Novel 2 Moons – Chapter 05 (WAYO)

Novel by Chiffon_cake

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Sushi atau Hot Pot?

 

Tidak bisa memutuskan kemana aku akan pergi. Aku sudah mengkonfirmasi dengan pasti pada P’Forth jika aku akan bersama dirinya. Sedangkan P’Pha berbeda, karena ia hanya membicarakan tentang Sushi dengan kondisi hanya “JIKA” dia bisa mendapatkan top skor tes. aku tidak setuju untuk pergi dengan dia. Dan dia mungkin tidak mendapatkan nilai “top”. TAPI itu akan menjadi “kencan pertama”, tapi sekali lagi itu adalah P’Pha … (Gosh … Jadi bingung … Lihatkkan? Aku tidak bisa memutuskannya.)

 

kenapa aku? Apa hanya karena dia ingin mengajak seorang teman untuk menemaninya atau karena dia menyukai aku?!?! Apakah mungkin!?!?! Kupikir aku sudah menerima begitu banyak gelas Susu Pink dari dia, tapi tidak cukup membuat kesimpulan gila seperti itu. Selain itu, dia tidak pernah berbicara dengan baik kepadaku atau bersikap baik padaku lebih dari orang lain. (Karena dia baik pada semua orang.)

 

Ini adalah apa yang ada di dalam isi kepalaku sepanjang hari. Akhirnya aku membuat keputusan. Aku tidak akan pergi dengan P’Pha dan itu akan menjadi lebih mudah jika dia tidak bisa meraih top skor untuk test ini. (Yang hampir tidak mungkin. Dia sangat jenius. Dia superman. Dia bisa melakukan apa-pun.)

 

Tapi bagaimana aku harus menolaknya malam ini?

 

“Hrrr r …. r …. r … r” Aku menghela napas cukup keras sampai Ming memperhatian aku.

 

“Ada apa sekarang? Tidak bisa memutuskan dengan Double date?”

 

“Tidak lucu.”

 

“Ayolah. Santailah… Lebih mudah jika kamu mengikuti hatimu.”

 

“Aku tidak bisa. Aku sudah mengkonfirmasinya dengan P’ F orth.”

 

“Ada apa dengan senior ini? Apa dia menyukaimu?”

 

“Dia pria baik. Jika aku tidak berbincang dengan dia, aku tidak akan berada di sini sekarang, menguikuti sesi latihan menari untuk kompetisi.”

 

“…”

 

“Dia memiliki karakter khusus. penampilan yang kasar tapi persoality yang mendalam. Jenis yang Keren.”

 

‘Persetan Y o!’

 

“Apa?”

 

“Jangan seperti playboy.”

 

“Ai Ming” aku mencoba untuk memukul kepalanya karena menanggilku playboy.

 

“Emang kamu! Lihatlah kamu memiliki dua pria yang datang dalam waktu yang samaan.”

 

“Aku bukan playboy. Bajingan.”

 

“Apa yang kalian lakukan?” Ini P’ Forth. Ming melakukan wai sebagai tanda kesopanan.

 

“P’ Forth” aku menyapanya. Dia terlihat begitu berbeda sekarang dengan t-shirt hitam polos dan celana jeans. Polos, sederhana, tapi sangat sexy sekali. (Mudah konfirmasikan dengan gadis-gadis dan beberapa orang di sekitar sini. Mereka melihat P’ Forth sejak ia datang ke studio. Dia benar-benar sexy.) Gosh! Dia seperti idola bagiku. Haruskah aku mengganti model rambutku seperti dia dan juga tato naga setelah kompetisi?

 

P’Forth “Apa karena kalian berdua jadi mereka tidak bisa menyelesaikan latihannya?”

 

Ming “Bukannnn !!! Tariannya bukan keahlian kami. Itu sulit.”

 

Mereka berdua berasal dari falkutas yang sama dan memiliki kepribadian yang mudah berubah jadi aku merasa nyaman berada di sekitar mereka. Akan sangat menyenangkan jika ‘dia’ juga memiliki gaya hidup yang ramah, jadi aku dapat dengan mudah berbicara dengan ‘dia’… (Apakah aku memikirkan P’Pha lagi? Tidak Tidak Tidak hentikan.)

 

P’Forth “Bagaimana yang sulit? aku melakukannya terakhir tahun lalu. sangat mudah.”

 

Ming “P’Forth … Apa kamu mengajak Ai Yo makan malam?” Dia menggoda dan mengamati reaksi P’Forth dalam waktu bersamaan. “Bisakah aku ikut juga?”

 

“Yeah, kenapa tidak? Tapi hanya kalian berdua, aku tidak mau pergi dengan orang lain yang tidak enak aku kenal.”

 

Ming menatapku dengan wajah yang sangat terkejut. P’Forth terlalu tenang dan tidak bereaksi tak peduli tentang dia bergabung makan malam. Apa karena tidak ada apa-pun antara P’Forth dan aku? Apa hanya makan malam di antara dua teman?

 

“Ah …” Ming tidak bisa memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 

“Bergabunglah dengan kami, makan malam akan semakin meriah.”

 

“Aku akan pergi dengan kalian.” Ming memelukku dari belakang dan memutuskan untuk bergabung.

 

“Sekarang fokus pada latihan, aku akan nongkrong di sini sampai kalian selesai.”

 

“Maaf membuatmu menunggu” aku minta maaf.

 

“Kalau begitu kalian berdua belikan aku makan malam.”

 

Setelah P’Forth melangkah pergi, Ming langsung melompat dan bertanya kepadaku, “aku tidak berpikir dia menyukaimu.”

 

“Ya, aku tidak berpikir dia menyukai diriku atau sesuatu, siapa diriku sampai banyak orang menyukaiku?”

 

“Kita lihat saja nanti.” Ming menatap P’Forth sambil duduk santai dan mengobrol dengan bulan senior lainnya. “Bagaimana selanjutnya?”

 

“Apa?” aku mulai berlatih untuk putaran yang lain.

 

“Bulan lainnya.”

 

Aku melihat ke arah cara Ming menunjuk. Ini Phana Mahasiswa Kedokteran dengan seragam yang sangat bersih dan rapi dengan dasi dan tas L&V kecil. Ada kertas di tangannya yang berjalan ke arahku. Dia juga menyapa orang di sepanjang jalan. Cukup populer.

 

Dia menempelkan kertas itu di dahiku. Aku bukan zombie Cina. Aku tidak butuh kertas kuning menawan di keningku.

 

“Apa itu?”

 

“Lihatlah sendiri” Dia berhenti tepat di depanku. Berbicara saat melepas dasinya dan membuka beberapa kancing di bajunya yang menunjukkan lehernya yang seksi dan beberapa kulit sexy… (kenapa kamu harus melakukan ini di depanku dan khususnya didekat-ku?)

 

“kenapa kamu melihat leherku? Lihat kertasnya.” Perintahnya.

 

(Fuck! Bagaimana dia bisa melihat aku melihat ke arahnya … ke leher …) Ini adalah laporan skor dari test hari ini tentang subjek “kelenjar endokrin”.

 

Mahasiswa Kedokteran Phana Kongthanin 29,5 “Dari 50?”

 

“Brengsek” Dia mencoba memukul kepalaku.

 

“aku akan mendapatkan 49 dari 50”

 

“Dari 30?!?!?!” Dia mengangguk.

 

Holy Moly !!! Apakah dia dewa atau apa?!?!?! Bagaimana dia bisa mendapatkan 29,5 dari 30?!?!?! Terlalu jenius!?!?! Apa ada yang mendapatkan 30? aku tidak melihat ada yang mendapatkan 27.

 

“Sushi” dia menyimpulkan

 

Sekarang saya dalam masalah besar. Aku harus memberitahu P’Pha bahwa aku tidak bisa pergi dengan dia, tapi aku tidak bisa menolaknya. Bukan itu yang diinginkan hatiku. Apa yang selanjutnya bisa aku lakukan!?!?!?!

 

“Pha …” Itu P’Pring. “Akhirnya ketemu, aku mencarimu, mari kita beli sushi, Beam dan Kit mengatakan kepadaku, kamu sudah mengeluh ingin memakannya, tapi tidak ada yang mau pergi bersamamu, aku bebas hari ini, ayo kita jalan bersama. ”

P’Pring juga cukup populer disini. Dia tahu begitu banyak orang di sini.

 

 

“Um, apa kamu mau makan sushi juga?”

 

“Ya.”

 

P’Pha membuat keputusan dan berbicara denganku “Kalau begitu kamu lanjutkan latihan, aku akan pergi dengan Pring.”

 

Aku jatuh tenggelam. Hatiku tenggelam jauh ke dasar samudra. “Ok” jawabku.

 

Aku masih anjing jelek. Tantangan itu bukan apa-apa. Dia jenius. Tidak seperti “tantangan” bagi dirinya, atau apa-pun. Dia akan memenangkan semuanya. Sushi juga bukkan masalah yang serius. Dia bisa pergi dengan siapa saja. Aku hanya seekor anjing yang ditemuinya di pagi hari dan ingin pergi ke tempat Sushi bersama. Seharusnya aku tidak menghabiskan berjam-jam memikirkannya. Sialan, WaYo !!!

 

Aku tidak pernah ada di matanya. Tidak akan pernah.

 

Melihat pasangan berjalan pergi dan orang-orang seperti mereka celeberties sangat menyakitkan bagiku.

 

“Cukup dekat, bukan?” Ming berbisik, “Apa dia pacar P’Pha?” Itu sangat menyedihkan buatku.

 

“Bulan dan bintang yang terkenal dari Falkutas kedokteran tahun lalu.” Nate juga berbisik (bintang dari falkutas sain. Dia pasanganku untuk kompetisi ini)

 

Bulan dan bintang? Bagus! Mereka dimaksudkan untuk menjadi satu sama lain.

 

 

“Ming, ada apa dengan temanmu?”

 

“Patah hati krub”

 

“Kenapa begitu?”

 

“Anjing jantan di rumah berselingkuh dengan anjing betina lainnya.” Ming menyakiti perasaanku lagi dengan kalimat yang menyindir ini.

 

“Bajingan”

 

“makanlah, Ai Yo. Hidup menyebalkan … makanlah.”

 

P’Forth memilih beberapa sayuran dari pot untukku. Aku sedikit membungkuk untuk menunjukkan rasa sopanku. Ini kehidupan di sekitarku, tapi sama sekali tidak bisa menghibur diriku.

 

Iya. kamu melakukan ini untuk diri sendiri. kamu juga harus melupakannya sendiri. Tapi sudah berapa lama ini? Menjadi ‘’pemuja rahasia’.

 

“P’Forth, Apa kamu tahu pacar P’Pha?” Ming memunculkan pertanyaan itu dengan tiba-tiba.

 

“Pacar Pha?” P’Forth mengatakan sambil memanggang daging babi di pot.

 

“Ya, wanita cantik hari ini di studio.”

 

“Oh … maksudmu Pring?”

 

“Iya.”

 

“Kenapa kamu suka dia?” Percakapan yang begitu mulus antara mahasiswa kelas dua dan mahasiswa baru dari falkutas Teknik.

 

Ming menggelengkan kepalanya “Bagaimana aku bisa mengalahkan pria yang dia ajak jalan hari ini? Tidak bisakah kamu melihat?”

 

“Dia juga tidak bisa mengalahkan yang lain juga.”

 

“Apa maksudmu krub?”

 

“Pring menyukai Pha … Sama seperti orang lain, tapi Pha tidak pernah terlibat dengan siapa pun sejak dia di universitas ini.”

 

Dari informasi itu, aku merasa sedikit lebih baik.

 

“Atau apa kamu menyukai Ai Pha, Ming?”

 

“Fuck NO !!!!”

 

” hal semacam ‘Boys Lover’”

 

“TIDAK TIDAK TIDAK! aku lebih suka dengan Ai Yo daripada dia.” Ming menggodaku dengan memelukku.

 

aku mendorongnya pergi “Sudahkah kamu bertanya lebih dulu?”

 

“Ha Ha Ha Lihatlah wajah Yo” P’Forth tersenyum membuatku tersenyum juga. “Lihat, kamu sangat unyu saat tersenyum, coba tersenyum lebih sering, lebih baik daripada mengisolasi dan menjerit ke kolam sendirian.”

 

Sialan!!! Aku tak bisa berkata-kata.

 

“Apa menurutmu Yo itu unyu?” Ming bertanya pada P’Forth.

 

“Apa?!? Dia ada di sini, di depanku, bagaimana aku bisa menjawabnya?”

 

“Anggap saja dia tidak ada di sini”

 

“Yah … dia tidak buruk …” P’Forth meneguk bir dan melanjutkan. “… Tapi tidak cukup untuk menjadi Bulan Kampus tahun ini. ”

 

“Hei … Ai P’Forth” aku menggodanya kembali.

 

“Seriuslah… kamu terlalu imut daripada tampan, pikirkan itu, kamu berdiri di sebelah Pha. Ini benar-benar gaya yang berbeda. Ming, bulan dari falkutas teknik, atau bulan kampus tahun ini. Pemenang tahun ini.”

(Ya benar … Kalian berdua berasal dari falkutas yang sama, aku mengerti.)

 

“Bagaimana kalau aku menjadi bulan Kampus?”

 

“Tidak mungkin … Hentikan hari bermimpi.”

 

“Katakanlah jika aku menang?”

 

“Ah … ayo taruhan.”

 

“Bersiaplah untuk kehilangan uang, P’Forth”

 

“Kau terlihat semangat sekarang. WTF? Yo” P’Forth menatap mataku yang berkilau.

 

“Mungkin anjing jantan itu akan kembali ke rumah dengan istri lamanya.” Ming tersenyum.

 

“Masukkan itu ke dalam novelmu, huh?” Aku menggigitnya kembali.

 

“Hanya mengatakan”

 

“Sok pintar”

 

Ming berbisik di telingaku “kamu tidak bisa berhenti tersenyum karena kamu tahu P’Pha masih lajang.”

 

Diam!!! Ai Ming.

 

 

Malam itu, aku tidak bisa tidur. aku tidak bisa menyingkirkan gambaran P’Pring dan P’Pha sebagai pasangan, bahkan aku tahu mereka tidak berkencan. Karena mereka seperti pasangan yang imut dan serasi untuk satu sama lain. Dan P’Pha bukan gay, jadi dia layak mendapat gadis cantik. Seorang gadis yang sempurna.

 

Aku bukan perempuan. Hanya anjing jantan tinggi dan jelek. Harapanku hilang sejak hari wisuda. Sejak hari aku mendengar P’Pha mengatakan pada P’Beam bahwa dia menyukai cewek.

 

Apa yang aku lakukan? Merengek tentang laki-laki seperti gadis di tempat tidur.

 

Aku bisa mendengar suara bising di luar. seharusnya P’Pring. Dia pasti sudah kembali. aku memutuskan untuk melompat dari tempat tidur dan membuka pintu untuk melihat P’Pring. “Dimana P’Pha krub?” (Dia pasti mengira aku teman baik dengan P’Pha karena bertanya pada dirinya)

 

“Oh … Bulan mahasiswa baru dari falkutas sain. Pha pergi ke kelompok tutor beberapa waktu yang lalu.”

 

“test lagi?”

 

“Pha adalah tutor untuk teman-teman yang belum lulus test. Ronde kedua lainnya akan datang lusa.

 

Astaga!!! Dia jenius dan baik hati. Apa pria yang sempurna?

 

“Kapan dia akan kembali krub?”

 

“Oh apa ada keperluan mendesak?”

 

Astaga! Dia cerdas dan sensitif, dia bisa mendeteksi sesuatu.”Tidak ada yang penting krub. Hanya perlu beberapa komentar tentang kompetisi bulan krub. ”

 

“Bisa sedikit larut. Tapi dia akan segera kembali ”

 

“aku tidak tahu kamar dia”

 

“lantai ketiga. Nomor kamar 3.”

 

Aku Beruntung! Aku tahu sedikit lebih banyak informasi pribadinya. “Terima kasih krub P’Pring”

 

“Sama-sama kha”

 

sialan!!! Dia sangat pintar dan baik hati. Kenapa kamu tidak menyukainya? Ai Pha.

 

 

Aku kembali ke kamarku. Berbaring di tempat tidurku dan terus memeriksa mobil Audy putih untuk kesekian kalinya dari jendelaku.

 

10PM … 10:30 PM … 11PM … 11:15 PM … Dan hujan.

 

Aku tidak bisa tidur dan menunggu di dalam kamarku. aku harus turun ke lobi dan menunggu di sana. Bagaimana kalau dia menginap bersama teman-teman malam ini?

 

Sampai hampir tengah malam, Audy putih akhirnya sampai di tempat parkir. Aku harus segera bersembunyi di pojokan. Aku membawa payung dan memutuskan untuk membuatnya seperti kecelakaan saat melihatnya kembali ke rumah.

 

“Hei kamu…” aku berpura-pura seperti aku tanpa sengaja menemuinya dan memegang payungku untuknya. “kamu bisa kedinginan.”

 

P’Pha agak terkejut melihatku. Dia mencoba meraih buku-buku itu, dimasukkan ke dalam tasnya, dan bertanya kepadaku”Apa kamu menungguku?”

 

“Tidak mungkin, aku ingin pergi ke … Apotek” Hanya itu yang bisa aku bisa lihat di luar jalan.

 

“Apa kamu sakit?”

 

“Bukan… hanya beberapa vitamin … untuk kulitku”

 

“Apa yang kamu lakukan sampai larut malam ini?”

 

(Menunggu kamu bajingan) “Berpikir tentang bagaimana merawat kulitku.” (Tidak masuk akal sama sekali)

 

“Kupikir matamu sakit.”

 

“Kenapa begitu?”

 

“Karena matamu merah sekarang.”

 

“Oh … mungkin karena kontak lans-nya.”

 

Sejak tahun lalu, aku bersumpah untuk tidak memakai kacamata lagi (jika tidak perlu). Karena aku terlihat sangat berbeda tanpa kacamata.

 

“Memakai kontak lens terlalu lama, aku kira.”

 

“aku tidak pernah tahu kamu memakai kacamata.”

 

“Iya.”

 

“Ini benar sekali.” Dia menutup pintu mobil dan berjalan sedikit terlalu cepat untukku.

 

“Ini tidak bekerja” Dia memberi aku tasnya dan dia mengambil payungku. Sekarang ini jauh lebih baik. Pria yang lebih tinggi mengambil payungnya.

 

Hatiku berdegup kencang sekali. Kami sangat dekat di bawah payung ini. “kamu tahu apa? Ternyata kamu bisa bersikap baik kepada orang juga, pendek.”

 

“Kemana kamu pergi?”

 

“Apotek”

 

“Oh ..” (berengsek … aku lupa aku berbohong)

 

“apa?”

 

“Selamat, kamu bagus, mendapatkan nilai tertinggi …” Dia berjalan pelan. Tidak ada Jawaban.

 

“… kamu tahu apa? kadang-kadang kamu bisa menjadi seperti bajingan brengsek.”

 

Dia menatapku. “Kamu brengsek juga, pendek.”

 

Yeph … Kami berdua brengsek… Tapi aku menjadi brengsek di depanmu dan hanya untukmu. Aku brengsek-mu. Ingat itu.

 

 


 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.