naik dengan mobilku. Jadi aku meminta mereka untuk membantu aku menaikkan tangki cat yang berat di bagian belakang mobilku dan berkeringat banyak setelah membawa begitu banyak tangki cat.

 

Beam kembali membawa tasnya, dan dia memasukkannya ke mobilku. “Apa yang terjadi? kenapa tidak ada yang mau duduk di mobilmu?”

 

Aku berhenti sejenak. Dan menatap teman-temanku. Mereka melakukan isyarat tangan mengatakan mereka tak ingin pergi denganku karena Beam akan bersamaku.

 

Mereka bajingan yang pintar, Setidaknya mereka tahu.

 

Aku menatapnya.

 

“Apa? ”

 

“Kau di sini”

 

Dia mengambil saputangan bersih dari sakunya dan dengan lembut menyeka keringat di keningku. “Keringat akan mengalir ke matamu, tidakkah kau merasakannya?”

 

‘Tidak” Aku menjawab dan lembut tersenyum kepada dirinya. “Terima kasih!”

 

Beam menyela dan melemparkan saputangan ke wajahku.

 

“Usap dirimu! ”

 

Aku tersenyum.

 

Lalu Beam berjalan pergi tapi sebelum dia pergi jauh aku melihat telinganya berubah merah.

 

…. apakah dia malu atau apa?

 

Sapu tangan itu sangat harum dan memang cukup panjang untuk bisa diikat di leherku.

 

Sebelum pergi, Beam pergi bersamaku dan melihat saputangannya di leherku.

 

“Kamu harus memegangnya bukan memakainya! ”

 

“tapi pemilik tidak mengatakan apa-pun…”

 

“Sialan terserah! ”

 

Aku mengambil tisu dari kotak dan mencoba untuk menyeka keringat Beam.

 

“Aku tidak berkeringat! bangsat! ”

“Tidak perlu melakukan itu. Aku datang kemari untuk membantu. ”

 

“Oh, ayolah, Kamu tak ingin berada jauh dari Forth” kataku saat melihat ke jalan sambil mengemudi.

 

“Tsss” Beam berdengung.

 

“Terimalah jadi rasa lelahku akan berkurang”

 

Aku tersenyum.

 

Sementara Beam melihat melalui jendela, pipinya sedikit terangkat, seperti bocah yang tertangkap karena kesalahannya.

 

Beam menggumamkan sesuatu yang hampir tak bisa kudengar …

 

 

 

“…….. Tidak akan pernah menerima … tapi tak akan pernah menolak !. ”

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan