Novel 2 Moons – Chapter 34 (WAYO)

Novel by Chiffon_cake

Trans Indo oleh CappuccinoMilk

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

Yo merasa baru kemarin ia berada di panggung kompetisi pemilihan ‘Bulan dan Bintang Kampus’. Tapi ternyata sekarang sudah akan memasuki ujian tengah semester. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Satu-satunya masalah terbear Yo saat ini adalah dia tidak hapal semua mata kuliah yang diikuti saat perkuliahan. Nol besar, atau mungkin di bawah nol. Minus.

 

Dulu pada saat SMA seluruh waktunya digunakan untuk menjadi siswa kelas menengah yang sangat mencintai Biologi. Tapi sekarang di Universitas jurusan Biologi, Yo merasa seperti membenci matakuliah itu.
Semua mata kuliah semester ini kebanyakan adalah mata kuliah dasar. Biologi Dasar, Kimia Dasar, dan lain-lain. Setiap mata kuliah akan dinilai bersama dengan jurusan lain di universitas ini, termasuk Fakultas kedokteran, dan Fakultas kedokteran gigi dan fakultas lainnya. Yo sudah patah arang.

 

“SIAL!”

 

Setelah membaca Kimia Dasar selama beberapa bab, Yo merasa sakit kepala dan pusing. Yo bersumpah dia telah berkonsentrasi, selama kuliah, tapi mengapa dia merasa sangat malas untuk membacanya sekarang.

 

Apakah aku benar-benar bodoh atau idiot?
pikir Yo.

 

IMon berteriak tiba-tiba saat mereka sedang belajar bersama.

 

“Sialan, aku kira aku tidak akan bisa lagi mempelajarinya sendiri. Kita membutuhkan seseorang untuk mengajari semua ini untuk kita.” teriak Imon.

 

“Hey Yo … Bisakah kamu meminta bantuan dari orang cerdas mana pun yang kamu kenal? Apa ada ‘Bulan’ yang cerdas yang bisa membantu kita? Siapapun itu ahli dalam matakuliah kimia.” angel Gajah menyarankan.

 

“Tapi … Tunggu … Jika Kimia adalah subjek dari Ilmu Pengetahuan. ‘Bulan’ yang seharusnya membantu kita adalah ‘Bulan’ dari fakultas sains. tapi bulan itu adalah Yo. Jadi sama saja kita tidak memilikinya? Sial Yo~.” angel Gajah terus dan terus mengejek Yo. “Kamu sangat tidak berguna” Dia menyimpulkan.

 

“Diam kau… .” Yo membalasnya.

 

“P’Pha, hubby, sepertinya dia bisa membantu, panggil dia … telepon dia sekarang.” IMon menyarankan.

 

P’Pha? Apa kalian benar-benar membutuhkan pertolongan atau ingin melihat pria tampan saja?.
gumam Yo.

 

“Dia ada kelas sekarang.” jawab Yo.

 

Phana memang benar-benar sibuk hari ini.

 

“Sial, aku tahu kamu menghabiskan waktu sepanjang hari bersama kami, tapi menghabiskan malam dengan tidur bersama pria tampan itu. Melakukan ‘studi pribadi’ … kamu nakal Yo.” ujar angel gajah.

 

“Angel Gajah! P’Pha benar-benar sedang sibuk sekarang. aku pernah mendengarnya mengeluh bahwa ujian tengah semester ini sangat sulit, ujian sudah dimulai selama tiga minggu ini.” ujar Yo.

 

“Lihatlah dia, Wayo yang malang, hubby-mu terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk bersamamu.” goda Imon.

 

“Tidak juga, kita masih saling bertemu setiap malam.” protes Yo.

 

“Lihat Imon? P’Pha tidak terlalu sibuk, Yo hanya tidak mau kita melihatnya.” angel Gajah ikut menggoda Yo.

 

“Gajah!!! Diam!” seru Yo.

 

Tidak hanya tidak mengerti dengan perkuliahannya, tapi mereka juga tidak ada kemajuan dalam belajar kelompok karena selalu saja membicarakan sesuatu yang tidak berguna.

 

IMon benar, mereka membutuhkan pengajar untuk membantu mengajari mereka. Tapi Yo sama sekali tidak harus meminta bantuan pada siapa.

 

Sampai…

 

“Kenapa kalian terlihat sangat serius?”
Terdengar suara dari ujung meja yang lain.

 

Yo dan geng angel melihat ke arah orang yang barusan berbicara, tapi ketia Yo bertatapan muka dengannya, Yo langsung berpaling melihat ke bawah.

 

Kenapa aku harus takut padanya? kita berdua sudah berbicara bahwa kita hanyalah teman dari fakultas yang sama.
gumam Yo.

 

“Bagus~ ‘Bulan’ dari jurusan Fisika. Sempurna. Karena ‘Bulan’ dari jurusan Biologi adalah orang yang tidak berguna.” angel Gajah berbicara dengan sarkastik kepada Yo dan berbalik untuk memberikan kata-kata yang manis kepada Park.

 

Park mengenakan pakaian kasual hari ini.

 

“Kami sedang membaca buku Kimia, Super membingungkan, bisakah kamu membantu mengajari kami?” angel Gajah meminta bantuan dari Park.

 

Yo tidak tahu kapan Tote bisa seakrab itu dengan Park. Sepertinya IMon juga ikut-ikutan dalam permainan ini. Dia berdiri dan berjalan untuk meraih lengan Park karena lengan satunya dipegang Tote. Jika Yo harus menebak, Yo akan mengatakan ‘siapa saja yang tampan, mereka adalah ‘teman’ dari para angel’.

 

“Kimia? Bab mana?” tanya Park.

 

“Semuanya.” jawab Tote.

 

“Apa?” Park sedikit kaget.

 

“Bisa tolong bantu?” ujar Imon tidak mau kalah.

 

Park melihat ke sekeliling meja sebelum berhenti menatap Yo dan tersenyum di sudut mulutnya. “Aku bisa membantu, tapi seseorang di sini mungkin tidak merasa nyaman dengan ku.”

 

“Dia sedang membicarakanmu, IMon.” tuduh Tote.

 

“Tidak, dia sedang membicarakanmu, gajah” balas Imon pada Tote.

 

Yo merasa sangat tidak nyaman karena Park menatapnya seperti itu, tapi kedua teman Yo menatapnya juga, tapi berbeda. Lebih seperti mengancam Yo untuk tidak mengusir Park.

 

“Jangan terlalu pilih-pilih, kamu tidak cukup cantik untuk memilih sekarang, disamping itu kita tidak punya orang lain yang bisa membantu kita, jadi kita butuh Park disini. Kamu harus bilang OK, karena jika kamu Oke, maka kita semua Akan selamat. Jika kamu bilang Tidak, berarti kita tamat.” Imon memaksa.

 

IMon dan Tote menatap Yo seperti mereka siap-siap untuk membunuh Yo jika mengatakan tidak. Dan karena itu Yo harus setuju dengan mereka.

 

Di samping keduanya sudah bicara bahwa keduanya hanya sebatas teman. Park juga sudah tahu jika Yo punya pacar.

 

Tapi … entah kenapa Yo masih saja takut pada Park. Yo berpikir mungkin Yo lah yang aneh. Bukan Park.

 

Percaya atau tidak.
Park adalah Dewa! Dia mengatakan jika jurusannya adalah Fisika, Tapi dia sangat ahli dalam bidang Kimia. Yo sangat terkesan padanya sekarang. Angel Gajah, IMon dan angel lainnya juga sangat menyukainya. Park bisa mendapatkan perhatian Yo danteman-temannya, dan dia pintar menjelaskan sesuatu yang sulit menjadi sesuatu yang mudah. Jadi bukan hanya meja Yo, tapi sekarang ada lebih banyak teman dari meja lainnya yang bergabung. Yang awalnya hanya berlima, sekarang bertambah menjadi 10 orang.

 

Semua orang menganggap Park seperti pahlawan. Yo mengakui jika Park adalah orang yang sangat cerdas. Tapi Yo tidak ingin mengatakan apapun. Yo tidak suka ketika Park menatapnya dengan genit. Park melakukannya saat yang lain sibuk dengan apa yang telah dijelaskannya.

 

Park menatap langsung ke arah Yo.

 

Kamu memang tampan, tapi pacar ku lebih tampan.
pikir Yo.

 

Tidak … Tidak … ralat.
Aku mempunyai pacar dan kamu tahu itu. Bagaimana kamu masih bisa melakukan itu padaku?
gumam Yo.

 

“Ayo istirahat 10 menit, kalian benar-benar butuh istirahat.” ujar Park mengumumkan pada semua orang di meja.

 

Beberapa orang pergi ke kamar mandi dan beberapa orang lagi berjalan keluar untuk membeli beberapa makanan ringan.
Teman-teman Angels memutuskan untuk pergi keluar membeli beberapa minuman. Jadi setelah semua orang pergi, hanya 3 sampai 4 orang yang tersisa termasuk Yo.

 

Yo mengambil ponselnya dan melihat banyak pesan dari Angry Phana.

 

Phana : Aku mau kencing … Ei Ei Ei

 

Phana : Apa yang sedang Yo lakukan?

 

Phana : Kenapa tidak membalas?…

 

Phana : apa Yo sedang belajar?

 

Phana : Tolong… Balas…

 

Phana : Balas …

 

Phana : Tolong …

 

Phana : Na …

 

Phana : Na …

 

Phana : Na …

 

Phana : W A Y O

 

Phana : Jangan membuat P’ bolos dari kelas dan pergi menemuimu di sana.

 

Pesan terakhir dari Phana adalah sekitar 30 menit yang lalu. Sekarang Yo mulai merasa takut. Phana mengetik teks dengan sangat banyak. Yo tidak ingin Phana benar-benar marah. Sebenarnya, Yo ingin menelepon, tapi Yo takut mengganggu Phana di kelasnya.

 

“Wayo” Seorang gadis satu jurusan dengan Yo memanggil.

 

Yo sama sekali tidak ingat dengan gadis itu.

 

“Bisakah aku bertanya sesuatu?” tanya gadis itu.

 

“Hmmm… ?” Yo menjawab tanpa berpaling dari ponselnya.

 

“Bagaimana status hubungan kamu dengan Park?” tanya gadis itu.

 

Dan itu membuat Yo mendongak.

 

“Apa?!?!?” Yo kaget.

 

“Apa kamu berkencan dengan Park?” Gadis itu tersenyum. “Kamu bisa memberitahuku. Aku sangat terbuka tentang hal-hal berbau gay.” lanjutnya.

 

“Tunggu, tunggu, apa yang membuatmu berpikir bahwa aku berkencan dengannya?” tanya Yo.

 

“Ada gosip tentang kalian berdua.” Dia berbisik karena dia tidak ingin Park mendengarnya. “Mereka mengatakan bahwa Park menggoda dan mencoba mengajakmu berkencan.”

 

“Apa? Tidak, itu tidak benar, bagaimana mereka bisa berasumsi seperti itu?.” tanya Yo.

 

“Aku juga tidak tahu, gosip ini menyebar seperti virus, Yo lebih terkenal dari sebelumnya, begitu banyak gosip dan berita tentang kamu sekarang, tapi jangan khawatir, semua itu adalah kabar baik. Sebagian besar berita tentang Orang-orang yang menyukai mu.” lanjut gadis itu.

 

Yo sedikit lega.

 

“Termasuk Park.” Dia masih berbisik “Ketika kita diajari olehnya, aku melihat Park terus menatapmu berkali-kali. Serius, apa kamu tidak punya perasaan sama sekali padanya? Kalian akan menjadi pasangan yang sangat imut.”

 

Yo menggelengkan kepala dengan sangat cepat.

 

“Tidak Tidak Tidak … Tidak mungkin.” jawab Yo.

 

“Kenapa tidak?” tanya gadis itu.

 

“Tidak, terima kasih, 100 kali tidak.” jawab Yo.

 

Apakah gadis itu akan menjadi fansclub Team Park-Yo?

 

“Tapi kami akan bersorak untuk kalian berdua” dia tersenyum.

 

Yo tersenyum kembali pada gadis itu, sebelum memusatkan perhatian pada ponselnya.

 

Sial!!! P’Pha tidak membaca pesanku.
seru Yo dalam hati.

 

Yo merasa sepertinya ini akan menjadi drama berikutnya di antara mereka berdua.

 

Yo memutuskan untuk meneleponnya sekarang juga. Yo tidak peduli apakah Phana sedang berada di laboratorium atau tidak.

 

Sementara Yo menghidupkan ponselnya, Park berjalan ke arah Yo dan menepuk punggung Yo selama dua atau tiga kali. Jadi Yo harus beralih sejenak dari ponsel untuk melihatnya.

 

“Aku lapar, bisakah kamu mengajak ku membeli beberapa camilan?” tanya Park.

 

Park terlihat lelah. Yo benar-benar bisa melihat rasa lelah dari matanya. Dia adalah pahlawan yang ‘mengorbankan’ dirinya untuk mengajari Yo dan teman-temannya. Yo menatap antara ponsel dan Park, dan akhirnya memutuskan untuk memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan menemani Park keluar untuk mencari beberapa makanan ringan untuk dimakan.

 

Keduanya punya cukup banyak klub BL Fan. Mereka diam-diam menjerit untuk Park dan Yo. Tapi hei … ini tidak benar.

 

Park berhnti di kedai yang menjual bola ikan dan berdiri makan tepat di depan kedai. Orang-orang melihat keduanya, Yo benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Teman-teman Angel nya bergosip jika pria tampan yang berdiri tepat di sebelah Yo sekarang akan menjadi pasangan Yo.

 

Yo berpikir apa yang orang inginkan dari nya.

 

“Apa kamu menginginkan sesuatu? pesanlah.” tanya Park.

 

Yo menggelengkan kepala. “Tidak, terima kasih, aku tidak lapar.”

 

“Bagaimana tadi yang aku ajarkan?” tanya Park lagi.

 

“Mudah dimegerti, kamu bisa menjadi Profesor yang hebat di masa depan.” Yo berbicara benar-benar dari hati saya. “Kenapa kamu tidak memilih Kimia? kamu jelas hebat dalam hal itu.”

 

“Aku lebih menyukai Fisika.” Yo berbicara sambil mengunyah bola ikan tersebut. Sebelum melirik Yo dan menggoda. “Tapi sekarang … aku pikir aku hanya mencintai Biologi.”

 

Mungkin alasan inilah bagaimana gosip itu berawal.

 

Park menatap Yo. Yo tidak mengerti mengapa Park melakukan semua ini.

 

Setelah itu selama satu menit …

 

… Phana berdiri tepat di samping Yo.

 

Apa? Dimana? Bagaimana? Bagaimana dia datang ke sini dan kapan?
Yo kaget.

 

Perasaan dingin yang bisa Yo rasakan pada hari yang terik seperti hari ini.

 

“Menghabiskan waktu dengan makan bola ikan.” Phana dengan cerdik berbicara pada Yo. Itu senyum yang cukup menyeramkan untuk Yo. “Kamu tidak membaca pesan dariku.”

 

Yo menjawab. “Kami sedang meminta diajari dan Yo tidak memeriksa ponsel.”

 

“Ketika aku berada di Laboratorium Antropologi, aku bisa melepaskan sarung tangan dan menyempatkan untuk mengirim pesan padamu.” Phana sepertinya sedang marah. “…Dan siapa dia?”

 

Phana bertanya kepada Yo dengan nada cukup keras agar Park bisa mendengarnya.

 

Park masih mengunyah bola ikan dengan santai sendirian saja di kedai.

 

“Salam P’Pha, kamu benar-benar tampan.” sapa Park ramah.

 

Phana tidak membalas apapun, tapi sebaliknya, dia menatap Park dengan tatapan tajam.

 

“Teman dari fakltasmu?” tanya Phana datar.

 

“Dari jurusan Fisika.” Yo menjawab. “Dia mengajari Yo dan teman-teman angel juga yang lainnya.”

 

Yo bisa menuliskan laporan tentang semua ini untuk P’Pha, asalkan itu membuat P’ lebih bahagia.
gumam Yo.

 

Yo tahu Phana bukan orang yang tidak berakal sehat, tapi dengan orang lain seperti Park, Yo tidak begitu yakin.
#ParkImSorry

 

“Setidaknya kamu harus memberi tahu P’, jangan diam seperti ini” Phana menyalahkan Yo sebelum mengubah nada suaranya “Tidakkah Yo tahu jika P’ khawatir Orang lain akan membawa Yo jauh dari P’ dan menjadikan Yo sebagai istri.”

 

Ya ampun!!! Itu membuat penjual Fish Ball menunjukkan wajahnya yang canggung kepada kedua insan yang sedang dimabuk asmara.

 

Park hanya berdiri saja, tersenyum, dan tidak berkata apa-apa. Akhirnya Park menyuruh Yo kembali terlebih dahulu ke Perpustakaan dan dia akan segera menyusul.

 

Phana mengikuti Yo sampai ke meja belajar alih-alih pergi. “Apa yang P’ lakukan? Bukankah P’ ada lab?” tanya Yo.

 

“P’ sudah bolos, bagaimana bisa P’ masuk kembali ke lab? Profesor Planee akan membunuku.” jawab Phana. “P’ akan menjaga … mmm… maksud P’ melihat kalian belajar.”

 

“P’Pha akan membuat mereka kehilangan konsentrasi.” ujar Yo.

 

Meskipun Phana sama sekali tidak merepotkan, tapi dia terlalu tampan untuk nongkrong di situ, sementara kita perlu fokus untuk belajar. Yo saja tidak bisa berkonsentrasi. Jadi, apalagi para angel. Bagaimana mereka bisa.

 

“Hmm? P’ ingin tahu seberapa pintar pria itu?” ujar Phana.

 

Sepertinya Phana tidak begitu senang dengan taman Park.

 

Keduanya berjalan ke meja, sehingga membuat fansclub ParkYo tertegun. Kurasa Yo perlu mengatakan pada mereka bahwa ‘ini pacarku yang asli’. Bukan ship seperti yang mereka lihat tadi.

 

“Dimana kita harus duduk?” tanya Phana nampaknya bingung.

 

Yo meraih tangan Phana dan menggandengnya.

 

“Wow … lihat Yo sekarang benar-benar posesif sekali pada P’.” seru Phana.

 

Yo tersenyum sebelum membawa Phana ke kursi tambahan untuk duduk tepat di sampingnya.

 

Hah! Aku juga bisa menyebalkan.
gumam Yo.

 

Yo memegang tangan Phana dan itu memiliki dua keuntungan di sini. Pertama, membuktikan pada para Shipper jika Ship yang sebenarnya sudah ada disini. Sekarang mereka masih harus kaget. Kedua, Phana tersenyum dan mesra setiap saat pada Yo.

 

Dan Oscar diberikan kepada….
WAYO!

 

“Biar P’ lihat.” Phana mulai melihat-lihat kertas belajar milik Yo. “Umm… ummm…” Phana membalik halaman demi halaman super cepat.

 

“Bagaimana apa itu sulit?” tanya Yo.

 

Yo berkedip dan memberinya tatapan gila pada Phana.

 

“Tidak, sebenarnya semua orang terlahir jenius.” jawab Phana.

 

Alih-alih bangga, Phana menepuk kepala Yo dan berkata. “P’ sangat menyesal, P’ tidak punya banyak waktu untuk Yo. Tapi P’ sekarang bisa, P’ sendiri yang akan mengajari Yo.”

 

Phana membuat Yo tersipu lagi. Phana membaca semua kertas belajar dan menjelaskannya dengan perlahan.
Anehnya, Phana bisa menjelaskan dan membuatnya jauh lebih mudah daripada apa yang dijelaskan oleh Park. Sekali lagi #ParkImSorry.

 

Karena Phana tahu apa yang bisa mereka serap dan tingkat pengetahuan mana yang bisa mereka konsumsi dengan mudah. Keterampilan ini didapat oleh Phana karena telah sering mengajari mahasiswa fakultas kedokteran lainnya.

 

Pacarku benar-benar jenius. Super ganteng dan super jenius.
gumam Yo.

 

Yo sangat iri dengan kemampuan yang Phana miliki.

 

Tote dan IMon sudah kembali dari membeli minuman, tapi Park belum juga kembali. Jadi Phana memutuskan untuk lanjut mengajari Yo danteman-temannya. Sampai akhirnya meja yang mereka tempati tidak terasa sudah penuh oleh mahasiswa lain yang juga ingin diajari oleh Phana.

 

Yo tidak tahu kenapa bisa seramai itu, apa karena Phana benar-benar hebat dalam merngajari atau apakah karena dia adalah ‘Bulan Kampus’ yang sangat tampan.

 

“Pintarnya~.”

 

Yo pernah mendengar seorang gadis yang berkomentar tentang Phana.

 

“Super cute, aku mau dia.”

 

“Haruskah kita memberinya nomor telepon? Mungkin kita bisa beruntung.”

 

“Benar, benar, coba saja, dia juga terlihat genit.”

 

“Paling tidak kirim pesan saja, kan?”

 

Hei! Kalian ada di sini untuk menyimak pelajaran atau untuk mendapatkan seorang pria?
Yo kehilangan konsentrasi di sini. Monster posesif merasuk lagi pada jiwa Yo.

 

Phana berhenti di tengah kalimat dan kemudian menatap Yo dengan rasa ingin tahu. Phana tersenyum dan menggenggam tangan Yo sangat erat di bawah meja. Selanjutnya dia lanjut mengajari semuanya seperti tidak ada yang terjadi. Phana mencoba membuat Yo tenang, dan berkata jika gadis-gadis itu tidak ada apa-apanya bagi Phana.

 

Sepertinya Yo perlu mengambil kelas; ‘Cara Berhenti Bersikap Posesif pada Mr. Phana 101’ Mungkin itu akan membantu.

 

Phana terlalu tampan. Phana terlalu menggairahkan.

 

“Ini menyenangkan, jika P’ meminta bayaran, P’ bisa mengajak Yo menonton banyak film” ujar Phana seraya tersenyum sambil berjalan menuju ke tempat parkir.

 

“Tidak menyenangkan sama sekali, orang seperti P’ sudah seperti bintang film dimata Yo.” Yo berkata jujur.

 

“Yo bisa bersikap posesif pada P’. P’ tidak akan melarangnya.” ujar Phana.

 

“Ya, memang.” Yo menatap langsung ke arah mata Phana dan dengan santai mengucapkannya.

 

“Aduh, Yo membuat P’ menjadi takut.” Phana mendorong Yo kearah belakang sampai punggung Yo bersandar pada mobil.

 

“P’Pha~ Apa yang kamu lakukan? Banyak orang di sekitar sini~.” ujar Yo sedikit kaget.

 

“Tidak apa-apa, disini gelap.” Phana menatap sekelilingnya, kemudian menggerakkan wajahnya ke arah Yo. “Katakan pada P’… Tidak menerima telepon P’… Tidak membalas telepon P’… Tidak ada yang terjadi antara Yo dan si Wajah Panjang itu, kan?”

 

“Wajah Panjang?” Yo bingung.

 

“Si Wajah Panjang yang tadi makan bola ikan itu.” jelas Phana.

 

Park memang memiliki wajah yang sangat panjang.

 

“Tidak.” jawab Yo cepat.

 

“Yakin?” tanya Phana.

 

“Sejak kapan P’ tidak mempercayai Yo lagi?.” Yo mulai berani mendekatkan wajahnya ke wajah Phana.

 

Kali ini, Phana melangkah mundur dari wajah Yo.

 

Lihat? Betapa nakal nya mereka berdua.

 

“Baiklah, ‘Tidak’ hanyalah sebuah kata. P’ tidak perduli.”

 

(Ciuman)

 

Phana mencium mulut Yo dengan sangat cepat dan menyudahinya. Phana menghormati tempat itu, karena itu adalah institusi pendidikan. Bukan taman tempat orang berpacaran.

 

Setelah itu, Phana tersenyum saat menyentuh bibir Yo, dan tiba-tiba dia menjadi sangat ketakutan dan kaget.

 

“SIAPA YANG MELAKUKAN SEMUA INI?!!! Dasar Sialan!!!” Phana berteriak keras.

 

Ketika Yo melihat penyebab teriakan Phana, Yo melihat mobil Phana ditulisi menggunakan cat semprot warna merah tepat di kap mobilnya. Kata itu tertulis…

 

“F U C K”

 

Siapa yang melakukan ini?
Yo tidak habis pikir.

 

Yo berdiri dan tertegun. Sementara pemilik mobil terlihat sangat marah, menendang segala sesuatu di sekitarnya dan mencoba mencari orang yang melakukan hal itu. Tapi kondisi diparkiran sangat gelap dan tidak ada orang lagi di sekitarnya.

 

Yo juga sangat marah. Yo benar-benar mengerti bagaimana perasaan Phana saat itu. Tulisan itu menutup seluruh kap mesin dan juga di luar area kap mesin. Jadi Phana mungkin perlu melakukan pengecatan ulang untuk keseluruhan badan mobil.

 

“P’Pha” ujar Yo khawatir melihat kemarahan Phana.

 

“Siapa yang bisa melakukan ini?” ujar Phana geram.

 

“Tenang, P’….” Yo mencoba menenangkan Phana.

 

“Ya, P’ coba.” jawab Phana.

 

Yo senang Phana tidak marah padanya. Yo tidak tahu bagaimana menenangkannya, kecuali berdiri di sebelahnya. Tidak butuh waktu lama sampai Kit dan Beam tiba.

 

Keduanya terbelalak tepat setelah melihat kondisi mobil Phana.

 

“Bisakah kalian menebak siapa yang telah melakukan hal ini?” Phana berbicara kepada teman-temannya.

 

“Setahuku, kamu tidak mempunyai musuh.” Beam mulai menganalisis.

 

“Kurasa aku bisa menebaknya.” ujar Kit dan semua orang memandangnya. “Melakukannya pada mobilmu berarti dia anti-Phana. Jadi sorang yang melakukan hal ini pasti dia jatuh cinta pada Nong Yo.”

 

Meskipun Kit membantu memecahkan misteri itu, Phana tetap bersikap dingin, atau dia bisa jadi lebih gila dari sebelumnya. Beam dan Kit juga terlihat khawatir. Yo merasa bersalah karena Yo lah yang menjadi penyebab semua kekacauan ini.

 

Yo tidak habis pikir siapa yang tega melakukannya. Bagaimana orang ini bisa melakukannya tanpa diketahui oleh orang laim di area kampus.

 

“Tidak apa-apa, biarkan mobilnya parkir di sini, kami ke sini untuk menjemputmu, jangan lakukan apa-apa jika kamu tidak tahu pasti siapa orang yang telah melakukan semua ini.” Kit mencoba menghibur Phana.

 

Phana tetap terdiam dan itu wajah terdingin yang pernah Yo lihat.

 

Kit menatap Yo, sepertinya Kit membutuhkan pertolongan dari Yo untuk menenangkan Phana. Yo sedikit takut pada Phana, bisa-bisa Phana menggigit kepalanya, tapi Yo harus menenangkannya.

 

Yo berjalan ke arah Phana dan berhenti di depannya kemudian berbicara dengan lembut.

 

“P’Pha … ayo pulang, P’Beam dan P’Kit ada di sini untuk menjemput kita.” ujar Yo hati-hati.

 

Phana menatap Yo tapi tidak mengatakan apa-apa.

 

“Apa P’ tidak merasa lapar?” tanya Yo lagi.

 

Yo tidak bisa memikirkan hal lain untuk ditanyakan.

 

Phana menggelengkan kepalanya, jadi Yo berkata lagi…

 

“Tapi Yo lapar na … na … na … ayo kita makan malam bersama.” lanjut Yo.

 

Sekarang Phana menatap Yo lagi. Sebelum merengkuh pundak Yo dan berjalan ke mobil Kit. Kit memberi jempol pada Yo, sementara Beam memberi Yo dua jempol.

 

“Sepertinya P’ akan segera melakukan pertempuran habis-habisan.” Bisik Phana.

 

Yo terdiam tidak mengerti dengan maksud Phana.

 

“… Tapi P’ mencintaimu Yo, P’ tidak peduli dengan siapa pun.”

 


 

Ordinary guy.

Tinggalkan Balasan