Novel 2 Moons – Chapter 46 (PHA)

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

 

Setelah menghajar Park di Fakultas Sains.

 

Kit, Ming, dan aku segera pergi ke rumah Yo (membolos kelas soreku).

 

Yo masih belum menjawab telponku atau mencoba menghubungiku sama sekali.

 

Sial!! Aku bisa gila …

 

“aku merasa kasihan pada NongYo. “~ .Kit

 

“Jangan khawatir, Daddy Ai’Yo berhasil menangani semuanya, Pasti sekarang bajingan Park bersembunyi. “~ .Ming

 

“Ini hampir mendekati ujian, mengapa hal itu harus terjadi sekarang ?.” ~ .Kit

 

“aku tahu !, aku juga tak menyangka ini terjadi.” ~ .Ming

 

“Ya, aku juga” ~ .Kit

 

“Hei, berhenti menangis keras seperti nenek tua. “~ .Ming

 

“Apa yang kau katakan? .. aku tidak menangis keras !!! “~ .Kit

 

“Lalu beri aku ciuman! “~ .Ming

 

“Diam!! “~ .Kit

 

..Tenang

 

…. Berdebat seperti pasangan gila tapi harus kuakui mereka terlihat cukup serasi saat bersama …

 

 

Aku masih sangat terganggu dari apa yang Yo pikirkan.

 

Apakah ia berpikir aku malu punya pacar seperti dia (karena apa yang orang berpikir tentang skandalnya) ?? ..

 

Apakah dia berpikir itu semua salahku ?? …

 

Apakah dia marah padaku ??

 

Brengsek !!! Aku benar-benar jadi gila ..

 

Aku tidak peduli apapun yang dipikirkan orang tentang kita!

 

Aku akan selalu bangga untuk mengatakan aku sangat mencintai Yo !!

 

.. “Kita sudah hampir sampai !! ”Teriak Ai ‘Ming. “Yang itu!! ”Dia menunjuk mansion yang besar sekali di depan kita ….

 

Aku hampir lupa…

Yo adalah anak dari seorang pengusaha kaya, Pemilik perusahan importir suku cadang mobil.

 

Salah satu keluarga terkaya di Thailand. Dengan kekuatan dan kekayaan ayahnya, semua yang terjadi hari ini akan dilepas seolah tidak pernah terjadi.

 

Aku gugup tapi aku tidak tahu mengapa aku merasakan kegembiraan ini untuk melihat Wayo-ku …

 

Ini tidak seperti kita sedang berjauhan dalam waktu lama!

 

Karena sebenarnya kita berdua bersama kemarin malam.

 

Apa karena ini saat pertama kalinya aku mengunjunginya di rumah mereka?

 

Atau mungkin karena aku takut Yo overthinking begitu banyak.!

 

Sial! Pikiran aku melayang, jantungku berdegup begitu kencang dan aku tidak bisa menahannya ..

 

Ai ‘Ming mengatakan kepadaku untuk parkir di depan gerbang mansion.

 

Dia keluar dari mobil dan berbicara dengan penjaga di pintu gerbang.

 

Aku tak bisa percaya ini !! …

 

mansion itu penuh dengan penjaga, bahkan rumah anjing punya penjaga keamanan sendiri!

 

“P ‘pha …. (aku melihat kesedihan dan kekecewaan di wajah Ming …)

 

“Tidak ada yang diizinkan masuk mansion bahkan aku!. ”

 

“Apa??!!” aku berteriak.

 

Aku memutuskan untuk keluar dari mobil.

 

Aku tertegun dengan jumlah penjaga keamanan tetapi aku akan menaklukkan apa-pun hanya untuk melihat Yo-ku .. aku berjalan menuju pintu gerbang dan dengan nada tegas dan meyakinkan, aku berkata, “Aku datang untuk mencari Yo”

 

Penjaga itu kemudian menatap aku dan bertanya, “Siapa namamu? ”

 

“Aku … Phana !! Phana Kongtoranin! ”

 

“Kau dan temanmu tidak diperbolehkan masuk. Tuan muda memerintahkan kami untuk memblokir siapa pun memasuki rumah, khususnya pria bernama Phana Kongtoranin!! ” Katanya dengan nada tegas.

 

“Tidak ! Kamu pasti salah! ” aku berteriak..

 

“Tidak, ini didalam daftar yang kami terima dari tuan muda kami, Kamu memiliki dua puluh tanda bintang atas namamu.”

 

Dia menunjukkan daftar berisi nama orang yang dilarang masuk mansion…

… dan namaku memiliki tanda bintang terbanyak di atasnya …

 

Aku merasa begitu sakit di dalam, hati aku seperti ditumbuk dan robek berkeping-keping ketika aku melihat daftar. itu tidak lucu sama sekali. kenapa kamu lakukan ini padaku, Yo-ku.. !!

 

“Tidak, ini tidak benar!”

 

“Kamu pasti keliru !!”

 

“Dia tidak bisa melakukan ini padaku !!!

 

Aku berteriak mati-matian pada para penjaga.

 

Aku tidak dapat mengendalikan emosiku lagi

 

Aku memegang pintu gerbang dengan erat dan mencoba menerobos tapi penjaga tidak ragu untuk menarikku dan mendorongku pergi.

 

“Perintah adalah perintah!” dia berkata.

 

“Brengsek! Aku pacar tuan mudamu!

 

.. aku harus berbicara dengannya!

 

Yo!! tolong bicara padaku!!

 

“YO!!!…”

 

Aku sudah berteriak dengan segenap kekuatanku ..

 

Aku masih mencoba untuk menerobos masuk tapi aku hanya didorong dan diusir oleh para penjaga!

 

“Kamu tidak boleh masuk … WOI !!! ”

 

(Woi- kosa kata digunakan pada akhir kalimat yang membuat terdengar tidak sopan atau agresif tapi menunjukkan keakraban saat digunakan bersama teman-teman)

 

“Kumohon biarkan aku masuk.“ saat aku berlutut dan menangis keras dalam keputusasaan dan hilang harapan ..

 

Aku merasa seperti “Romeo” yang tidak diizinkan untuk melihat “Juliet”-ku.

 

Aku ingin meninju penjaga tepat di wajah mereka tapi aku masih muda dan belum berpengalaman untuk berkelahi dengan seorang penjaga profesional.

 

aku putus asa …

 

Yang bisa aku lakukan hanyalah berlutut ..

 

kemudian….

 

Aku melihat seseorang mengintip ke arahku dari jendela lantai atas … aku bisa melihat kesedihan yang mendalam di matanya.

 

Saat dia melihatku, dia langsung menutup tirai.

 

Yo permainan apa yang kamu coba mainkan denganku?

Aku menyerah!

 

Aku akan menunggunya di depan pintu gerbang mereka.

 

Aku berjalan ke mobil di mana Kit dan Ai ‘Ming menungguku.

 

“Sialan, itu terlihat seperti aku berperan didalam film, saat dilema mencapai puncak tertinggi dan sebagai pemeran utama pria, aku tak bisa membujuk istriku sendiri berpihak padaku !! ”

 

Ai ‘Ming tak bisa tahan untuk tertawa saat dia melihat aku dan Kit cepat menyikut dirinya.

 

“P ‘Pha ..”  kata Ai‘Ming.

 

“Aku pikir Yo begitu serius marah padamu… Aku kira Ayah Yo –lah yang menjaga dia menjauh darimu dengan menghabiskan setiap baht untuk sekumpulan penjaga keamanan ini …. Apakah Kamu yakin Kamu benar-benar ingin menunggu? ”

 

“Aku tahu mereka tidak akan membiarkan aku dengan mudah sesuai perintah Yo. ”

 

“harus dengan cara ini, sampai hati Yo melunak untukku !. ”

 

“Pasti sulit bagi kalian berdua! ”Ai ‘Ming mendesah.

 

Sekarang, yang bisa kulakukan hanyalah melihat tirai tertutup di kamarnya dan membiarkan air mataku jatuh di wajahku dan membiarkan semua rasa bersalah di hatiku untuk menghukumku.

 

“Ini semua salahku! “Aku ucapkan dalam keadaan putus asa seperti itu ..

 

“Aku tidak seharusnya meninggalkan Yo malam itu !. ”

 

Ming mendesah dan menatapku dengan simpati .. “P’ jangan merasa bersalah, Park adalah orang yang memasuki ruangan dan Wayo dibius! ”

 

“Bajingan dia! ” Aku berteriak.

 

“Aku akan membunuh Park dan menarik jiwanya ke neraka! ….. Park bukan mahasiswa normal, dia kriminal!”

 

Aku merasakan kemarahan yang tak dapat dijelaskan dan meluap di dalam diriku …

 

“Brengsek! Aku belum pernah semarah ini sebelumnya! ”

 

Aku mengepalkan tinjuku, dan melihat tirai sekali lagi … “P ‘Pha aku harus kembali, aku ada kuis sore ini” kata Ai’ Ming.

 

“Aku akan menunggu di sini denganmu Ai’pha” Kit mengucap dengan nada penuh kasih.

 

Tapi aku tidak ingin teman aku menderita lebih banyak lagi. Mereka sudah banyak mengalaminya karena aku.

 

Aku menatapnya seakan aku memohon … “Kamu tak harus melakukan itu … Kamu harus kembali dengan Ai’ming”

 

Kit mendesah dan menepuk di bahuku untuk menghibur sebelum memasuk ke mobil, Ai’Ming terlebih dahulu membuka pintu mobil untuk kit..

 

Sekarang aku ditinggal sendirian di sini ..

 

Menunggu seseorang yang aku cintai …

 

Seseorang yang bahkan tidak ingin melihat wajahku.

 

Panas yang terik dari matahari mulai membakar kulitku saat aku dengan sabar berdiri di sini menunggunya. Setelah beberapa saat, aku melihat lembaran kertas muncul dari jendela …

 

…. jendela yang aku tatap untuk waktu yang lama.

 

Teks yang tertulis di atas kertas mengatakan “pergilah.”

 

Air mataku mulai jatuh dari wajah aku …

 

Dia masih peduli padaku.

 

….bahkan jika dia tidak ingin bertemu denganku lagi ..

 

.. aku mengambil teleponkku dari saku dan mengetik, “Aku tidak akan pergi dari sini. tolong bicara denganku.” dan mengirimkannya ke Yo.

 

Aku menunggu beberapa saat tapi aku tidak menerima respon apapun .. kertas di jendela telah hilang juga …

 

Sudah Sore,

 

Rasanya kulit aku terbakar.

 

Aku menggunakan telapak tanganku untuk menyeka keringat di wajahku …

 

Wayo masih tidak membiarkan aku masuk mansion.

 

Aku mencoba mengirim jutaan pesan berusaha untuk meyakinkan dirinya …

 

“Yo kita perlu bicara”

 

“Yo, Kamu tidak melakukan kesalahan, kumohon keluar dan berbicara denganku” 

“Panas membunuhku Yo.” 

 

“Apakah kau masih mencintaiku , Yo? “

 

… tapi tidak ada respon sama sekali

 

Aku mengusap keringat di wajahku sekali lagi.

 

Sial!!…

 

Aku masih belum bisa melunakkan hati Wayo.

 

Terkadang para penjaga berteriak padaku seperti ..

 

“Kamu bisa pergi, dan kembali besok”

 

atau

 

“Pulang ke rumah!”

 

Dan kadang-kadang mereka mengajukan pertanyaan seperti …

 

“Apa Kamu ingin makan sesuatu? ”

 

dan

 

“Apa Kamu haus?”

 

Tapi aku hanya menggelengkan kepala untuk mengatakan aku tidak membutuhkannya.

 

Aku hanya butuh satu hal pada saat ini ..

 

Aku butuh Yo-ku…

 

Aku ingin melihat wajahnya,

 

Aku ingin melihat senyumnya sekali lagi,

 

Aku ingin memeluknya erat-erat, dan mengakatakan kepadanya bahwa aku mencintai dirinya, tidak peduli apa-pun! tapi dia tidak membiarkanku ..

 

Aku berjalan mondar-mandir dan tidak mengizinkan diriku untuk meninggalkan masion.

 

Jika Yo bermain permainan denganku … aku pasti akan menyerah padanya !! ..

 

…. tapi aku tidak akan pernah mencoba untuk mundur !.

 

Setelah lama, sekian lama …

 

… mobil mewah hitam bergaya Eropa tiba dan hendak memasuki mansion …

 

Wajah yang familier membuka pintu mobil dan menatapku

 

Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi tiba-tiba kaki-ku kaku seperti tertancap dan aku tak bisa bergerak sama sekali.

 

Tatapannya membuatku sangat merinding.

 

Ketika aku kembali sadar,

 

Aku mengangkat tanganku lalu Wai dengan rasa hormat tertinggi.

 

(Wai- salam seperti isyarat yang dilakukan dengan membungkuk sedikit. Ini banyak digunakan di Thailand sebagai ucapan standar dan juga saat meminta maaf, mengucapkan terima kasih atau menunjukkan rasa hormat.)

 

Ayah yo terlihat tampan, aku bisa mengatakan Yo mewarisi ke-unyuan-nya dari ibunya. Dia terlihat sangat berkelas, dan baik hati …

Tapi ….. Sialan !! Tatapannya membuatku ketakutan yang merayap di dalam tubuhku ….

 

Ekspresinya kosong, Dia bahkan tidak mengatakan apa-pun kepada aku, ia kembali ke mobil dan memerintahkan sopir untuk memasuki mansion.

 

Ini sangat gila sehari.

 

Seharian penuh drama …

 

Terlepas dari kenyataan Wayo menghindariku ?,

 

… Aku kira Ayah Yo tidak suka padaku sama sekali.

 

Ini mulai gelap ….

 

Para penjaga masih bekerja dengan tekun saat mereka berganti shift.

 

Aku merasa lapar dan nyamuk mulai menggigitku …

 

tapi aku akan menahannya! aku akan melakukan apa-pun untuk Yo-ku!

 

 

Saat aku duduk di samping gerbang,

 

Pintu gerbang tiba-tiba terbuka. Pada awalnya aku pikir itu Yo tetapi ketika aku mencoba untuk melihat .. Orang akan keluar jauh lebih besar daripada Yo … … itu Ayah Wayo.

 

Sekarang dia hanya mengenakan T-shirt kasual dan celana pendek dan terlihat seperti baru selesai mandi. tetapi meskipun dari apa yang ia kenakan, penjaga keamanan yang mengenakan jas dan dasi masih menunjukkan begitu banyak rasa hormat untuk pria ini yang mengenakan celana pendek …

 

Aku melihat ayah Yo berjalan ke arah aku …

 

Sekarang aku sangat tertegun! .. seperti aku lumpuh dan tidak bisa menggerakkan setiap bagian dari tubuhku.. Mungkin dia marah atas apa yang terjadi pada Wayo! Mungkin dia ingin menyiksaku karena hal itu,

 

Tapi aku tidak melawan !!

 

Aku menerima semua kesalahanku dan siap untuk setiap hukuman.

 

Saat dia sudah berada di depanku, aku mengumpulkan semua napasku dan bersiap untuk dipukul dia …

 

dan….

 

.

.

 

“Sawadee krap! “Sebuah kata dari pria di depanku.

 

Aku tiba-tiba kembali datang ke indra-ku dan bergegas melakukan wai. “Sawadee krap” ..

 

“Kau tumbuh menjadi seorang pria tampan.”

 

Aku tidak percaya apa yang terjadi, aku mengedipkan mataku dan melihat dia sepertinya sama sekali tidak marah padaku!

 

“Tuan…!”

 

“… Panggil aku ‘daddy’”

 

Aku kaget dengan apa yang dia katakan.

 

Aku tidak yakin apakah aku benar dengan apa yang aku dengar tapi aku mencoba untuk menenangkan diri dan bertanya kepadanya,

 

“Da..Daddy, pernahkah kamu melihat aku? “Suaraku bergetar karena ketegangan yang kurasakan saat ini.

 

Dia mendesah dan dengan tenang mulai mengucapkan kata-kata …

 

“Kau satu-satunya orang yang menyita seluruh perhatian anak-ku, bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan untuk tidak melihatmu? ”

 

Ayah Yo duduk di tanah di samping aku. “Aku tahu segalanya tentang anakku … termasuk orang yang dia kencan …”

 

“… Aku benar-benar tahu Kamu sejak SMA, ketika Kamu sedang membeli bakso dari kedai di depan sekolah dan anak-ku meminta aku untuk memperlambat mobil hanya untuk melihatmu…. sejak itu Aku menyadari, anak aku tidak menyukai wanita sama sekali. ”

 

Aku tersenyum padanya.

 

Tapi sialan! Aku masih merasa sangat ketakutan pada Ayah Yo.

 

“Hari ini, aku sangat terkejut dengan apa yang terjadi tadi. ”

 

Ayah Yo mengepalkan tangannya. perasaan dia yang sama persis denganku.

 

“Terima kasih banyak Pha … untuk menangani situasi dan menghajar orang itu untuk Wayo … kalau saja aku tidak memiliki pekerjaan saat itu, aku secara pribadi akan pergi dan membantumu untuk membunuh bajingan itu secara brutal…”

 

Aku tidak tahu tapi setelah apa yang aku dengar .. Itu membuat aku sadar aku seharusnya tidak pernah mencoba menipu Wayo atau apa-pun…

 

“Kamu telah menunggu di sini sepanjang hari… Kamu tidak menyerah atau melarikan diri bahkan jika itu bukan Kamu yang bersalah sejak awal. ”

 

“Aku benar-benar ingin berbicara dengan Yo …” Aku berkata dengan nada memelas..

 

“… Aku sangat ingin menjelaskan semua hal agar menyingkirkan prasangkannya… dan katakan padanya aku tidak keberatan sama sekali. ”

 

Dia menatap mataku seolah dia menilaiku jika aku mengatakan yang sebenarnya ..

 

“Kamu sama sekali tidak keberatan?” Katanya.

 

“Ya” kata aku.

 

“Bukankah kamu malu bersama dia? “Tanyanya sekali lagi.

 

“Tidak sama sekali” aku menjawab tanpa ragu-ragu.

 

Dia menatapku beberapa saat dan tersenyum.

 

Lalu dia menepuk bahuku dan berkata, “Jangan membuat dia merasa malu!”

 

“Aku berjanji Pak, aku menunggu di sini terlalu lama … aku tidak akan membiarkan diriku untuk membuat Wayo merasa dipermalukan atau malu.!” aku mengucapkannya dengan rasa hormat.

 

“Ai Yo benar-benar memikirkanmu … kemari! “..

 

Dia berdiri dan berjalan menuju pintu gerbang …

 

Aku mengikutinya tapi aku ragu untuk masuk jadi aku berhenti sejenak …

 

Ayah Yo melihat aku jadi ia tersenyum dan berkata, “Kamu harus masuk.”

 

Aku tersenyum pada Ayah Yo.

 

Aku melakukan wai pada dia untuk menunjukkan rasa terima kasihku.

 

Jantungku berdegup kencang saat aku masuk gerbang …

 

Terutama ketika aku melewati petugas keamanan tersebut.

 

Begitu aku masuk ke rumah …

 

Aku melihat Yo-ku berlari ditangga dan berteriak kepada ayahnya, “Daddy aku mengatakan kepadamu untuk tidak membiarkan dia masuk! Kau tidak mendengarkan aku!!” Dan berlari ke kamarnya.

 

Ayahnya mengabaikan Yo, dan menyuruhku pergi ke atas dan mengunjungi Yo ke kamarnya.

 

Dia bahkan bercanda dan berkata, “Jangan menggaruk lantai rumah.”

 

Aku hanya tersenyum dan mengangguk.

 

Aku wai lagi untuk berterima kasih padanya sebelum naik ke tangga.

 

… Aku menemukan ruang Yo di ujung lorong dan aku tau itu kamarnya karena dari poster ‘One Piece’ di bagian depan pintunya.

 

Aku mencoba untuk membuka pintu tapi itu terkunci.

 

“Yo membuka pintu.” aku berteriak …

 

“Pergi! “Aku tau ia menangis karena suaranya pecah …

 

“Yo tolong! Ini akan lebih mudah jika kamu membuka pintu untuk kita bicara! …… jika kamu tidak membuka pintu, aku akan tinggal di sini dan menunggumu! ”

 

Aku duduk dan bersandar ke pintu.

 

Aku merasa lelah tapi berkat AC, itu lebih nyaman untuk duduk di sini daripada di luar. “P ‘Pha tolong pergilah…” suara tampak begitu dekat dengan aku … Aku pikir dia bersandar di belakang pintu juga …

 

“Yo, tolong biarkan aku berbicara denganmu !!”

 

Air mataku mulai jatuh dari wajahku lagi ..

 

“Aku benar-benar ingin kau pergi! ” dia membalas

 

Lalu aku melihat ada sesuatu yang menabrak kakiku ..

 

Ketika aku melihat,

 

.

 

.

 

.

 

Ayah Yo diam-diam membuang kunci cadangan untukku …

 

…. aku mengucapkan terima kasih untuk menunjukkan terima kasihku.

 

Aku memasukkan kunci ke kenop pintu dengan tenang dan membuka pintu.

 

Dia tidak bersandar di pintu lagi .. Dia dekat jendela merangkul lututnya dan menangis.

 

Aku juga melihat ratusan kertas berhamburan di lantai. Sepertinya ia menulis semuanya sore ini, tapi ia tak mem-postingnya di jendela.

 

Dia mencoba melarikan diri dan putus asa, aku memegang tangannya erat-erat.

 

Dia mengalihkan tatapan matanya yang berkaca-kaca kepadaku dan berteriak,

 

“Lepaskan aku!” Dan mendorongku pergi

 

kemudian ia berlari ke tempat tidur dan meletakkan bantal di wajahnya seolah-olah dia tidak ingin aku melihatnya seperti itu.

 

Aku mencoba menyentuhnya tapi ia segera menyingkirkan tangan aku dan berkata, “Jangan sentuh aku!”

 

… Aku merasa sangat sakit seperti hatiku menjadi kusut begitu melihat dia menangis.

 

Aku sama terluknya saat dambaan hatiku tersakiti…

 

Kita berdua menangis dan sedih ..

 

“Aku tidak murni!”Yo mengucap saat ia terus menangis …“Aku tidak layak untukmu P’Pha”..

 

Sial!!. Bagaimana dia bisa berpikir seperti ini?

 

“Yo …” Aku mencoba memeluknya tapi dia menolak dan dan mendorongku kembali.

 

Jadi aku menggunakan kekuatanku untuk memeluknya lagi …

 

Dia mencoba menentangku tapi kekuatannya tidak sepadan denganku. Aku mencium kepalanya untuk membiarkan dia tahu bahwa aku tidak berpikir apa-pun seperti yang dia pikirkan.

 

Dan dengan nada paling memelas aku berkata,

 

“Yo, aku sangat mencintaimu! begitu banyak seperti bagaimana Nang Nak mencintai suaminya. ”

 

(Nang Nak –hantu seorang istri yang tidak ingin meninggalkan suaminya. Sebuah karakter fiksi dalam film horor Nang Nak)

 

Dia mencoba memukulku tapi aku mengelak ..

 

Dan dengan lembut berbisik ke telinganya,

 

“Aku sangat mencintaimu dan bagiku sejauh ini kamu masih murni. ”

 

Setelah apa yang aku katakan, dia sepertinya sudah tenang dan berhenti melawanku jadi aku menatap matanya dan mengusap air matanya …

 

“Tapi P’Pha, aku benar-benar tak bisa ingat apa-pun, aku merasa seperti aku dibius. “ Katanya dengan suaranya pecah

 

“Okey, Tak apa-apa.”

 

Aku memeluknya erat untuk menenangkannya dan membuatnya merasa nyaman.

 

“Tapi P’Pha aku bersumpah aku tidak berpikir dia melakukan sesuatu padaku… sungguh !! ”

 

“Shhhh, aku tahu .. aku tahu! … ”

 

Jika aku tidak pergi malam itu untuk menjemput Pring … baby-ku tidak akan menderita seperti ini.

 

Tunggu!! Pring !! …

 

Aku lupa untuk memikirkan sesuatu …

 

Pikiran dan gagasan mulai terbentuk dalam pikiranku seperti potongan puzzle.

 

Aku meninggalkan Yo untuk menjemput Pring …

 

Waktu yang tepat bagi Park untuk menyelinap ke dalam ruangan.

 

Semua kemarahan mulai kembali kepadaku ..

 

Aku menggepalkan tinju …

 

Gadis itu !! … Bahkan jika dia temanku !! …

 

“Yo dengarkan aku” Aku berbicara perlahan karena aku memeluknya erat.

 

Dia kemudian menatapku dengan mata penuh air mata.

 

Aku mulai membisikkan kata-kata dengan lembut saat dia mendengarkanku …

 

“Yo, tolong berhenti memikirkan masalah ini, aku tahu tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi di antara kita, jadi tolong berhenti saling menghukum seperti ini…… Yang penting adalah kita saling mencintai dan peduli. jadi tolong berhenti berpikir berlebihan!”

 

“Tapi … sekarang …. seluruh kampus berpikir aku orang mengerikan. Dan jika Kamu pergi denganku. kamu akan kehilangan reputasimu.”

 

“Jika mereka mengkritik atau menyalahkanmu, maka aku lebih bersedia untuk menyerahkan gelar bulan kampusku…. Aku tidak peduli tentang hal ini lagi dan satu-satunya hal yang aku sayangi sekarang adalah dirimu. ”

 

“Tapi P ‘Pha! …. Kamu akan kehilangan…”

 

“Shhhh …. (aku menempelkan jariku ke bibirnya) … Aku tak peduli tentang hal itu” aku mengulang.

 

“Besok Kamu harus pergi ke sekolah dengan aku.! Kali ini kita akan membiarkan mereka tahu jika kita  benar-benar pacaran, bukan hanya gosip di blog online mereka dan halaman apa-pun! ”

 

Aku memegang tangannya dan memeluknya erat-erat!

 

Aku tidak akan membiarkan dambaan hatiku untuk menderita lagi.

 

Aku akan membuat dia merasa aku hanya peduli pada dirinya ….

 

—————————-

 

Pukul 03:00

 

aku masih terjaga mencoba untuk menelpon geng peri Yo. Meminta mereka untuk membantu Wayo.

 

“Montri tolong menyebarkan kebenaran kepada orang lain … aku mohon”

 

“Apakah ini Kamu P’Pha? Tentu saja aku bisa membantu. ” Dia menjawab

 

“… membantu aku, membantu pacarku. ”

 

… aku tahu gosip buruk menyebar begitu cepat …

 

Tapi sekarang aku akan menceritakan kisah nyata …

 

cerita

 

Tentang aku dan my wayo …..

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan