Novel 2 Moons – Chapter 06 (KIT)

Novel by Chiffon_cake

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Ini adalah cerita paling lucu yang pernah aku dengar atau lihat.

 

Siapa yang akan berpikir bahwa pria paling jenius, yang aku kenal, bisa sebodoh saat jatuh cinta? Dia ada di sana …. Tepat di depan wajahmu, tapi kau, Ai Pha … kamu tidak bisa mengingatnya!

Aku hanya ingin tertawa terbahak-bahak berkali-kali, tapi aku tidak ingin Ai Beam berpikir aku gila, kapan pun Ai Pha berada di sekitar Nong Yo dan dia benar-benar tak menyadari siapa dia. Yang bisa aku lakukan hanyalah tersenyum. Aku tahu apa yang ada di dalam hati temanku bahwa dia masih mencintai Nong Yo, tapi aku tidak yakin apa pendapat Nong Yo tentangnya sekarang. Sejujurnya aku tidak tahu. Meski begitu aku tahu saat SMA dulu dia memang jatuh cinta pada temanku.

 

“Ai Pha, teman tersayangku” Sejak hari pertama aku bertemu Nong Yo untuk pertama kalinya di apartemenmu (tepat dihari saat aku pergi ke kamarmu untuk mengambil jam tangan-ku yang tertinggal. Sebelum pergi dugem denganmu dan teman-teman.) Ai Pha, kamu adalah orang yang ramah dan ingin memiliki banyak teman di sekitarmu. kamu juga mengenalkan aku pada teman-teman baru, yang bagus, kalau tidak aku hanya akan mengenal kamu dan Ai Beam saja.

 

“Ai Kit, apa kamu sudah mendapatkan jam tanganmu?”

 

Ya, aku juga bertemu Nong Yo di apartemenmu. Awalnya aku tidak bisa mengenalinya, tapi yeah aku ingat tubuhnya yang tinggi. Bagaimana tidak? Di SMA, Ai Pha telah memaksa kami mengawasinya selama bertahun-tahun (Ya, Ai Beam juga korbannya juga)

 

Tapi sangat lucu kamu tidak bisa mengenali Nong Yo. Memang benar Nong Yo jauh lebih tampan dan memang banyak berubah, tapi, ayolah, bagaimana kamu tidak bisa mengingat seseorang yang kamu cintai?

 

“Ya, di sini” aku menunjukkan jam tanganku.

 

Ai Beam memberiku segelas wiski tepat setelah aku duduk di sebelah mereka di bar.

 

Percakapan di antara teman tentang segala hal. Sampai aku punya kesempat berbicara dengan Ai

Pha sendiri. “Hei … Ai Pha”

 

“Ada apa?”

 

“Masih ingat Nong WaYo?”

 

Ai Pha sedikit tersedak. Nama ini memiliki “kekuatan perusak” yang dasyat untuk perasaannya.

 

Ai Beam dan aku tahu ini Kami selalu menggunakan lelucon ini untuk menjatuhkannya.

 

“kenapa?”

 

“Jawab aku … apa kamu ingat?”

 

“Hanya karena aku tidak menyebutkannya, bukan berarti aku melupakannya.” Dia pura-pura mengabaikan pembicaraan dan terus minum.

 

Dia sangat marah jadi dia kehilangan kontak dengannya tepat setelah wisuda.

 

Dia masih marah karena dia tidak mendapatkan hadiah itu, karena dia tidak dapat menemukannya. Hanya ada sepuncuk kartu kecil yang terjatuh di lantai tepat di samping mejanya. Seseorang seharusnya memiliki hadiahnya. Sangat marah.

 

Dia masih marah karena seharusnya dia tahu Nong WaYo memiliki perasaan yang sama dengannya selama bertahun-tahun dan dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memberi tahu Nong WaYo bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama.

 

Begitulah namanya “Nong WaYo” memiliki kekuatan kerusakan dasyat pada dirinya.

 

Kartu itu masih di dalam dompetnya sampai hari ini. Tidak ada yang pernah menyentuh atau membacanya. “aku mendapat nomor teleponnya.”

 

Ai Pha menatapku dengan tatapan matanya yang gila. “BAGAIMANA BISA?”

 

“Sahabat dari temannya” Aku sudah berjanji pada  Nong Yo untuk tidak memberitahunya. Jadi aku harus menepati janjiku.

 

Tangan Ai Pha agak goyah. Aku yakin dia ingin mengambil teleponku dan menyimpan kontak Nong WaYo ke teleponnya. Tapi dia harus tetap menjaga penampilannya. Tapi seriuslah. Aku tahu betapa gilanya kamu di dalam.

 

“Apa kamu menginginkannya?” Aku menggodanya. Jadi dia bisa memanggil Nong WaYo dan meminta dirinya untuk menjadi pacarmu.

 

“Tidak”

 

“Kenapa begitu?”

 

“aku tidak tahu” Tidak bercanda. Dia benar-benar serius. “Dia mungkin berubah”

 

Bagaimana kamu tahu? Ai Nong Yo ingin aku merahasiakannya karena dia masih memiliki perasaan untuk Ai Pha, bukan?

 

Mungkin dia ingin Ai Pha mengenali dengan sendirinya?

 

“Tapi selama kamu masih sama, sudah cukup, bukan?” Ai Beam menambahkan. “Jadi, apa kamu akan membiarkan kesempatan keduamu terlewat lagi?”

 

“Ai Pha … Minumlah” Teman-teman lain menyela pembicaraan kami dan Ai Pha tidak menyebutkannya lagi.

 

Dia minum lebih banyak dari sebelumnya malam ini.

 

Dan dia akhirnya mabuk … lalu main-main dengan teleponku.

 

Dia pasti memanggil Nong WaYo, tapi tidak ada yang mengangkatnya. Tentu saja, ini jam 3 pagi, temanku.

 

 

Sejak malam itu, aku masih belum mengatakan kepadanya bahwa bajingan yang selalu kamu ajak bertengkar di kompetisi Moon and Star adalah “WaYo”-mu. Sebenarnya, aku benar-benar ingin memberitahunya.

 

Tapi aku juga ingin dia mengenal Nong Yo dengan sendirinya juga. Hanya saja dia tanpa kacamata, kamu si jenius, dari mahasiswa kedokteran, tidak bisa ingatnya. Benar-benar sangat bodoh.

 

Pada test “kelenjar endokrin”. Ai Pha membuat nilai tertinggi. Aku dan Ai Beam mendapatkan 25 (Dari 30) sesuatu yang amat sukar. Dia bertindak sangat aneh. Semacam super bahagia dan mintalah izin dari profesor untuk membuat fotokopian lembar laporan skor.

 

“Tidak pernah melihat dia bertingkah seperti ini sebelumnya, dia sudah mendapat nilai tertinggi berkali-kali.” Ai Beam berbisik padaku.

 

“memang sesuatu yang aneh.” aku menjawab dan bertanya kepadanya “Apa yang terjadi? kamu terlihat bahagia.”

 

“Yah … tidak ada”

 

“katakanlah.”

 

“… Hanya akan makan Sushi.”

 

benarkan… dia mengeluh tentang ini selama beberpa bulan. Tapi kami terlalu sibuk untuk menanggapinya. “Dengan siapa?’ Ai Beam mulai penasaran.

 

“Nong Yo, mahasiswa baru, Bulan dari falkutas sain” aku menebaknya dengan keras. Ai Pha langsung menatapku. “Bagaimana kamu tahu?”

 

Bajingan Bagaimana aku tidak tahu?

 

“Apa kamu mencoba berkencan dengannya? Kenapa kamu sering bersamanya akhir-akhir ini?”

 

“…”

 

“Apa kamu sudah lupa ‘Nong WaYo’-mu?”

 

Kamu orang bodoh. Mereka adalah orang yang sama. Ini aneh karena aku harus berpura-pura mereka bukan orang yang sama.

 

“Tidak …” jawab Ai Pha.

 

“Kalau begitu kamu seharusnya tidak berkencan dengan siapa pun, hanya karena mereka mirip, bukan?” Aku memperingatkannya. Kami membicarakan hal ini sebelum mereka terlihat sama, tapi hanya aku yang 100% yakin dan bisa memastikannya sampai aku mendapatkan kebenaran.

 

Aku bukan orang idiot. (Meskipun aku tidak pernah mendapatkan nilai tertinggi)

 

aku tidak ingin Pha berpikir Yo dari falkutas sain hanyalah “Pengganti” dari cinta SMA-nya. Tapi kapan kamu bisa mengenalinya?

 

“Bantu aku, temui seseorang untuk mengantarku ke Sushi, supaya aku bisa membatalkannya.”

 

“Kenapa kita?”

 

“Karena kamu adalah temanku.”

 

 

Malam itu (Hampir 01:00) Aku tidak bisa tidur karena aku kelaparan. Seseorang menelponku.

 

Ini Ai Pha. Apa yang dia mau? Hujan deras di luar. “Ada apa?”

 

“Ai Kit”

 

“apa?”

 

“Ai pendek pakai kacamata” Tunggu sebentar. Apa si ‘pendek’ ini Nong Yo? Kenapa kamu tidak memanggil namanya? Ini menjengkelkan. Apa hanya karena mereka memiliki nama yang sama?

 

“jadi…?” Atau dia bisa mengenalinya sekarang?

 

“Dia memiliki wajah WaYo”

 

Kamu idiot. Dia WaYo. “Ya?”

 

“Dimana sekolah SMA si pendek itu?”

 

Di sekolahmu, idiot “Bagaimana aku bisa tahu?”

 

“Brengsek! Brengsek.”

 

“Bagaimana jika mereka adalah orang yang sama, apa yang akan kamu lakukan? Pha”

 

“…”

 

“kamu sudah menjadi bajingan seperti itu, sekarang jika dia adalah Nong WaYo-mu. Apa yang akan kamu lakukan?”

 

“…”

 

Anda jenius ternyata idiot. Sangat Idiot “Bagaimana mereka bisa menjadi orang yang sama? Ai Yo benar-benar tampan. Banyak sangat berbeda.”

 

SANGATTTTTTT IDIOT !!! aku mengulangi.

 

“aku mengantuk, sebaiknya aku tidur sekarang.”

 

“Ok … Tapi tolong pergi ke studio kompetisi bersamaku besok, aku butuh teman.”

 

Lihat? Sekali lagi … dia selalu butuh teman. Ha ha ha. Ok, aku akan membawa Ai Beam bersamaku. “Ok, sampai jumpa besok.”

 

Menyilangkan jariku sekarang. Tolong simpulkan ini, Mereka adalah orang yang sama, kamu sangat jenius idiotnya.

 

 

Keesokan harinya, aku terbangun telat. Mandi dan berpakaian dalam 30 menit karena aku tidak ingin dia menelepon. Tapi aneh sekali. Biasanya, dia akan menelepon seperti orang gila. Dia tidak bisa ditinggal sendiri.

 

Yang memanggil adalah Ai Beam. “Hampir sampai.”

 

“Cepat, Ai Kit, Ai Pha dalam masalah.”

 

“Apa yang terjadi? Hampir sampai sekarang.” aku khawatir.

 

“Cepatlah, ada kejutan disini.”

 

Apa yang sedang terjadi? Apa itu Kejutan yang bagus atau kejutan buruk?

 

Aku melaju begitu cepat. Ketika aku tiba, aku melihat Ai Pha keluar dari studio.

 

Dia bertingkah aneh. “Ada apa?”

 

Ai Beam keluar dari studio dan menarikku masuk. “Apa?” Anak-anak berlatih seperti biasa. Tidak ada yang salah. “Lihat … Lihat …” bisik Ai Beam.

 

Dia menunjuk orang itu … ke Nong Yo … Sial … Nong Yo memakai kacamata itu !!!

Dia benar-benar “Nong WaYo”, kecuali dia jauh lebih tampan, potongan rambut lebih baik, warna kulit lebih mulus, baju bagus.

 

Tidak mengherankan bagiku bahwa mereka mengejutkan dengan ‘kerusak tingkat parah’

 

“Apakah kamu baik-baik saja?” Lucu melihat dia berdiri di sana masih kaget.

 

“Aku benar-benar idiot.”

 

“Ha Ha Ha Ha” akhirnya aku bisa tertawa terbahak-bahak.

 

“aku hanya berpikir dia terlihat sama, tapi … brengsek!!!”

 

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” Ai Beam bergabung denganku menggodanya.

 

Pha melihat kembali ke ruangan itu lagi. Kutu buku itu terlihat dengan kacamata berbingkai hitam, cowok yang menari dengan lucu. Tidak beda dengan ‘Nong WaYo’ yang kita ingat dari SMA.

 

“Aku rindu dia”

 

Hanya itu yang dia katakan. Aku menatap Beam dan tersenyum. “Jadi apa selanjutnya?”

 

“Apa yang dapat aku lakukan?”

 

“Hei kau”

 

“Aku benar-benar bersikap brengsek dengan dirinya, bagaimana aku bisa berbicara dengannya dengan baik sekarang?”

 

“Tentu saja, kamu bersikap brengsek karena kamu menyukainya”

 

“aku…” Pha yang malang. Dia sama sekali tidak tahu. “aku tidak tahu harus berbuat apa.”

 

“kamu harus melakukan sesuatu.” aku mencoba menghibur temanku.

 

“Karena jika kamu tidak melakukan apapun, akan ada lebih banyak orang yang mendekati dia.”

 

“Ai Forth, misalnya.” Ai Beam menambahkan. “Dia unyu.”

 

“kamu bisa melihat dia unyu, tidakkah kamu berpikir orang lain juga akan melihatnya?”

 

“…”

 

“Berjuanglah untuk itu … kamu tidak ingin kehilangan dia lagi, bukan?”

 

“Dapatkan dia kali ini, aku tidak ingin mendengarkanmu lagi.”

 

Ai Pha membuat wajah serius selama beberapa menit sebelum keluar dari studio. “Kemana kamu pergi?”

 

“Membeli Susu Pink”

 


 

 

 

Ordinary guy.

2 tanggapan untuk “Novel 2 Moons – Chapter 06 (KIT)

Tinggalkan Balasan