Novel 2 Moons – Chapter 47 (PHA)

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Wayo sudah melewatkan perkuliahan selama beberapa hari, dan aku telah meyakinkan dia untuk menghadiri kelas, tapi ia tak ingin sampai hari ini….

 

aku tahu dia punya kelas pagi ini, jadi aku bangun pagi dan pergi ke mansion mereka untuk menjemputnya.

 

Desas-desus tentang 2 bulan menjadi lebih jelas sekarang bagi semua orang di kampus.

 

Gosip telah mengungkapkan kebenaran, dan sekarang sebagian besar mahasiswa sudah tahu tentang aku dan Yo.

 

Bagiku, aku benar-benar tidak keberatan tentang hal itu, tapi aku tidak yakin bagaimana dengan Yo dapat bertahan dengan semua kejadian ini. Aku tahu itu sulit baginya untuk menerima ini, tapi aku tak mampu untuk melakukan sesuatu ketika seseorang yang paling aku sayangi kehilangan harapan.

 

Kali ini dia harus pergi ke kampus, jadi aku menjemputnya di mansion mereka dan meyakinkan dia untuk pergi ke kampus.

 

Sebelum kami berangkat, kami berjalan ke sebuah kuil terdekat untuk bersedekah dan berdoa. Lalu, kami langsung menuju universitas.

 

Aku sedang mencari tempat untuk memarkir mobilku saat melihat wajah Yo tampak aneh. Dengan mulut terbuka dan matanya sedikit suram, dia meletakkan tangannya yang gemetar di pundakku.

 

“P’Pha, aku pikir … kamu harus pergi … aku akan mencari taksi untuk pulang!”

 

“Tidak!.”

 

Aku melepaskan tangannya dari bahuku dan dengan hati-hati menggengamnya dengan erat.

 

“… Kamu sudah absen beberapa hari, ini adalah kesempatan terakhirmu!” Yo menatapku memohon agar bisa mengubah pikiranku.

 

Aku berbalik menghadapnya, dan dengan suara serius tapi lembut, aku berkata,

“Yo, kita tak bisa mengubah hal-hal yang sudah terjadi… Kita tak bisa mengontrol bagaimana orang-orang akan melihat kita… tapi Kamu harus kuat menghadapi ini dan bergerak maju! Tolong Yo, aku tak tahan melihat kamu kehilangan harapan!”

 

Wajahnya menunjukkan sedikit harapan, jadi dia memegang tanganku sebagai gantinya dan sedikit meremasnya. Dia menarik napas dalam-dalam, membuka pintu mobil dan melangkah keluar… Aku juga turun dari mobil dan bergegas ke sampingnya.

 

Aku memeluk bahunya … dan mencium pipi (Aku tak peduli apa yang orang lain akan katakan lagi.)

 

Dia kaget dengan apa yang aku lakukan, tapi dia tersenyum dan mencoba memukulku, tapi aku menghindar. Aku bertingkah sedikit ketakutan.

 

“Aku hanya bercanda!” kataku.

 

Tiba-tiba, geng peri muncul entah dari mana dan bergegas kearah Wayo …

 

“Kami sangat merindukanmu! (Dia mencoba terlihat emosional dan pura-pura menyeka air mata palsu yang jatuh dari matanya sambil berpikir drama semacam ini akan meyakinkan Yo tentang kerinduan mereka untuknya) Jika Kamu pergi, siapa yang akan menjadi idolaku di Fakultas Sains ?! ” ~ Orang gemuk di geng itu berseru.

 

Yo tertawa kecil dan sinis mengatakan, “Seperti aku tidak tahu apa yang kamu lakukan, … tapi aku juga merindukan kalian, guys!”

 

“Ai’Yo, aku merindukanmu! Omong-omong, beberapa orang bertanya tentangmu!” Dikatakan oleh orang yang nampaknya menjadi bos geng bernama montri.

 

Yo menjadi penasaran dan bertanya, “Benarkah? Siapakah?”

 

“Tidak, maksudku mereka hanya ingin tahu tentang dia …” Dia memberi isyarat dan menganggukkan kepalanya kearahku seperti dia menunjuk kepadaku.

 

Aku agak tahu apa maksudnya, tapi aku benar-benar tidak peduli, jadi aku hanya mengabaikannya.

 

“Sebenarnya, para mahasiswa di kampus ini sudah tahu tentang topik terpanas saat ini. Kamu tahu, tentang seseorang di fakultas kedokteran yang mengejarmu!” dia berkata. Lalu, geng itu memberi kami tatapan menggoda dan lucu.

 

“Cukup!” Aku memotong gerombolan itu saling pandang.

 

“Okayyy! Kelas kami akan segera dimulai. Mari kita pergi Yo, pengajar mencarimu !!

 

… Jadi aku memeluknya dan menciumnya di dahi.

 

“P’Pha, kamu akan menjemputku nanti, kan?” Tanya Yo.

 

“Ya, sampai ketemu nanti!” kataku.

 

Lalu, aku menatap teman-temannya dan menoleh ke arah Yo. Dia tersenyum padaku, melambaikan tangan dan berjalan pergi … Aku melihat dia berjalan bersama dengan teman-temannya sampai mereka memasuki ruang kuliah …

 

…. Mudah-mudahan tidak ada yang akan mengacaukan dia mulai hari ini …

 

Aku hanya bisa berharap seperti itu ….

 

….

 

Aku tidak pernah berbicara dengan Pring lagi sejak kejadian itu menimpa Yo. Aku mengabaikannya setiap kali dia ingin bicara dan menghindar jika aku melihat dia datang. Aku ingin dia merasakannya dari ekspresi dan tindakan-ku, sekarang dia hanya orang asing bagiku atau bahkan bukan teman-ku, dan aku tidak ingin melihatnya lagi. Mungkin terlalu kasar, tapi aku pikir dia pantas untuk ini …

 

… Aku mendengar dari Beam dan Kit bahwa apa yang aku lakukan tampaknya merupakan pukulan terbesar bagi dirinya, dan sekarang, gosip mengatakan dia selalu mabuk-mabukan setiap hari dan malam, dan ini menodai gelarnya sebagai Bintang Kampus .

 

… tapi Aku tidak mau peduli lagi. Setelah apa yang dia lakukan pada Yo-ku?

 

…..

 

Sebelum aku memasuki ruanganku, aku mengirim pesan di Line Yo ..

 

“Yo, bagaimana kabarmu? Apakah semuanya baik-baik saja?”

 

Dalam sekejap, dia menjawab, “P’Pha jangan khawatir, semuanya baik-baik saja disini!”

 

“Baiklah, aku mengerti!” Aku membalas.

 

“Ai’Pha, bagaimana kabar Yo?” ~ … Kit

 

Aku memperhatikan teman-teman aku berdiri di belakang aku. Aku bisa melihat dalam ekspresi mereka betapa khawatirnya mereka pada Yo.

 

“Dia baik-baik saja sekarang, dia ada di kelasnya!”

 

Beam tersenyum dan Kit mendesah lega. Aku tahu mereka juga khawatir dengan Wayo, jadi aku ingin meyakinkan mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja.

 

Kemudian di sore hari, aku langsung ke Fakultas Sains sendiri. Aku tidak meminta Beam dan Kit untuk datang karena aku tidak ingin mengganggu mereka.

 

[Kafetaria, Fakultas Sains]

 

“P’Pha !!!” Yo berteriak saat melihatku.

 

Aku mengangkat bahuku lalu dia duduk di sampingku. Lalu, dua temannya juga duduk di sampingku, mengedipkan mata dan memberiku senyuman genit, jadi aku balas tersenyum dan mengangguk.

 

“Ini lebih baik!” Kata Montri.

 

Sudah lama sekali kami tak berkumpul bersama di kafetaria ini.

 

“Siapa ulang tahun? Kenapa kita berkumpul di sini?” Yo mengatakan terdengar seperti dia mengeluh sinis.

 

Aku tersenyum dan mengusap kepalanya dengan lembut. Aku suka bagaimana dia terlihat malu di depan teman-temannya. Dia sangat imut.

 

“KYAAAAH !! OMG! Aku sekarat sekarang!” ~. Gajah (seperti yang Yo memanggilnya) berteriak dan bertingkah seperti dia pingsan saat melihat apa yang telah kulakukan pada Yo.

 

“Astaga!” Salah satu temannya berkata.

 

“cukup! Aku kira kalian seharusnya sudah tahu.” kataku.

 

Lalu, aku melihat bagaimana teman-temannya di depan kami tidak bisa berhenti mengoceh dan mereka tersenyum dan memberi kami tatapan menggoda.

 

 

Aku hanya tersenyum dan berkata, “aku hanya khawatir pada Yo!” Kemudian mereka semua mulai tertawa pada kami dengan menggoda penampilan mereka.

 

Lalu Yo menatapku dengan sedikit ngambek. Aku tidak yakin apakah itu jengkel atau malu, yang pasti sekarang wajahnya menjadi merah, jadi aku tersenyum dan bersorak, “Aku harus mengatakan itu!”

 

Dia hanya mengabaikan apa yang aku katakan, jadi aku bertanya kepadanya, “Kamu ingin susu pink?”

 

“Tidak!”

 

Dia cepat mengatakannya bahkan tidak repot-repot menatapku. Kurasa dia benar-benar ngambek.

 

“OMG! Aku punya ide bagus guys!”

 

Sekarang Wayo, teman-temannya dan aku (dan juga sisa mahasiswa yang duduk di meja sebelah ikut memperhatikanya.) berpaling ke teman Yo yang berteriak.

 

“AYO PERGI TRIP!” dia berteriak.

 

Tiba-tiba, wajah mereka menjadi terang dan menghasilkan senyuman mencolok seperti itu. Tanda yang menunjukkan bahwa mereka setuju dengan teman mereka …

 

Percakapan mereka berlanjut seperti ini.

 

“Iya!”

 

“Tentu saja mengapa tidak?”

 

“Mari kita pergi!”

 

“Setelah ujian akhir guys, oke?”

 

Lalu mereka semua menatapku dan Yo.

 

“Yo?” Tanya Montri,

 

Dan Yo yang tadi baru saja ngambek kepadaku, sekarang menatapku dengan senyuman aneh yang hanya berarti satu hal, dan dengan nada yang sangat sopan dan manis, dia berbisik,

 

“P’Pha ….”

 

* Ugh *

 

Bagaimana aku bisa menolaknya?

 

Aku kira aku tidak punya pilihan lain…

 

Aku mengangkat bahu sebelum menjawab, “okey!”

 

“Kalau begitu, ayo kita pergi ke Miss.Tifanny, jadi kita bisa mengatur perjalanan ini setelah ujian akhir.” Montri berbicara tepat setelah aku setuju.

 

Aku sudah punya rencana dengan Yo setelah ujian akhir, tapi aku kira trip ini tak dapat membantu.

 

Mengapa aku harus patah hati.

 

“Mengapa harus setelah ujian akhir? kenapa tidak hari ini atau besok?” Aku bilang.

 

Aku segera menyesali pertanyaan itu karena mereka semua menatap aku dengan wajah jahat mereka …

 

“Ok, aku mengerti. ” Kemudian, mereka semua bangun untuk mencari Miss.Tiffany.

 

Aku kira trip ini lebih penting. Ha ha! Ide itu hanya membuatku tersenyum, tapi kupikir trip ini sama sekali bukan ide yang buruk.

 

Ketika kami hendak berpisah, Wayo tiba-tiba berlari kembali kearah aku dan dengan lembut berbisik, “Berapa banyak kondom yang perlu aku beli?” (Wayo, mengapa begitu nakal?)

 

Aku sedikit tersenyum dan menatapnya.

 

mencoleknya! “Aku tak pikir aku perlu satu-pun.”

 

Aku melihat wajahnya berubah merah saat ia berjalan pergi.

 

Dia pergi lagi dengan wajah imutnya.

 

Ketika mereka pergi, aku ingat Beam dan Kit. Untunglah forth mengajak teman-temanku kembali ke asrama.

 

….

 

Selamat Datang …. UJIAN  AKHIR!

 

Teman-temanku dan aku benar-benar sekarat sekarang. Membaca banyak blog dan buku seperti di neraka dan sepertinya kita perlu melakukan ini selama 7 malam berturut-turut! Kami begitu sibuk membaca hingga kami lupa makan siang atau makan malam.

 

Untung Yo membawakanku makanan meski dia juga perlu membaca buku.

 

Kurasa dia tahu subjek dan materi fakultas kedokteran tidak normal, jika dibandingkan dengan subjek fakultas lainnya. Maksudku jika Kamu mahasiswa kedokteran, Kamu benar-benar harus membaca dan menguasai setiap halaman dan bab dalam buku pelajaran yang Kau miliki.

 

Aku tahu aku masih perlu membantu teman-teman-ku untuk mengejar ketinggalan dengan subjek ini …

 

Ada setumpuk buku dan kertas di meja yang menungguku, dan Wayo berguling-guling di tempat tidur. Sepertinya dia sedikit lelah, jadi aku membiarkannya saat aku terus membaca.

 

Tepat pada saat itu dia tiba-tiba bangkit dan mengambil kertas dariku dan berkata dengan suara perhatian, “P’Pha, berhenti membaca!”

 

Aku berpaling kepadanya dan berkata, “Yo, aku perlu menyelesaikan bacaan ini.”

 

“Aku tahu betapa sulitnya P’, tapi aku pikir kamu perlu beristirahat.”

 

“bukankah kamu juga harus belajar?”

 

“Aku tidak ingin membaca lagi P’, aku menyerah!”

 

Aku juga merasa ingin istirahat sebentar, jadi aku memutuskan untuk menyingkirkan catatanku dan menyisihkannya untuk sementara waktu.

 

Aku berjalan menuju tempat tidur tempat Wayo duduk, dan aku memberinya tatapan menggoda dan dengan lembut memegangnya dan ……

 

 

 

Aku di tempat tidur tidak memakai apapun dengan Yo di sampingku. Aku merasa sedikit lelah, tapi kupikir Yo lebih lelah dariku.

 

“P’Pha ….!” bisikan dari Yo memecah kesunyian ..

 

“Hmm?” Aku bertanya.

 

“Hari ini, aku menyadari itu ……. bahwa….” Yo sepertinya khawatir dengan sesuatu.

 

“… bahwa Yo tidak cocok untuk P’Pha!” Aku terkejut dengan apa yang aku dengar, jadi aku membeku dan tak bisa segera merespon.

 

“Yah, tidak hanya hari ini, tapi aku sudah memikirkannya sering kali, dan hal-hal yang aku dengar membuat aku meyakini gagasan ini.”

 

Apa??!!!

 

Dia berbisik dengan tenang, tapi aku bisa merasakan kesedihan disuaranya sambil mengucapkan kata-kata seperti itu.

 

Aku tidak tahu mengapa dia mengatakan hal ini kepadaku. Ada banyak orang yang sudah berpapasan denganku setiap hari. Aku berbicara dengan mereka, dan aku tahu mereka sudah tahu tentang aku berkencan dengan bulan ini, dan aku juga tahu mereka berbicara tentang hal itu, tapi aku benar-benar tidak peduli karena itulah yang sebenarnya terjadi.

 

Hanya ada satu hal yang aku pedulikan. Yo-ku!

 

“Aku pikir apa yang mereka katakan tentang P’ adalah benar, Yo tidak tepat untukmu. Seriuslah P’Pha. Aku berpikir itu karena klip video!”

 

Pada titik ini, dia mulai menunjukkan betapa tertekannya dia saat dia terus berbicara.

 

“Yo, itu semua sudah berlalu sekarang! Aku sudah bilang padamu untuk jangan memikirkannya lagi, jadi mengapa tidak kita membiarkannya berlalu?” Kukatakan padanya saat aku memegang tangannya dengan lembut.

 

“…”

 

“Tidakkah kamu takut apa yang dikatakan orang?” Dia bertanya.

 

Aku diam saja. Aku tahu dia benar-benar merasa tidak nyaman mendengar desas-desus dari orang lain. Gambar-gambar itu sudah tidak bisa ditemukan lagi. Gambar itu sudah pergi untuk selamanya, tapi sekarang aku tahu gosip tentang hal itu tidak akan mudah dihancurkan, tetapi siapa mereka yang berani menilai Yo-ku tidak baik untukku?

 

Dunia ini sangat kejam ..

 

“Yo, jangan terguncang hanya karena orang-orang ini. Ingatlah aku tidak akan melihat Kamu seperti itu. Kamu pikir hal ini akan mengubah pikiranku? Tidak mungkin!” Aku mengucapkan kata-kata seperti itu dengan percaya diri …

 

Kepercayaan diri Yo telah hancur berantakan kerena kejadian gila itu. Mimpi buruk! Aku tahu tidak mungkin orang yang menyebabkan masalah ini bisa mendekati dia lagi, tapi kenapa dia masih khawatir dengan masa lalu?

 

Aku akan membuktikan hatiku pada Yo !!

 

Sebenarnya, cara dia terganggu oleh hal ini membuktikan ia mencintaiku begitu banyak karena meskipun dia merasa bersalah, ia tak ingin putus denganku dan tinggal di sisiku.

 

Aku tahu ini adalah penghalang besar dalam hubungan kami. Aku juga tahu bahwa mulai sekarang, banyak mata akan terfokus pada kami berdua sebagai pasangan.

 

“teruskan!” dia berbisik.

 

“P’Pha, aku tidak memilihmu kerena penampilanmu, aku menyukaimu karena kamu begitu sabar denganku ……”

 

“… Daddy mengatakan kepadaku, kamu perlu menanggung sisi rewelku!” Katanya dengan nada tenang.

 

Aku berdeham sebelum aku menatapnya,

 

“Kamu mencintai orang gila ini ?!” Aku bertanya.

 

Yo hanya tersenyum.

 

“P’Pha !! … teruskan baca bukumu sekarang!” Dia sedikit mendorongku.

 

“Tapi aku lebih tertarik padamu daripada bukuku.” Aku menjawab dengan nada menggoda.

 

Kini wajahnya kembali merah.

 

“P’Pha, siapa yang menyuruhku membaca bukuku tadi? Itu kau, jadi silakan baca kembali bukumu!”

 

Aku kembali ke mejaku untuk terus membaca, tapi sebelum aku melakukannya, aku melihat sekilas Yo di tempat tidur. Dia tampaknya lebih tenang sekarang membalik-balik halaman bukunya sementara berbaring di tempat tidur. Seprai yang kusut menutupi bagian atas tubuhnya sampai ke pahanya.

 

Astaga. Dia benar-benar terlihat begitu polos dan imut …

 

Aku pikir aku masih punya sedikit waktu luang, jadi aku meraih ponselku dan membuka facebookku.

 

Ada banyak posting dan update dari mahasiswa dari berbagai fakultas yang mem-feedkan ke notif-ku, tapi pikiran aku berkeliaran di tempat lain. Mereka tampaknya tidak penting bagiku saat itu. Aku pergi langsung ke halaman di mana sebagian besar foto sexy, gosip dan pembicaraan tentang kampus diposting…

 

… halaman yang memuat gambar semua cowok keren dan tampan dari fakultas yang berbeda di kampus.

 

Seriuslah? Foto aku masih di sini meski ada rumor?

 

Untungnya, Tidak ada foto Yo yang tidak senonoh di manapun. Aku pikir daddy benar-benar cepat menanganinya.

 

Orang-orang ini hanya tidak tahu bagaimana scandal ini telah berdampak pada Yo, Tapi meski foto-foto itu hilangkan dari halaman, aku masih bisa melihat komentar negatif tentang Yo di foto-ku…

 

Pacarku sebenarnya bukan tipe orang yang populer di masyarakat. Aku tahu setiap orang memiliki perspektif yang berbeda tentang dia, tetapi bagi mereka untuk membuat penilaian begitu cepat? Aku mengepalankan tangan saat melihat profil orang-orang sialan itu ….

 

 

Aku pikir mereka adalah bagian dari semacam klub penggemar, dan mereka tampaknya melawan kami berdua bersama-sama …

 

Mereka mengatakan banyak hal tentang Yo dan aku.

 

Mereka mengutukku karena bergaul dengan Yo. Mereka mengucapkan komentar yang tidak sopan tentang kami menjadi pasangan. Mereka melompat ke penilaian seperti itu tentang Yo.

 

Mereka sangat kejam!

 

Tapi adakah yang bisa aku lakukan agar mereka menyukai kami?

 

Sebenarnya, aku benar-benar tidak peduli tentang pendapat mereka. Aku hanya tidak suka bagaimana mereka menilai dan menghujat pacarku karena aku mengenalnya dengan baik.

 

Brengsek! Ini benar-benar membuatku gila!

 

Sekarang aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku menatapnya sambil membaca bukunya dengan serius.

 

…Tunggu! Aku pikir aku punya ide!

 

Aku meraih teleponku dan diam-diam berjalan dengan tubuh telanjangku ke arah ranjang. Aku berbaring sendiri di sampingnya, tapi aku pikir Yo begitu terfokus pada apa yang dia baca, jadi ia tak melihat aku sama sekali.

 

Aku diam-diam mengambil foto dirinya sebaik yang aku bisa (Dia berbaring di tempat tidur serius membaca bukunya. Dia ditutupi oleh lembaran kain dari dadanya sampai setengah pahanya, sehingga lututnya dan kaki putih terlihat dengan sempurna). Setelah aku memotretnya, aku diam-diam kembali ke meja aku.

 

… Aku harap rencana ini akan berhasil.

 

Aku memasang fotonya di halaman dan memberi tag teman aku dengan judul:

 

“pacarku yang baik memiliki kebiasaan baik, Kamu tahu apa? Dia selalu membawakan aku sarapan setiap pagi. Dia membuatkan aku makan siang. Dia juga memberi aku begitu banyak kebahagiaan saat dia datang membawakan aku makanan seperti itu … dan AKU MENCINTAI DIA! Apakah Kamu tahu dia? Dia adalah Wayo Panitchayasawat.”

 

Aku tak bisa menahan senyumankku saat aku melihat keterangan dan gambar yang aku posting. Ini membuatku gila!

 

Setelah aku memasangnya, aku meletakkan telepon dan mengambil catatan dari samping untuk mulai membaca lagi.

 

tapi, aku tak bisa fokus pada bacaan. Ponselku hampir meledak dari notifi yang aku terima karena apa yang aku posting….

 

Aku tak bisa tahan lagi.

 

Aku melepaskan apa yang aku pegang dan memegang teleponku.

 

Aku melihat postinganku dan membaca komentar di atasnya ..

 

Beam: “Oh my! Kaki itu, Nong Yo!”

 

Kit: “Nong Yo !! Kamu begitu liar, man !!”

 

Teman 1: “SWEET SHIP! KYAAAAAH !!!”

 

Ming: “Yo terlihat sangat lelah disini …”

 

Teman 2: “Aku tidak dalam mood untuk membaca judul.”

 

Forth: “Kaki Nong-ku! Kenapa?”

 

Tidak diketahui 1: “………”

 

Tidak diketahui 2: “Lucu !!

 

Tidak diketahui 3: “Aku penggemar!”

 

 

Dan seterusnya…

 

Aku pikir ini bagus! Aku bisa mengekspos sisi baik dari Yo, dan aku tak bisa menahan senyum ketika aku membaca apa yang teman-teman dan orang lain tulis. Sepertinya aku melakukan sesuatu dengan benar.

 

Tiba-tiba, notifi terpisah muncul. Sepertinya aku ditandai di posting yang baru saja diunggah.

 

Ketika aku melihatnya, aku melihat Yo dan melihat dia tersenyum sambil memegang teleponnya.

 

Balas dendam? (Seperti balas dendam yang manis!) sekalipun ini sedikit gila.

 

Dia memasang fotoku memakai kaos dan celana boxer pendek.

 

“Senang?” Aku bertanya kepadanya.

 

Dia tidak merespon, tapi aku melihat dia tersenyum. Ini terasa menyenangkan!

 

Ini jelas perang facebook !!

 

Aku juga melihat banyak komentar di fotoku yang dia posting.

 

Aku bahkan melihat tawa dan pujian dari geng peri.

 

Aku tak tahu. Aku benar-benar merasa baik tentang apa yang aku lakukan.

 

saat aku sibuk membaca komentar pada gambar yang Yo posting, aku tidak melihat fakta bahwa gambar-gambar yang kami posting sebelumnya sudah pergi virus. Paling tidak yang aku tahu adalah bahwa kedua foto tersebut juga telah diposting ke twitter, panthip dan media sosial lainnya, dan ini perlahan membongkar aku dan Yo.

 

Aku melihat banyak komentar di posting ini, dan seperti ini:

 

“Aku mencintaimu. Aku minta maaf tapi aku pikir aku jadi gila!”

 

“Kami melihat Nong Yo di Siam, dia sangat tampan dan sangat putih!”

 

[* Catatan: “Siam” adalah nama mal umum di Thailand]

 

“Teman-temanku mengatakan ini dari klip.”

 

“Tidak! Gambar ini bukan dari klip. “

 

“P’Pha sangat tampan !!!”

 

“Itu tujuan Phana !!!”

 

“Aku ingin mengklarifikasi karena dia adalah temanku, dia memiliki karakter yang sangat bagus dan orang yang tidak mementingkan diri sendiri. Klip ini menjadi virus hanya karena seseorang telah mempostingnya, tapi telah dihapus dari Web dan tidak bisa ditemukan. tolong jangan mencoba untuk menemukan lagi. Kami benar-benar tidak ingin P’Pha untuk memburu kami untuk menangakap kami.”

 

“Aku juga seorang temannya, dan aku benar-benar tidak berpikir dia melakukannya!”

 

“Ini moon to moon .. Jadi ?!”

 

“Ya, sama seperti P’Pha juga.”

 

“Aku menyukainya. Aku tidak bisa berkata apa-pun tentang Nong ini!”

 

“Pha adalah rekan setimku di masa lalu. Maksudku, dia benar-benar orang yang baik. Tapi aku mendengar Pha tidak benar-benar tertarik pada siapa pun yang mengejarnya. Kemudian, aku melihat posting ini, dan aku tidak tahu harus berkata apa, tapi aku pikir orang ini sangatttt lucu, dan dia juga memiliki kebiasaan yang baik. aku benar-benar dapat mengatakan mereka saling mencintai. aku pikir aku ingin mendukung pasangan ini. aku percaya mereka akan saling mencintai hingga akhir!”

 

“Aku ingin melihat cinta kalian untuk bertahan, aku ingin melihat kalian bersama untuk waktu yang lama!”

 

“Pasangan ini telah saling melihat satu sama lain untuk waktu yang sangat lama, dan aku pikir itu tidak mudah untuk memisahkan mereka!”

 


 

 

<<<Back   Daftar isi     Next>>>

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan