Novel 2 Moons – Chapter 53 (WAYO&PHA)

Trans Indo oleh CappuccinoMilk

 

 

<<< Daftar Is i>>>

 

 

[Wayo POV]

 

Setelah malam itu di rumah Yo, Phana tidak berbicara apa-apa lagi dengan Yo.

 

Pagi itu, Phana keluar dari rumah Yo tepat setelah ayah Yo pergi bekerja.

 

Phana tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Yo, dia hanya tersenyum, memeluk, mencium Yo, dan tidak mengatakan sesuatu yang istimewa.

 

 

Awal semester kedua…

 

Semester kedua sudah dimulai, tapi tidak ada Phana disini Yo. Yo merasa kesepian.

 

Semua orang disekitar ku terlihat bersemangat menyambut semester baru, hingga para Angel pun sangat antusias membicarakan liburan mereka. Mereka seperi ingin pamer bahwa mereka telah pergi menonton kabaret di Pattaya dan mengatakan pada semua orang jika mereka kesana sebagai tamu kehormatan.

 

Mereka tahu jika Yo sedang mempunyai banyak pikiran, oleh karena itu mereka tidak banyak bertanya pada Yo. Ceria dibalik kesedihan dalam diri Yo.

 

Yo pura-pura tertawa. Berpura-pura bahagia. Berpura-pura fokus dalam belajar. Dan berpura-pura sedang tidak memikirkan sesuatu. Tapi pada akhirnya Yo tidak bisa lari dari kenyataan, jika Yo memang sedang merasakan kesedihan yang mendalam.

 

Yo benar-benar sedang merasa sangat sedih sekarang.

 

Sampai satu minggu perkuliahan, Yo mulai disibukkan oleh kegiatan kampus.

 

Sial!. Semester kedua ini ternyata lebih susah daripada semester pertama.

 

Yo harus menyelesaikan dan mengumpulkan laporan eksperimen mingguan, mengenal tentang hewan dan kuliah dari para dosen. Tapi Yo sangat berterima kasih dengan berbagai kesibukan itu, sedikit demi sedikit Yo mulai melupakan tentang Phana.

 

 

Malam itu, di kamar Yo.

 

Suasananya masih terlihat sama, tapi yang berbeda hanya satu, Phana sudah tidak ada lagi di kamarnya sekarang, bahkan bayangannya saja sudah tidak bisa lagi dilihat oleh Yo.

 

Aroma Phana yang menawan masih tercium, pakaian Phana, sepatu dan buku-buku Phana, masih ada di kamar Yo.

 

Aku tidak bisa menahannya lagi….
Selamat! Aku sendirian sekarang.

 

Yo membiarkan dirinya melepaskan semua kesedihannya. Yo mulai menangis dalam kesendirian dan tidak malu untuk meluapkan rasa sedihnya.

 

“Yo, apa yang sedang kamu lakukan!”

 

Air mata Yo jatuh tak tertahankan saat Kit dan Beam membuka pintu kamar Yo. Dan Akhirnya Yo menghentikan tangisannya.

 

Kit dan Beam melihat sisa-sisa air mata di pipi Yo dan bertanya…

 

“Kenapa kamu menangis, Yo?” Kit menghampiri Yo dengan tatapan serius.

 

Beam masuk lalu muncul dibelakangnya Ming dan Forth. Mereka datang bersama, hingga kamar Yo terlihat penuh dengan orang-orang itu.

 

“Siapa yang membuatmu menangis? katakan kepadaku aku akan membunuhnya” ujar Forth.

 

“Memangnya siapa lagi kalau bukan si brengsek Pha!” seru Beam seraya duduk di samping tempat tidur Yo.

 

“‘Kerbau’ besar itu!” Kit juga ikut berseru. “Apa dia senang menghilang seperti ini?”

 

“Bukan hanya pacarnya, bahkan teman-temannya juga tidak tahu kemana dia pergi.”

 

“Dia tidak peduli dengan perasaan teman-temannya”

 

“Aku benar-benar ingin menendang pantatnya” seru Beam.

 

“Bahkan bajunya masih di sini. Apa kita bakar saja?”

 

Kedua dokter itu terlihat biasa saja malah terkesan bercanda. Yo pikir mereka tidak terlalu marah dengan hilangnya Phana. Dan itu sedikit aneh untuk Yo.

 

Atau mungkin aku yang terlalu banyak berpikir…

 

“Apa kalian tahu di mana dia sekarang?” Yo bertanya.

 

Kit dan Beam saling pandang dan menggelengkan kepalanya.

 

“Aku tidak tahu” jawab Beam.

 

Sedangkan Kit terlihat mencurigakan kemudian menjawab tanpa ditanya. “Tidak, aku tidak tahu.. Hei !! Aku tidak suka berbohong!” Suara Kit terdengar diseluruh kamar Yo.

 

“…”

 

“Apa yang kamu katakan?” tanya Ming.

 

Yo bingung melihat Ming dan Kit yang sedang bergumam.

 

“Ada apa?” Yo bertanya pelan.

 

“Itu….”

 

“….”

 

“Sebenarnya Pha dia tidak pergi kemana-mana”

 

“….”

 

“Orang tuanya mungkin benar-benar bercerai, tapi mereka tetap tinggal di Bangkok”

 

“….”

 

“Sungguh. dia sudah kembali kuliah, dia hanya sedang menunggu hari ulang tahunmu Yo. Dia ingin memberikanmu kejutan. Dia sudah menunggu lebih dari seminggu.”

 

Benarkah?

 

Ruangan menjadi sepi bahkan suara nyamuk pun tidak terdengar.

 

Semua orang memandang Kit dan Beam, ingin memastikan apa yang dia katakan adalah sesuatu yang benar atau salah.

 

Besok adalah hari ulang tahunku…

 

Yo benar-benar melupakan tentang hal itu, karena pikirannya sibuk memikirkan hal-hal lain. Phana.

 

Biarkan aku berpikir. Dia tidak memberi tahu aku, tidak ingin melihatku, membiarkan aku menunggunya, membiarkan aku khawatir kepadanya, membiarkan aku mengenang masa lalu akhir-akhir ini.

 

Sialan kamu P’Pha!, bagaimana kamu bisa melakukan semua ini?!!
Bagaimana bisa !!!

 

Meskipun Yo sangat marah, tapi Yo tetap tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

 

P’Pha tidak meninggalkanku, ini mungkin akan menjadi hadiah terbaik di hari ulang tahunku.

 

Aku Ingin mengatakan jika ini bukan akhir dari ceritaku. Cerita ini belum benar-benar lengkap dan belum selesai. Pahlawan dari cerita ini harus disembuhkan.

 

Kejutan ulang tahun apa yang sedang kamu siapkan dokter Pha?

 

“Dia ingin memberimu kejutan seperti Forth dengan lilin-lilin nya” Kit tertawa keras.

 

Sekarang, sebagian besar percakapan mereka adalah menebak-nebak tentang kejutan yang akan diberikan Phana pada Yo.

 

Semakin Yo mendengarkan mereka bicara, semakin Yo tersenyum. Membayangkan Phana menyiapkan sebuah kejutan untuk Yo, dan itu adalah kejutan bagi Yo. Yo tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Phana, sesuatu yang manis di hari ulang tahun Yo.

 

Aku akan menantinya malam ini …

 

“Dimana P’Pha sekarang?” tanya Yo.

 

“Dia seperti hantu yang berkeliaran di sekitar mu Yo. Dia mengatakan bahwa melihat mu sedang sakit hati, dia juga akan merasakannya. Tapi untuk memberi Yo kejutan, dia harus bertahan.”

 

Yo tidak habis pikir dengan Phana. Yo menggelengkan kepala dengan ringan, tapi tak bisa menahan tawanya.

 

“Bos ku berkata jika aku harus berpura-pura dan menyembunyikan hal ini dari Yo. kalian pasti menganggapku menyebalkan, yakan?.” ujar Beam.

 

Yo tersenyum kemudian melirik koleksi foto-foto Phana di atas meja.

 

 

[Phana POV]

 

Jangan salah sangka. Aku tidak benar-benar pergi ke Amerika. Siapa yang akan pergi. Belajar disini sudah sangat bagus, kenapa harus belajar dinegara lain.

 

Phana dan ibunya sempat bertengkar hebat, hingga ibunya menyerah dan hasilnya Phana akan tetap pergi ke Amerika tetapi hanya dua hari saja. setelah itu Phana kembali ke Bangkok dan menjalani kehidupannya seperti biasa. Selain itu, Ayahnya mengatakan akan segera mengirimkan surat perceraian kepada ibu Phana.

 

Phana dibesarkan di Bangkok, dan bukan lagi seorang anak kecil yang harus dikhawatirkan kemanapun Phana pergi. Sebenarnya Phana tidak harus memikirkannya lagi, tapi bagaimanapun, hidupnya, pacar dan teman-temannya semua ada di Thailand.

 

Phana mengatakan kepada ibunya jika dia tidak ingin pergi karena alasan-alasan tersebut, sementara ibunya terlihat tertekan.

 

Meskipun itu menyakitkan, Phana tahu jika pertengkaran seperti itu akan berakhir juga suatu saat nanti, ketika ayah dan ibunya tidak bisa lagi bersama, maka perpisahan adalah jalan keluarnya. Phana sudah siap dan cukup kuat untuk menerima semuanya, meskipun kini keluarganya sudah tidak lengkap lagi.

 

Tapi Phana percaya jika akan ada seseorang yang akan melengkapi hidupnya. Dan orang itu adalah orang yang sedang dilihatnya sekarang.

 

Hari ini hariculang tahun Wayo, ulang tahun yang ke-19. Phana sedang membayangkan di hari ulang tahunnya ini pasti wajahnya terlihat sedih. Tapi ternyata itu di luar dugaan Phana, kali ini aku melihatnya tersenyum dari kejauhan.

 

Apa dia tidak mengkhawatirkan ku? kenapa dia tidak khawatir?? Kenapa? Kenapa? Kenapa?!

 

Orang bodoh mana yang tidak ingin melihat pacarnya khawatir?

 

Phana bersembunyi dari dalam mobil lain yang dibawanya dari rumah, Phana mencoba melihat apa yang membuat Yo begitu bahagia, apa karena cuacanya yang bagus, atau apakah Yo sudah tahu jika Phana tidak pergi kemana-mana.

 

Tidak mungkin, Beam dan Kit mengatakan akan membantuku jika mereka tidak akan memberitahu pada Yo…

 

Phana sudah membeli lilin-lilin aromaterapi berwarna putih. Hari ini Phana akan pergi ke kamar Yo secara diam-diam membawa lilin-lilin itu lalu menatanya sedemikian rupa, sementara Beam dan Kit akan mengalihkan perhatian Yo.

 

Tapi tunggu dulu… siapa pria yang datang da mengobrol dengan Yo?…
Dia Sangat Tampan!!

 

Yo tersenyum pada pria itu dan terlihat asik mengobrol.

 

Hei!! Tunggu sayangku… kamu sudah punya pacar yang tampan, jadi jangan dekat-dekat dengan pria lain!!, segera hentikan itu, hentikan!!!

 

Karena terlalu emosi, Phana tanpa sengaja membanting setir hingga klakson mobilnya berbunyi.

 

Yo dan pria itu menoleh kearah mobil Phana secara bersamaan.

 

Phana hampir tidak punya waktu lagi untuk bersembunyi, Phana lupa jika kaca mobil ayahnya itu berwarna hitam. Phana mengintip Yo dan pria itu sekali lagi, kedua orang itu sudah tidak memperhatikan kearah nya lagi, mengabaikan mobil Phana dan melanjutkan mengobrol.

 

Pria itu mengeluarkan telepon.

 

Sudah pasti dia ingin meminta nomor Yo…

 

Phana memegang setir dengan kencang.

 

Sebelum mereka melangkah lebih jauh, Aku harus mencari tahu dimana Beam sekarang.

 

Hal…” baru saja Beam akan mengatakan ‘halo’ Phana dengan cepat memotongnya.

 

“Kamu di mana?.” tanya Phana cepat.

 

Di kampus, aku belum selesai kuliah.” Jawab Beam. “Ada apa? Bukankah hari ini ulang tahun Yo?”

 

“Datanglah kesini sekarang dan bantu aku membuat kejutan” seru Phana.

 

Memangnya kenapa?.” tanya Beam bingung.

 

“Kamu bilang ‘kenapa’??! Seseorang meminta nomor telepon istriku!!!” teriak Phana.

 

Jangan biarkan aku mengulanginya, itu akan membuatku semakin marah.

 

Hei.. tenanglah dulu, itu normal. Yo sangat imut, semua orang pasti menginginkan nomor teleponnya” jawab Beam.

 

“Itu benar, tapi …” ujar Phana seraya melihat ke luar jendela dan mengerutkan dahi.

 

Tapi apa?” tanya Beam.

 

“Istriku… bahkan sudah berani memberikan nomornya untuk orang itu” seru Phana.

 

Masalah kini muncul, dan itu membuat Phana khawatir dan takut. Phana terlihat benar-benar kesal dengan memegang kemudi sangat erat.

 

Yo memberikan nomornya untuk orang lain…
Yo memberikan nomornya untuk orang lain…
Yo memberikan nomornya untuk orang lain…

 

Sial!! Aku benar-benar ingin meledak!!

 

Phana melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bagiamana wajah Yo tersenyum pada pria itu.

 

Melihat sikap Yo terhadap pria sialan itu seharusnya hanya untukku saja!!!

 

 

Jam berapa sekarang?
Waktu kejutannya jam 8 malam.

 

Kit dan Beam mengatakan pada Phana jika keduanya tidak bisa menahan Yo terlalu lama.

 

Sekarang jam 4 sore, dan masih ada beberapa waktu sebelum jam 8 malam. Phana harus bisa mencegah Yo untuk tidak pergi keluar, tapi sekarang teman-temannya masih di kampus.

 

Haruskah aku memberitahu Ming dan Forth tentang rencana ini?
Kedua sahabatku sedang sibuk, tampaknya dua orang saja tidak cukup, haruskah lebih banyak lagi orang untuk membantuku?.

 

Akhirnya Phana menelpon Forth tapi sayangnya telepon Forth sedang tidak aktif.

 

Sialan!!

 

Kemudian Phana menelpon Kit untuk meminta nomor Ming, tapi Kit tidak mengangkat teleponnya.

 

Sial?? Ada apa dengan hari ini?!!

 

Phana kembali ke kamarnya untuk tidur dan menunggu teman-temannya mengirimkan kode, kemudian Phana akan menyalakan lilin-lilin dikamar Yo.

 

Tapi, ketika Phana sampai di apartemen.
Aku melihat Yo. Yo bersama pria yang tadi siang dilihat oleh Phana, dan kini sedang asik mengobrol dengan Yo.

 

Awalnya Phana ingin sekali memisahkan keduanya, membuat pria itu menjauh dari ‘milikku’, tetapi Yo malah terlihat bersenang-senang dengan pria itu. Phana tidak akan menyerah begitu saja, walaupun Yo sudah mendapatkan kebahagiaan sendiri, Phana tidak akan menyerah.

 

Apa lagi Phana tidak menghubungi Yo beberapa hari untuk memberikan kejutan di hari ulang tahunnya.

 

Apa dia sudah melupakanku?
Ini tidak benar, bukan?
Hanya dalam 3 hari dan Wayo sudah berubah??

 

Aku ingin mati… Ini pasti tidak benar, aku sudah diam-diam mencintai Yo selama bertahun-tahun, tidak mungkin dia akan berhenti mencintaiku tapi …

 

Melihat Yo tersenyum pada pria itu, senyumnya terlihat sangat bahagia, senyum yang begitu indah …

 

Aku benar-benar akan gila.

 

 

Beberapa saat sebelum jam 8…

 

Teman-teman Phana belum ada yang meneleponnya untuk mengatakan bahwa Yo telah dibawa keluar dari kamarnya. Untuk itu Phana menelpon mereka satu per satu, tapi tetap saja tidak ada yang menjawab.

 

Aku harus bersikap optimis, mereka pasti tidak menjawab teleponku karena mereka sedang bersama Yo dan mereka tidak ingin Yo mendengar aku menelepon teman-temanku.

 

Tapi bukankah sekarang sudah terlalu lama?! Sekarang sudah lebih dari jam 7, itu berarti sudah 3 jam mereka belum bisa membuat Yo keluar atau bagaimana?

 

Aku kesal!!

 

Phana ingin membatalkan rencana itu, kemudian pergi kesana dan mencium pacarnya, tapi Phana berpikir lagi jika dia sudah sampai sejauh itu, Phana harus bersabar.

 

Aku pasti bisa melakukannya.

 

Setelah satu menit, Kit akhirnya menelpon. Phana langsung menekan tombol jawab.

 

Pha…”

 

“Apa?” tanya Phana.

 

Itu… pacarmu… dia…”

 

“Kenapa?, apa yang terjadi!” seru Phana.

 

Apa yang terjadi?

 

Yo bilang dia tidak mau lagi menunggumu” ujar Kit.

 

“…”

 

Dia berkata, ketika kamu pergi, kamu tidak pernah menghubunginya”

 

“Hei”

 

Kamu membiarkan dia menunggu, membiarkannya khawatir, membiarkan dia tidur dengan gelisah”

 

“Bukan begitu maksudku.” seru Phana.

 

Dia tidak tahan, dan hari ini dia ulang tahun, dia ingin melepaskan mu, kamu tidak punya kepastian, tidak menghubunginya, dan dia tidak tahu bagaimana keadaan mu”

 

“Sialan, Aku tidak membuatnya menunggu, dimana dia sekarang?” teriak Phana kesal dan khawatir.

 

Aku benar-benar akan gila, apa yang membuat Yo berpikir seperti itu, ini hanya beberapa hari saja, dan ini aku lakukan untuk memberinya kejutan.

 

Tidak tahu, dia bersama seseorang dan membawanya entah ke mana”

 

“…”

 

Pria itu terlihat sangat tampan”

 

Phana menutup telepon, kemudian langsung keluar dari kamarnya, tidak peduli apakah ada yang akan melihat atau tidak. Bahkan Phana lupa mengganti pakaian dan langsung berlari keluar hanya memakai celana pendek dan kaos saja. Phana bergegas menuju mobil untuk menyetir.

 

Orang itu akan mati, mati, jika dia berani macam-macam dengan pacarku, akan kuhabisi dia!

 

Istriku juga kenapa tidak sabaran. Aku akan menemui mu sekarang.
Kenapa kamu begitu mudah pergi keluar dengan orang lain?

 

Atau jangan-jangan orang itu ingin memperkosa Yo!?

 

Semakin jauh Phana menyetir jalan yang dilalui nya juga semakin sep. Phana sedikit heran, kenapa jalannya menuju kampus.

 

Apa yang akan dia lakukan?

 

Phana memarkir mobilnya begitu Pria itu dan Yo parkir.

 

Apa yang harus kulakukan selanjutnya, berbelok ke kiri? belok kanan? Apa mereka hantu? Kenapa mereka menghilang begitu cepat?

 

Tidak ada tempat untuk bersembunyi lagi bagi Phana, karena itu adalah lapangan sepak bola.

 

Phana mulai khawatir dengan Yo, tempat itu terlihat aneh dan begitu gelap.

 

Kenapa Yo datang ke sini, apakah Yo pingsan sekarang? Atau dia tidak melihat satu pun orang disini.

 

Phana semakin cemas, Phana berlari mengelilingi lapangan tapi tidak juga menemukan Yo. Akhirnya, Phana duduk di lapangan untuk bernafas karena kelelahan.

 

Lapangan itu terlalu gelap. Sekarang Phana mulai takut dengan suasananya, tapi untuk Yo, Phana meberanikan diri.

 

Aku harus menemukannya.

 

Tiba-tiba sorotan cahaya menerpa Phana, cahaya yang begitu menyilaukan mata, hingga aku harus memejamkan mata. Phana yakin sekarang sudah ditemukan penjaga keamanan, Phana mengangkat tangan untuk mengakui kesalahan.

 

Tapi tiba-tiba Phana mendengar suara langkah kaki beberapa orang.

 

Apa itu pasukan hantu?…. Aku minta maaf…

 

Phana menelan ludah dan memejamkan matanya erat-erat.

 

“Kejutan… ” suara bisikan ditelinga Phana.

 

Setelah orang itu selesai berbicara. Sorotan lampu itu juga lenyap, bersamaan dengan lampu perak terang yang bersinar di sekitar Phana.

 

Sekarang suara bisikan itu tertawa dan itu adalah Yo bersama mereka yang memegang lampu senter dan Phana tidak mengenal orang-orang itu.

 

Sekarang Phana bertambah kaget, karena ada begitu banyak orang berdiri disamping Yo dan Phana dengan formasi lingkaran besar, dan Phana berada di tengah.

 

“Kejutan seperti ini tidak cocok untuk P’Pha, jadi mari kita lakukan yang lebih baik lagi” Yo tersenyum dan berkata kepada Phana. “P’… Kamu terlalu cepat kembali dari Amerika”

 

“Sebenarnya, ada apa ini?” tanya Phana bingung.

 

“Apa P’Pha terkejut?” tanya Yo.

 

“Itu…” Phana berpaling untuk melihat sekelompok orang yang memegang senter, disana ada teman-temannya, ada Kit dan juga Beam, berdiri sambil menertawakan Phana. “Kalian mengkhianati ku.” seru Phana.

 

“Jangan marah pada mereka, Yo lah yang meminta mereka” ujar Yo.

 

“Lalu…” Phana mulai tersenyum. “Bagaimana dengan ulang tahun mu?” tanya Phana.

 

Yo tampaknya sedikit malu, “Bagi Yo saat ini, tidak ada hadiah yang lebih baik lagi dibandingkan dengan P’Pha…”

 

“Benarkah?”

 

“Sungguh”

 

“Dan siapa orang-orang ini?” tanya Phana.

 

“Teman-temanku, mahasiswa baru kedokteran, mahasiswa baru teknik, penggemar P’Pha, penggemar Yo, juga beberapa anggota situs CuteBoy…” jawab Yo.

 

“Tunggu, apa ini akan di posting ke situs CuteBoy?” Phana menganga.

 

“Itu… aku dekat dengan adminnya” Yo mengangkat bahu.

 

Terimakasih Tuhan…

 

Ratusan lampu senter menyinari Phana. Phana begitu mencintai orang yang ada di depannya. Orang yang juga mencintainya.

 

“Orang yang datang bersamamu tadi?.” tanya Phana masih penasaran.

 

“Salah satu anggota CuteBoy kampus, dia dengan senang hati membantu Yo.” jawab Yo.

 

“Yo hampir membuat P’ serasa mati, kenapa Yo merencanakan semua ini?.”

 

“Inilah yang ingin Yo lakukan, membuat P’ khawatir”

 

“Wayo~”

 

“Hm…”

 

“Terima kasih”

 

Kemudian Phana meraih tubuh Yo dan memeluknya. Phana mendengar suara jeritan, tepuk tangan, sorak sorai terus-menerus, melihat gambaran seperti itu, semua orang terlihat bahagia dan Phana tidak sabar menantikannya.

 

“Apa yang Yo katakan hingga mereka semua datang, apa mereka meminta imbalan?”

 

“Jangan berkata seperti itu, Aku hanya bilang ‘Siapa yang mau melihat aib P’Pha’  Lalu ada ratusan orang yang ingin datang” jawab Yo seraya tersenyum.

 

Apa itu bagus?

 

“Izinkan Yo melakukan sesuatu untuk membuat semua orang lebih bahagia, dan kemudian Yo juga ikut bahagia”

 

Tidak ada waktu untuk Yo bersiap-siap, Phana langsung menariknya lebih dekat dan mencium bibirnya, menghisapnya dalam.

 

Phana sedikit kesal karena Yo berusaha mendorongnya, tapi tenaga Phana lebih kuat dari Yo.

 

Keduanya berdiri di tengah lingkaran orang-orang yang melihatnya.

 

Seorang ‘Bulan’ yang mengejar ‘Bulan’ lainnya.

 

Keduanya masih berpelukan…

 

Aku punya firasat…
Pacarku begitu imut, bagaimana aku bisa menjaganya…

 

End


 

jujur untuk chapter 53 ini saya sangat terbantu oleh kedua teman-teman berbakat yang dengan semangat dan kerja kerasnya selesai menterjemahkan chapter ini.

 

penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan pada :
1. mozza_dj
yang tidak menyerah menterjemahkan novel dari thai ke english.
2. ainisyifa444
juga sama, tidak kenal menyerah dan mentranslate ke indo dengan baik.

 

sekali lagi saya minta maaf, karena kesibukan, saya mengandalkan kedua teman-teman saya untuk menyelesaikan chapter ini, adapun saya hanya sekedar mengedit dan menambahkan beberapa kata saja.

 

juga satu orang lagi yaitu rickyjuanda yang sudi membantu readers agar bisa tetap membaca novel 2moons book 2 ini.

 

dan pada readers yang setia membaca dan mau menunggu. Terima kasih.

 

salam….
@cappucinomilk

Satu Balasan untuk “Novel 2 Moons – Chapter 53 (WAYO&PHA)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.