FOD [Book 1.03] – Chapter 004

Author: Fengliu Shudai {風流書呆}

Translators: keztranslations

Novel Ing Versi Web

Novel Ing Versi Wattpad

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Zhou Wenjing hanya ingin merobek Zhou Yunsheng dalam sekali tebas, tepat ketika dia siap bangun, dia ditendang, mulutnya muntah keluar kemarahan.

 

Pemilik asli [Zhou Yunsheng] tubuh tersebut menjadi mangsa licik Zhou Wenang, kehilangan identitasnya sebagai putra Zhou dan harta keluarga, hidupnya langsung jatuh ke dalam lubang. Dan ketika protagonis menjadi raksasa komersial, dia menambahkan garam ke luka, hingga pemilik aslinya tidak dapat menemukan pekerjaan yang layak untuk seumur hidup, dan akhirnya dia mengakhiri hidupnya dalam depresi.

 

Setelah menerima tubuh ini dan mengetahui nasib pemilik aslinya, Zhou Yun Sheng tidak hanya memiliki keinginan untuk memegang paha protagonis, dan tidak juga segera membunuhnya, Hal itu dianggap memiliki kontrol diri yang kuat. Jika Du Xu Lang tidak menekan bahunya, dia pasti sudah menendangnya lebih dari beberapa kali.

 

“Sheng-shao, jangan membully saudara laki-laki–mu yang malang.” Pemuda tampan itu mendorong kacamatanya ke atas hidungnya, sepertinya dia terhibur, tapi juga memperingatkan secara halus.

 

Zhou Yun Sheng tidak keberatan, dia mengusap tangannya dari bahunya, perlahan mondar-mandir ke sisi Zhou Wenjing. Zhou Wenjing tidak bisa menyentuh Zhou Yun Sheng, terpaksa menatapnya dengan tajam dengan mata kebencian.

 

“Apa kau membenciku?” Zhou Yunsheng memiringkan kepalanya.

 

Sebagai tanggapan, Zhou Wenjing meludahkan air liur darah.

 

Zhou Yunsheng melangkah ke samping untuk menghindar, meletakkan satu kaki di dada Zhou Wenjing, membuka dengan cemooh, “Kamu benar-benar membenciku? Kualifikasi apa kamu benci padaku? Tanpa dukungan ibuku, apa ibu-mu yang yatim piatu, dengan pendidikan dasar, lulus dari pekerjaan di rumah Zhou, membawa pulang gaji ratusan ribu setahun? Ibuku memperlakukannya seperti putri biologis, dan bagaimana dia bisa membalasnya? Menanjak ayah ke tempat tidur? Punya anak dengan ayahku? Pilih untuk bunuh diri di bak mandi ibuku? Apa dia menebus dosanya dengan bunuh diri? Nah, dia melakukannya dan ibu-ku akhirnya mengikuti jejaknya, membiarkan aku menghadapi dunia sendiri, aku bertanya kepadamu, siapa yang harus aku benci? ”

 

Mata Zhou Yunsheng semakin merah, harus berhenti menarik napas dalam-dalam. Suara seraknya penuh dengan kemarahan dan kebencian yang kuat, seolah ingin menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya.

 

Zhou Wenjing ketakutan dengan tiba-tiba pecahnya emosi yang kuat, untuk waktu yang lama ia tidak berani melepaskan matanya. Du Xu Long, yang awalnya ingin menarik diri, jantungnya sedikit meremas.

 

Sebelum dia datang, dia menyelidiki situasi Zhou Wenjing di rumah Zhou. Dia merasa Zhou Wenjing bernasip malan, tapi dia tidak pernah melihat dari perspektif Zhou Yun Sheng. Sekarang setelah dia mendengarkan keluhannya, dia tiba-tiba mengira bahwa korban terbesar adalah ibu Zhou. Dan untuk anak yang ditinggalkan ibu Zhou, rasa sakit di hatinya dan kebenciannya tidak kalah dari Zhou Wenjing.

 

Apakah anak dari pernikahan secara otomatis lebih bahagia? Anak haram Du Xu Long tidak pernah mempertimbangkan masalah ini.

 

Udara mandek sesaat, Zhou Yunsheng juga menenangkan suasana hatinya, perlahan bertanya, “kamu, temukan hati nuranimu dan tanyakan pada dirimu sendiri – jika kamu mengganti aku dalam situasiku, bagaimana perasaanmu?

 

Apa yang kamu rasakan? Tentu itu adalah kebencian, kebencian yang mengerikan. Zhou Wenjing dengan tenang mengepalkan tinjunya, matanya tampak bingung.

 

Zhou Yunsheng tiba-tiba merasa semuanya sangat membosankan, dia menjauh dari dada Zhou Wenjing, menyeringai, “Orang yang paling kamu benci bukanlah aku tapi Zhou Hao (Zhoufu), dia yang membunuh ibumu.” Menuju Du Xu Lang melambai, “ayo pergi.”

 

“Bagaimana dengan Wenjing-shao? Apa kamu ingin mengirimnya ke rumah sakit?” Du Xu Lang cemas padanya. Dia selalu tampil bagus untuk menjadi pria yang baik, jadi dia tidak takut Zhou Yunsheng akan curiga.

 

“Kulitnya tangguh, dia tidak akan mati.” Zhou Yunsheng tertawa terbahak-bahak, tatapan matanya membuat napas Du Xun Lang terhenti.

 

Mobil itu perlahan pergi, meninggalkan sosok Zhou Wenjing yang kebingungan dan kesepian. Dia masih belum berhenti membenci Zhou Yun Sheng, tapi kebencian akan ayahnya tiba-tiba lebih kuat. Pada saat itu, dia diam-diam bersumpah, suatu hari nanti dia akan menghancurkan ayahnya, menghancurkan Zhou. Sedangkan untuk Zhou Yun Sheng, membiarkan dia kehilangan harga dirinya sudah cukup.

 

Du Xu Lang tampak fokus di jalan, namun sebenarnya sudut matanya terus bergeser untuk melihat Zhou Yun Sheng. Saat ini, pemikirannya tentang remaja itu menjadi rumit, dia mengira dia itu orang yang penuh kebencian, tapi juga merasa bahwa dia bernasip malang, dan ada beberapa perhatian yang tak terkatakan.

 

“Sheng-shao, meskipun ibu Jing shao …” Begitu dia mulai, dia bingung dengan kata-kata yang tepat, “… maaf tentang ibumu, tapi Jing tidak melakukan kesalahan apa-apa. Tidak bisakah kamu lebih baik padanya? Seperti kata pepatah, buatlah sebuah garis untuk bertemu di masa depan. Bagaimanapun, dia adalah saudara laki-laki-mu, sangat menyedihkan untuk saling berkelahi.” Dia berpikir untuk menemukan seseorang yang telah ‘melatih’ putra sulung, tapi sekarang dia benar-benar menghilangkan gagasan itu. Mengapa menyalahkan semua pada seorang anak muda?

 

*Buatlah sebuah garis untuk bertemu di masa depan – jangan membakar jembatan apapun

 

Meskipun dia menggunakan banyak kekuatan, dia tidak dapat menemukan rahasia Zhou Jia. Penutupan ayah-nya atas kejadian di tahun itu terlalu bagus, orang-orang yang meninggal diam-diam dibawa kembali dan dikuburkan. Akting putra ketiga sangat baik, di pemakaman ia menangis seperti dia mendorong keluar hati dan usus ke patah hati, benar-benar bertindak membodohi sekelilingnya. Harapan hidup wanita itu[ibu Zhou Wenjing] juga tidak lama, dia didiagnosis menderita leukemia akut, jadi hal lumrah kalau dia meninggal beberapa bulan kemudian.

 

Hal ini telah menjadi rahasia utama, kecuali Zhoufu dan Zhou Wenang, hanya Zhou Yun Sheng yang menginvasi database dewa utama yang mengetahui kebenarannya.

 

“Dia[Zhou Wenjing] tidak melakukan kesalahan apa-apa, tapi aku memilikinya?” Zhou Yunsheng mengangkat alisnya sambil tertawa.

 

Du Xu Lang terdiam sesaat, lalu berkata, “Kamu selalu membully Jing-shao[Zhou Wen Jing], apa kamu tidak takut dia akan membencimu? Lagi pula, dia juga anak Zhou, dia memenuhi syarat untuk mewarisi properti keluarga. Tidak masalah dia saat ini sedang ditindas, untuk ke depannya dan kemudian tidak akan sulit untuk menekanmu sebagai gantinya. Lebih baik memiliki lebih banyak sekutu daripada musuh. ”

 

Jika dia bersikap normal, dia tidak akan mengatakan hal ini pada Zhou Yunsheng. Zhou Yunsheng adalah anak paling sah dari keluarga Zhou, dan merupakan orang yang paling memenuhi syarat untuk mewarisi kelompok Zhou, tapi ayah Zhou jelas tidak menganggapnya sebagai masalahnya. Sebagai pengamat, bahkan Du Xu Lang dapat dengan jelas melihat, sikap Zhou Hao terhadap Zhou Wenang berbeda dari dua saudara laki-laki lainnya, hanya menenggelamkan dia dalam cinta. Jika Zhou Wenang tertarik untuk menjadi yang utama, Zhou Hao tidak akan keberatan.

 

Dan Zhou Wenang, dia telah lama mengira bahwa Zhou group adalah miliknya, dan Zhou Yunsheng yang malang, meskipun dia adalah saudara yang baik kepada dirinya, hanya diperlakukan sebagai alat yang sangat berguna. Dan Zhou Wenjing, dengan kulitnya yang tipis, bahkan jika Zhou Yunsheng mencoba menebusnya, hari-harinya mungkin tidak akan membaik dan dia tetap diperlakukan seperti siluet yang tidak tampak.

 

Pada pikiran itu, mata Du Xu Lang bercampur dengan beberapa simpati halus pada Zhou Yunsheng. Ketika kamu melihat ketiga saudara Zhou dalam perspektif itu, Zhou Yun Sheng adalah orang yang paling menyedihkan. Zhou Wenjing dijaga olehnya, Zhou Wenang dirawat oleh Zhou Hao, hanya Zhou Yun Sheng yang dalam situasi tak ada penolong yang tak berdaya.

 

Zhou Yunsheng tidak tahu apa yang memenuhi otak Du Xu Lang, bahkan jika dia tahu dia tidak akan peduli. Dia tertawa lama sebelum melambaikan tangan, “aku tidak bermaksud mengejar Zhou Group, jadi jika dia membenciku, itu tidak akan mengubah apapun.”

 

Du Xu Lang terkejut beberapa saat, dengan cepat mengikuti “kamu tidak ingin Zhou? Sheng-shao apa maksudmu? ”

 

“Makna harfiah.” Zhou Yun Sheng meliriknya, memandang ke luar jendela dan tidak berbicara lagi.

 

 

———

 

 

Zhou Wenjing kembali ke Zhou pada pukul sembilan malam, membuka pintu untuk melihat Du Xu Lang berdiri di dekat jendela besar sambil merokok, rambutnya yang tersebar tersemat rapi, menunjukkan ciri-ciri wajah yang tampan dan tajam. Dia mencubit rokoknya dan berbalik untuk menatapnya. Itu tentu saja nafas bertenaga yang kuat membuat Zhou Wenjing merasa agak takut, tapi lebih banyak mengagumi.

 

“Paman, aku sudah kembali.” Dia segera menutup pintu dan menurunkan suaranya. Dia tidak mengerti identitas Du Xu Lang yang sebenarnya, yang lainnya mengatakan bahwa dia berteman dengan ibunya di panti asuhan, mereka saling mencintai seperti saudara kandung hingga dia secara khusus kembali menjaganya. Tapi pihak lain memiliki atmosfer yang kuat dan mahakuasa, jadi Zhou Wenjing menduga dia bukan orang biasa.

 

“Bagaimana lukamu?” Du Xu Lang memadamkan rokoknya.

 

“Begitu dia mendapat pesanmu, Dr. Fang segera datang. tulang tangan-ku retak, dan beberapa lecet.” Zhou Wenjing mengguncang plester tangan kirinya, gigi terkatup,” Cepat atau lambat, suatu hari aku akan menginjak-injak seluruh Zhou Group dan membuat Zhou Yunsheng dan lain membayar harga!”

 

Mendengarkan Zhou Wenjing mengatakan bahwa dia akan membuat urusan dengan Zhou, Du Xu Lang tidak merasakan apa-pun, sampai dia mendengar kalimat terakhir, dia tidak bisa menahan cengkeramannya – tapi dia tidak mengatakan apapun.

 

Pada saat yang sama, Zhou Wenang mengetuk pintu Zhou Yunsheng.

 

“Kakak, apakah kamu orang yang menyakiti spesies liar itu? kamu benar-benar layak menjadi kakak laki-laki-ku.” Zhou Wenang dengan erat menyentuh bahu Zhou Yun Sheng.

 

“Ya, aku mengatur perkelahian.” Zhou Yun Sheng berkata tanpa peduli, berjalan ke mejanya untuk bermain dengan komputernya, serangkaian kode dengan cepat muncul di layar gelap lalu dengan cepat hilang, wajahnya tercermin dengan jelas.

 

“Kakak, spesies liar itu sangat merusak pemandangan, kamu harus memikirkan cara untuk membawanya ke luar negeri, lebih baik jika dia tidak pernah kembali.”

 

Semua rencana jahat untuk Zhou Wenjing selalu berasal dari Zhou Wenang, Zhou Yunsheng hanya bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Zhou Yunsheng menarik semua kebencian, sementara Zhou Wenang menjual dirinya sebagai orang baik kepada Zhou Wenjing dan mendapatkan bantuan. Karena itu, hubungan antara Zhou Wenjing dan Zhou Wenang, meski tidak intim, ternyata tidak buruk. Ke depannya saat Jing mengambil alih Zhou, Zhou Wenang menjadi anggota dewan, hidupnya sangat bermanfaat.

 

Inilah yang awalnya kejadian. Zhou Wenang tidak hanya membuat Zhou Yun Sheng mengirim Zhou Wenjing ke negara asing, tapi dia juga membeli beberapa pedagang obat bius untuk membimbing Zhou Wenjing untuk menjadi pecandu. Jika Du Xu Lang tidak tiba pada waktunya untuk memaksanya melakukan detoksifikasi, kehidupan Zhou Wenjing pasti akan hancur.

 

* detoksifikasi = adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.

 

 

Hasil akhirnya adalah bahwa semua hukuman jatuh pada Zhou Yunsheng, sementara penjahat sejati adalah Zhou Wenang ynag mengendarai tali sepatu protagonis, menjalani masa kemakmuran seumur hidup. Apa akibatnya?

 

Jantung Zhou Yunsheng mencemooh, menatap layar komputer, dengan ringan berkata, “kamu melakukannya, aku sangat sibuk akhir-akhir ini.”

 

“Apa yang kamu lakukan?” Itulah pertama kalinya kakak menolaknya, Zhou Wenang tidak bisa tidak mengerutkan kening.

 

“aku pindah ke luar negeri, aku mendaftar ke sekolah yang telah aku pilih. Ayah tidak tahu aku berencana untuk pergi, jadi sampai aplikasi berhasil lolos, kamu harus membantu aku merahasiakannya. “Zhou Yun Sheng menekan tombol Enter, layar komputer menunjukkan aplikasi masuk SMA Hodges di negara itu, Bagian pertama sudah terisi, ujian masuk seminggu kemudian.

 

Sekolah Tinggi Hodges adalah salah satu sekolah menengah terbaik di negara A, persyaratan penerimaannya sangat ketat, sekolah ini dikenal sebagai sekolah ‘ivy kecil’. Setiap tahun, ada banyak sekali orang yang mendaftar.

 

Mata Zhou Wenang melontarkan sentuhan kebencian, tapi segera mereda. Dibandingkan menyingkirkan Zhou Wenjing, dia sebenarnya lebih suka menyingkirkan Zhou Yun Sheng lebih cepat. Karena ia memilih untuk pergi, ia menyelamatkan dirinya dengan banyak usaha. Bahkan jika dia kembali, Zhou sudah berada di tangannya.

 

Apalagi, hukum dan ketertiban negara tidak baik, setiap tahun selalu ada beberapa siswa yang secara tanpa bisa dijelaskan tiba-tiba menghilang. ‘Keberuntungan’ Zhou Yunsheng mungkin cukup buruk untuk menjadi salah satu dari mereka.

 

================================== ==

 

 

End of The Chapter.

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan